Dukungan Indonesia dan Jalan Panjang Timor Leste Menuju ASEAN

Senin, 27 Oktober 2025 - 19:15 WIB
loading...
Dukungan Indonesia dan...
Wahyuni Refi Setya Bekti, Peneliti dan Praktisi Diplomasi Budaya Indonesia-Timor Leste. Foto/Dok.Pribadi
A A A
Wahyuni Refi Setya Bekti
Peneliti dan Praktisi Diplomasi Budaya Indonesia-Timor Leste

MINGGU, 26 Oktober 2025 penantian panjang Timor Leste untuk memperoleh status keanggotaan penuh di ASEAN tercapai pada forum KTT ke-47 Kuala Lumpur. Sebelumnya, kabar itu terkonfirmasi oleh pernyataan PM Malaysia, Anwar Ibrahim dalam kunjungan resminya ke Dili Selasa (23/9/2025) lalu.

"Keanggotaan Timor Leste di ASEAN akan sangat bermanfaat bagi kita semua,” jelas Anwar dalam konferensi pers setelah pertemuan dengan Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta. "Kami akan mengadakan perayaan besar untuk masuknya Timor Leste ke ASEAN pada Oktober 2025,” tambahnya dikutip dari laman dw Senin, (1/10/2025).

Bahkan dalam kelakar Sharon Seah, peneliti senior ISEAS-Yusof Ishak Institute-Singapura, untuk Timor Leste "lebih mudah masuk surga daripada masuk ASEAN. Bagaimana tidak, Timor-Leste telah mengajukan permohonan keanggotaan sejak 2011, sembilan tahun setelah kemerdekaannya dengan harapan bahwa bergabung dengan organisasi regional kawasan dapat menopang kedaulatan ekonomi dan politik, sebagai negara baru.

Dari awal mula Indonesia tidak ragu-ragu menegaskan dukungan terhadap permohonan keanggotaan Timor Leste. Namun, tidak demikian dengan Singapura dan beberapa negara anggota ASEAN lainnya, yang memandang Timor Leste belum memenuhi prasyarat untuk bergabung.

Setelah KTT ASEAN April 2013, Sekretaris Jenderal ASEAN Le Luong Minh mengungkapkan dalam eufemismenya bahwa negara-negara anggota sebenarnya mendukung, hanya saja Timor Leste dinilai belum siap. Oleh karenanya perlu dilakukan evaluasi hingga semua syarat dan ketentuan terpenuhi.

November 2013, Timor Leste bahkan dinyatakan tidak akan siap bergabung, karena belum memiliki kedutaan di 10 negara anggota ASEAN. Dan manakala syarat 10 kedubes tersebut terpenuhi pada tahun 2015, tahun berikutnya muncul hasil studi kelayakan yang menyimpulkan bahwa Timor Leste kekurangan akan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya.

Menurut data Bank Dunia, Timor Leste masih berada dalam kategori negara dengan ekonomi berpendapatan rendah. Negara kecil yang terletak di bagian timur Pulau Timor, benua Asia bagian tenggara itu menempati peringkat ke-133 dalam Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index), terdapat 20% pengangguran, dan 59% dari keseluruhan populasinya hidup dengan pendapatan per hari kurang dari US$ 1,25. Sementara di sektor pendidikan, hampir separuh jumlah penduduk Timor Leste (1.413.958 jiwa, estimasi 2021) masih buta huruf.

Beberapa hasil studi tersebut menjadi hambatan baru bagi Timor Leste dalam jalan panjangnya memperoleh pengakuan sebagai anggota termuda ASEAN. Atas dasar itu pula, Singapura khawatir keanggotaan Timor Leste justru akan menjadi beban keuangan negara itu dan menghambat kemajuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Secara ekonomi, PDB Timor Leste waktu itu hanya sekitar USD1.442 miliar, jauh di bawah Singapura, Filipina, Malaysia, dan Indonesia.

Sikap Singapura diikuti oleh Myanmar, Malaysia, Laos, Brunei, Vietnam. Keenam negara anggota ASEAN itu masih sulit untuk membuka jalan bagi keanggotaan Timor Leste. Mereka khawatir, dengan masuknya Timor Leste justru akan menguras keterbatasan sumber daya ASEAN hanya untuk membantu kesenjangan ekonomi Timor Leste.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
Aksi Heroik Pilot Marinir...
Aksi Heroik Pilot Marinir yang Gugur Ditembak demi Selamatkan Kopassus Di Timtim
Kepala BPOM Dorong ASEAN...
Kepala BPOM Dorong ASEAN Perkuat Sistem Darurat Keamanan Pangan
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
KJRI Penang: Konektivitas...
KJRI Penang: Konektivitas BNCT Perkuat Rantai Pasok bagi Negara-negara Asean dan Asia
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Rekomendasi
Kepala BSKDN Kemendagri...
Kepala BSKDN Kemendagri Ajak Mahasiswa KKN Hadirkan Inovasi untuk Kemajuan Kepulauan Yapen
Obat Kuat dengan Efek...
Obat Kuat dengan Efek hingga 3 Hari, Amankah? Yuk Kenali Faktanya Sebelum Mengkonsumsi
Produktivitas Kebun...
Produktivitas Kebun Sawit Sitaan Negara Menurun, Muncul Desakan Audit Total
Berita Terkini
ICW Soroti Mutasi ASN...
ICW Soroti Mutasi ASN Kementerian PU, Diduga Hanya Jadi Alat Balas Dendam
Febrie Adriansyah Dicecar...
Febrie Adriansyah Dicecar 18 Pertanyaan, Hotman: Sebatas Kasus PT Asabri
Prabowo: Anggaran Pertahanan...
Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri jika Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Usai Diperiksa Kejagung...
Usai Diperiksa Kejagung sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
PTUN Tolak Gugatan PLK,...
PTUN Tolak Gugatan PLK, Dedi Mulyadi Menilai Keputusan Hakim Sudah Tepat
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved