Pengamat Sebut Reformasi Polri Harus Dimulai dari Dalam

Rabu, 22 Oktober 2025 - 17:08 WIB
loading...
Pengamat Sebut Reformasi...
Reformasi institusi Polri harus dilakukan mulai dari dalam. Foto/SIndoNews
A A A
JAKARTA - Upaya pembenahan institusi Kepolisan Republik Indonesia ( Polri ) mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan. Reformasi di tubuh Korps Bhayangkara tersebut harus dilakukan mulai dari dalam.

Direktur Lingkar Studi Data dan Informasi (LSDI) Lukmam Hakim atau Lukman Jalu menilai pembenahan Polri justru harus dimulai dari dalam institusi kepolisian itu sendiri, terutama pada moralitas sumber daya manusianya pada semua aspek. Dimulai dari sistem perekrutan, kenaikan jabatan atau pangkat, hingga Polri yang kembali pada jati dirinya sendiri sebagai pelindung dan penyelesai masalah di masyarakat.

“Reformasi institusi Polri yang sesungguhnya sudah dilakukan terus-menerus sejak peristiwa reformasi hingga hari ini tidaklah stagnan. Institusi Polri yang sekarang sedang memperbaiki diri dapat dikatakan sama halnya seperti yang dilakukan oleh TNI,” ujarnya, Rabu (22/10/2025).

Baca juga: Kepolisian Tetap di Bawah Presiden atau Kementerian? Yusril: Presiden akan Ambil Keputusan

Lukman menjelaskan, reformasi Polri harus dimulai dari dalam. Sebab menjadi rahasia umum dan tradisi hari ini untuk bisa menjadi seorang anggota polisi itu transaksional sekali. Ketika menjadi seorang polisi, lalu harus berpikir bagaimana caranya balik modal. "Jadi pembenahan harus dimulai dari situ karena menyangkut moralitas sebagai aparat negara. Ini harus dibenahi, bukan sekadar reformasi tapi revolusi total dan harus radikal,” ujarnya.

Menurut Lukman, sudah banyak anggota Polri yang mengeluhkan hal itu. Di mana ketika seorang anggota polisi memiliki integritas, dedikasi dan pengabdian yang jelas tapi tidak mempunyai akses atau orang dalam (ordal) di tingkat elite, selanjutnya kenaikan pangkatnya menjadi lamban.

"Dulu ada patung polisi di jalan raya saja, orang tidak mau berputar untuk melanggar lalu lintas. Baru sekedar simbol saja dulu polisi ditakuti dan masyarakat merasa tenang. Untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat pada Polri, yang publik ketahui Polri adalah pelayan masyarakat dan abdi hukum atau abdi negara yang akan membereskan berbagai masalah yang ada di masyarakat," tuturnya.

Baca juga: 9 Tokoh Telah Ditunjuk Masuk Komite Reformasi Polri, Ada Mahfud MD dan Jimly Asshiddiqie

Polri harus kembali ke moral sesuai taglinenya, yaitu melayani, mengayomi, dan melindungi untuk memperbaiki citra Polri. Karena itulah yang kemudian membuat Polri ada atau benar-benar hadir ditengah masyarakat. "Citra kepolisian kini mengalami downgrade karena citra yang terbentuk akibat framing medsos," ungkapnya.



Menurut Lukman, Polri harus berbenah, online, dan up to date. Harusnya situasi dan kondisi ini dimanfaatkan oleh Polri untuk bermain dengan masyarakat pendekatan secara sosial kepada masyarakat. "Reformasi Polri harus berangkat dari bagaimana pendekatan sosial, politik, dan budaya dan dari kepolisian itu sendiri," ujarnya.

Lukman menyebut, bagaimana menyelesaikan kasus-kasus baru-baru ini tidak bisa menilai ada polisi baik dan buruk. "Saya yakin tiap kali Polri membuat aturan baru pasti melakukan konsultasi terlebih dulu dengan Komisi III DPR dan organisasi lainnya seperti NGO atau Police Watch," katanya.

Polri harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Bagaimana kepolisian menyesuaikan diri dengan perkembangan itu. "Karena untuk melacak sebuah kejahatan serius, seperti jaringan narkoba, judol, human trafficking, yang sekarang banyak memanfaatkan dunia online," paparnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Kapolri: Banyak Pejabat...
Kapolri: Banyak Pejabat Kirim WA Minta Titipan Lolos Akpol
Penguatan Kompolnas...
Penguatan Kompolnas Jadi Jantung Reformasi Polri Antar Rangga Afianto Raih Doktor Kepolisian
Pakar Hukum: UU Polri...
Pakar Hukum: UU Polri yang Baru Akomodasi Kepentingan Masyarakat dan Kepolisian
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
Latja di Polres Malang,...
Latja di Polres Malang, Taruna Akpol Didorong Pahami Implementasi Program Presisi
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
Rekomendasi
Piala Dunia 2026, Spanyol...
Piala Dunia 2026, Spanyol Ditahan Imbang Tim Gurem Cape Verde di Babak Pertama
Cerita Aiman Ricky Jadi...
Cerita Aiman Ricky Jadi Petugas Haji, Belajar Sabar dan Melayani Jemaah
Bek Arab Saudi Abdulelah...
Bek Arab Saudi Abdulelah al-Amri Koyak Gawang Uruguay di Babak Pertama
Berita Terkini
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
KPU Kaji Penerapan E-Voting...
KPU Kaji Penerapan E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri, Ini Alasannya
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Infografis
27 Negara Ini Terdeteksi...
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved