Dari Santri untuk Negeri: Nasionalisme dalam Iman dan Ilmu

Rabu, 22 Oktober 2025 - 15:52 WIB
loading...
Dari Santri untuk Negeri:...
Menjadi santri di era modern bukan sekadar menuntut ilmu agama, tetapi juga mengemban amanah besar: menjaga, mencintai, dan membangun negeri. Foto/SINDOnews.
A A A
Anas Rizal
Biro Publikasi Universitas Darunnajah

Menjadi santri di era modern bukan sekadar menuntut ilmu agama, tetapi juga mengemban amanah besar: menjaga, mencintai, dan membangun negeri. Santri adalah pewaris semangat perjuangan ulama yang tidak hanya berperang di medan fisik, tetapi juga di medan pemikiran dan moral. Di balik sorban, sarung, dan kitab kuning, tersimpan semangat kebangsaan yang membara, semangat yang tumbuh dari iman, ilmu, dan cinta Tanah Air.

Sejarah Indonesia mencatat peran luar biasa kaum santri dalam memperjuangkan kemerdekaan. Dari pesantrenlah lahir para tokoh pejuang, seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Dahlan, KH. Wahid Hasyim, dan banyak lainnya. Mereka tidak hanya mengajarkan tafsir dan fiqih, tetapi juga menanamkan nilai keberanian, tanggung jawab, dan cinta tanah air. Seruan jihad fi sabilillah pada 22 Oktober 1945 yang dikeluarkan KH. Hasyim Asy’ari menjadi bukti bahwa cinta tanah air bagi santri bukan sekadar ucapan—melainkan pengorbanan.

“Hubbul wathan minal iman” — Cinta tanah air adalah sebagian dari iman.

Pesan ini mengandung makna mendalam: nasionalisme bukan sekadar ide politik, tetapi nilai spiritual yang berakar dari keimanan. Santri mencintai negeri ini karena Allah memerintahkan untuk menjaga kehidupan, menegakkan keadilan, dan menebar manfaat bagi sesama.

Al-Qur’an menegaskan dalam surah Al-Qashash ayat 77:
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pancasila yang Kita...
Pancasila yang Kita Peringati, Pancasila yang Kita Khianati
Menag Sebut Pesantren...
Menag Sebut Pesantren Sekolah Paling Aman Dunia dan Akhirat
Sulhu dan Islah: Sebuah...
Sulhu dan Islah: Sebuah Refleksi
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
4th ICOP Darunnajah...
4th ICOP Darunnajah Bersama Menteri ATR/BPN, Pesantren Siap Pimpin Optimalisasi Wakaf Nasional
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Tangis Celine Evangelista...
Tangis Celine Evangelista saat Antar Jemima Guri ke Pesantren
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Rekomendasi
WorldSBK Inggris Siap...
WorldSBK Inggris Siap Digelar, Cek Jadwal dan Link Nontonnya di VISION+
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
Bentley Siap Luncurkan...
Bentley Siap Luncurkan Mobil Listrik Pertamanya September Tahun Ini
Berita Terkini
Rumah Jampidsus Febrie...
Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Puluhan Anggota TNI, Ada Apa?
Membaca Penguatan Kelompok...
Membaca Penguatan Kelompok Rentan dalam Revisi UU HAM
Indonesia-India Kerja...
Indonesia-India Kerja Sama Program Rudal Canggih BrahMos dan Udara ke Udara
Geledah Kafe deClan,...
Geledah Kafe de'Clan, Polri Temukan Brankas Besar di dalam Tembok
Kala Prabowo Dipuji...
Kala Prabowo Dipuji Modi, Seorang Presiden juga Prajurit yang Paham Perencanaan
Penggeledahan Kafe dan...
Penggeledahan Kafe dan Money Changer di Cipete Dikawal Brimob Bersenjata
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved