Meningkatkan Kesejahteraan Desa melalui Koperasi Desa Merah Putih

Rabu, 22 Oktober 2025 - 16:20 WIB
loading...
Meningkatkan Kesejahteraan...
Royan Aditama, Analis Kebijakan Ahli Pertama Lembaga Administrasi Negara (LAN). Foto/Dok. SindoNews
A A A
Royan Aditama
Analis Kebijakan Ahli Pertama Lembaga Administrasi Negara (LAN)

INDONESIA memiliki lebih dari 74.000 desa dengan sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup pada sektor pertanian, peternakan, dan usaha mikro kecil menengah. Dalam konteks ini, koperasi memegang peran penting sebagai wadah ekonomi rakyat yang mampu menyediakan akses permodalan, memperkuat daya saing produk lokal, serta meningkatkan posisi tawar petani dan pelaku UMKM.

Koperasi juga menjadi sarana efektif untuk memperkuat solidaritas sosial dan memperluas manfaat ekonomi secara kolektif di tingkat desa. Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi perdesaan, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto membentuk Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih). koperasi aktif di Indonesia mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir:

Program ini bertujuan menjadikan koperasi sebagai pusat kegiatan ekonomi yang mampu mempermudah akses pembiayaan bagi masyarakat desa, khususnya petani dan pelaku UMKM. Satgas percepatan pembentukan Kopdes Merah Putih telah bekerja di seluruh wilayah Indonesia, dan hingga Juli 2025 secara hukum telah terbentuk 80.081 koperasi, dengan 108 koperasi siap beroperasi. Kehadiran koperasi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap tengkulak dan rentenir, memperbaiki sistem distribusi hasil pertanian, serta memperkuat kemandirian ekonomi desa.

Potensi Permasalahan di Lapangan
Keberhasilan program Kopdes Merah Putih sangat bergantung pada pelaksanaan yang efektif dan pengawasan yang ketat. Salah satu tantangan utama adalah potensi tumpang tindih dengan lembaga ekonomi desa lain seperti BUMDes dan koperasi swadaya masyarakat.

Jika tidak dikelola dengan koordinasi yang baik, keberadaan Kopdes dapat memunculkan persaingan tidak sehat atau duplikasi program. Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia menjadi persoalan serius karena banyak koperasi di daerah menghadapi kendala dalam aspek manajerial dan operasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Menkop: Warga Bisa Jual...
Menkop: Warga Bisa Jual Minyak Jelantah ke Kopdes Merah Putih
FIA UI Gelar Pengabdian...
FIA UI Gelar Pengabdian Masyarakat untuk Lansia di Sijuk Belitung
Pembangunan Transportasi...
Pembangunan Transportasi Publik Mampu Sejahterakan Warga Daerah
Rekomendasi
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Ketika Sampah Menjadi...
Ketika Sampah Menjadi Sumber Daya, Strategi Sirkular Lippo Karawaci
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Berita Terkini
Pakar: Tanpa Bukti Kuat,...
Pakar: Tanpa Bukti Kuat, Penyebutan 26 Nama dalam Dugaan Korupsi MBG Bisa Berujung Pidana
PPATK Minta Tambahan...
PPATK Minta Tambahan Anggaran Rp516,4 M untuk Perkuat Pemberantasan TPPU
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Qodari: Kalau Hanya Tuntutan, Bukan Demokrasi
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
Infografis
Jet Tempur F/A-18 AS...
Jet Tempur F/A-18 AS Seharga Rp1 Triliun Hilang di Laut Merah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved