Produktivitas Sektor Industri

Senin, 27 Oktober 2025 - 07:23 WIB
loading...
A A A
Pemerintah perlu memastikan adanya reformasi kebijakan yang mendukung kemudahan berusaha, insentif bagi investasi produktif, serta penguatan infrastruktur pendukung industri. Hanya dengan transformasi struktural yang terencana dan berorientasi pada daya saing global, target pertumbuhan ekonomi 8 persen bukan sekadar janji politik, melainkan tujuan yang realistis dan dapat diwujudkan melalui langkah-langkah strategis dan berkelanjutan.

Potret Sektor Industri di Indonesia


Transformasi sektor industri perlu dipahami sebagai agenda reformasi menyeluruh yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas proses produksi, tetapi juga menuntut pembenahan dalam aspek kebijakan dan birokrasi. Upaya peningkatan produktivitas melalui penguatan sumber daya manusia, penerapan teknologi yang tepat guna, dan pengelolaan rantai pasok bahan baku yang efisien harus berjalan seiring dengan perbaikan tata kelola regulasi dan kelembagaan.

Menurut Kemenperin (2025) melalui pembaruan Making Indonesia 4.0 dan OECD (2024), keberhasilan industrialisasi modern sangat bergantung pada sinkronisasi kebijakan, konsistensi regulasi, dan efektivitas koordinasi antar-lembaga, yang menjadi fondasi bagi terciptanya efisiensi dan daya saing sektor industri nasional.

Secara empiris, data menunjukkan bahwa kontribusi industri pengolahan terhadap PDB nasional masih menjadi yang terbesar, dengan pertumbuhan sekitar 4,5% (yoy) pada triwulan I-2025 (BPS, 2025). Akan tetapi, kinerja tersebut belum cukup untuk menempatkan Indonesia sebagai kekuatan manufaktur yang kompetitif secara global.

Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur yang hanya berada pada level 50,4 pada September 2025 menunjukkan ekspansi yang relatif stagnan. Selain itu, penurunan peringkat Logistics Performance Index (LPI) Indonesia dari posisi 46 pada 2018 menjadi 63 pada 2023 (Bank Dunia, 2023) menandakan masih adanya hambatan struktural dalam sistem logistik, kepabeanan, dan ketepatan waktu pengiriman yang mengurangi efisiensi biaya produksi dan distribusi.

Di sisi lain, sebagai bagian dari upaya reformasi birokrasi, pemerintah menerapkan sistem Online Single Submission berbasis risiko (OSS-RBA) yang diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, yang sekaligus mencabut dan menggantikan PP Nomor 5 Tahun 2021.

Kebijakan ini dirancang untuk menyederhanakan prosedur perizinan usaha, memangkas birokrasi, dan meningkatkan kepastian hukum bagi pelaku industri. Berdasarkan kajian ERIA (2023) dan ABNR (2023), OSS berfungsi sebagai platform digital terintegrasi yang memfasilitasi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan berbagai izin lintas sektor secara lebih efisien.

Secara teoritis, keberadaan OSS diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan investasi, memperluas basis pelaku usaha formal, serta memperkuat daya saing industri nasional di tingkat global. Ironisnya, berbagai studi menunjukkan bahwa implementasi OSS masih menghadapi tantangan serius.

Hasil studi menemukan bahwa hambatan utama terletak pada integrasi sistem antarinstansi yang belum optimal, tumpang tindih regulasi sektoral, serta rendahnya literasi digital baik di kalangan birokrasi maupun pelaku usaha kecil-menengah.

Laporan Ombudsman (2024) juga mencatat peningkatan pengaduan masyarakat terkait pelayanan perizinan, yang mengindikasikan perlunya perbaikan dalam transparansi dan akuntabilitas. Oleh sebab itu, transformasi industri tidak dapat dilepaskan dari reformasi kelembagaan dan kebijakan yang konsisten.

Hanya melalui sinergi antara peningkatan kualitas produksi, tata kelola kebijakan, dan efisiensi birokrasi, sektor industri Indonesia dapat mencapai daya saing tinggi dan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Transformasi Struktural dan Penguatan Kelembagaan Ekonomi Nasional


Transformasi struktural sejatinya menuntut perubahan fundamental dalam arah pembangunan ekonomi nasional, dari pola eksploitasi sumber daya alam menuju penciptaan nilai tambah berbasis pengetahuan, teknologi, dan inovasi. Pemerintah perlu menata ulang kebijakan industri agar berorientasi pada produktivitas dan daya saing jangka panjang melalui modernisasi proses produksi, digitalisasi manufaktur (Industry 4.0), serta penguatan riset dan pengembangan (R&D) yang berkelanjutan.

Dalam konteks ini, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor kunci yang harus diakselerasi melalui pendidikan vokasi, pelatihan teknis, dan kemitraan strategis antara dunia industri, lembaga pendidikan, dan pemerintah. Di saat yang sama, diperlukan penguatan ekosistem inovasi yang terintegrasi untuk mempercepat transfer teknologi dan mendorong keterlibatan aktif sektor swasta dalam riset dan pengembangan produk bernilai tinggi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ungkap Asal Usul Ide...
Ungkap Asal Usul Ide KDMP, Prabowo: Agar Rakyat Tak Terjerat Lintah Darat
Mega Korupsi Penegak...
Mega Korupsi Penegak Hukum Merusak Ekonomi Negara
Membaca Arah Baru Fleksibilitas...
Membaca Arah Baru Fleksibilitas Fiskal Indonesia
Nahdlatul Ulama dan...
Nahdlatul Ulama dan Kesejahteraan Sosial
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
Kemendagri dan DPR Sinergi...
Kemendagri dan DPR Sinergi Pemberdayaan Ormas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat NTB
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Rekomendasi
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
Industri Militer Rusia...
Industri Militer Rusia Kian Moncer, Setahun Produksi 1.500 Tank
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved