Riset IDSIGHT: Purbaya Terfavorit, Bahlil Paling Tidak Disukai
Kamis, 23 Oktober 2025 - 18:52 WIB
loading...
A
A
A
Pembantu Prabowo lainnya yang mendapat penilaian positif adalah Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (50,2%). “Selain menjaga kelestarian hutan dan konservasi, arahan Prabowo juga terkait kesejahteraan masyarakat lewat perhutanan sosial, termasuk hutan adat,” jelas Johan.
Penilaian terhadap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mencatatkan rekor terburuk di antara seluruh anggota kabinet. “Publik menyoroti soal monopoli terkait kelangkaan BBM di mana SPBU swasta diminta dimengambil kuota impor dari Pertamina,” ujar Johan.
Maraknya kasus keracunan pada program makan bergizi gratis (MBG) berdampak pada penilaian negatif terhadap Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (60,3%). “Diketahui banyak dapur MBG belum memiliki sertifikat kelayakan kebersihan,” papar Johan.
“Menteri HAM Natalius Pigai juga dinilai negatif (58,2%), dengan pernyataan kontroversial yang membela kasus-kasus keracunan pada program makan bergizi gratis (MBG) tidak melanggar HAM,” tuturnya.
Pemerintah mulai menaruh perhatian serius terhadap banyaknya kasus keracunan MBG, di mana dapur-dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang bermasalah akan dievalusi. Prabowo juga memberikan arahan soal perbaikan sanitasi dan higienitas di setiap SPPG.
Menteri lain yang banyak dinilai negatif adalah Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait (57,7%) serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto (55,4%). “Publik mempertanyakan realisasi program 3 juta rumah subsidi, bahkan dianggap nihil,” kata Johan.
Sementara itu program Koperasi Desa Merah Putih juga belum ada kemajuan signifikan setelah diluncurkan pada Juli 2025 lalu. Lainnya adalah Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (53,2%), Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (50,6%), dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq (48,3%).
Terakhir, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini (45,7%) dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (43,2%). “Banyak PHK, ditambah korupsi yang menyeret Wamenaker, hingga isu seperti diskriminasi dalam syarat usia kerja,” pungkasnya.
Penilaian terhadap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mencatatkan rekor terburuk di antara seluruh anggota kabinet. “Publik menyoroti soal monopoli terkait kelangkaan BBM di mana SPBU swasta diminta dimengambil kuota impor dari Pertamina,” ujar Johan.
Maraknya kasus keracunan pada program makan bergizi gratis (MBG) berdampak pada penilaian negatif terhadap Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (60,3%). “Diketahui banyak dapur MBG belum memiliki sertifikat kelayakan kebersihan,” papar Johan.
“Menteri HAM Natalius Pigai juga dinilai negatif (58,2%), dengan pernyataan kontroversial yang membela kasus-kasus keracunan pada program makan bergizi gratis (MBG) tidak melanggar HAM,” tuturnya.
Pemerintah mulai menaruh perhatian serius terhadap banyaknya kasus keracunan MBG, di mana dapur-dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang bermasalah akan dievalusi. Prabowo juga memberikan arahan soal perbaikan sanitasi dan higienitas di setiap SPPG.
Menteri lain yang banyak dinilai negatif adalah Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait (57,7%) serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto (55,4%). “Publik mempertanyakan realisasi program 3 juta rumah subsidi, bahkan dianggap nihil,” kata Johan.
Sementara itu program Koperasi Desa Merah Putih juga belum ada kemajuan signifikan setelah diluncurkan pada Juli 2025 lalu. Lainnya adalah Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (53,2%), Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (50,6%), dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq (48,3%).
Terakhir, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini (45,7%) dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (43,2%). “Banyak PHK, ditambah korupsi yang menyeret Wamenaker, hingga isu seperti diskriminasi dalam syarat usia kerja,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :