Manusia Naluri Berkuasa dan Berperang

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 20:12 WIB
loading...
A A A
Beberapa tahun terakhir dunia telah dipetakan oleh konflik yang berujung dengan peperangan, tidak menutup kemungkinan wilayah utara dan utara timur kita dalam waktu dekat setelah konflik ukraina dan timur tengah. Beberapa hal penyebab konflik tersebut antara lain; Perebutan Kekuasaan dan Sumber Daya, Perbedaan Ideologi dan Agama, Ketidaksetaraan Sosial dan Ekonomi, Ambisi Politik dan Nasionalisme Ekstrem, Dampak Perubahan Teknologi Militer, Mekanisme Pertahanan dan Aliansi, Siklus Sejarah dan Budaya Kekerasan.

Sementara itu sosiolog Belanda Henk Houweling mengatakan nahwa salah satu penyebab perang adalah perang itu sendiri. Perang menghasilkan perang, seperti yang ada dalam masyarakat, yang pada gilirannya membuat dunia lebih berbahaya bagi masyarakat lain. Perang melahirkan perang dan membentuk masyarakat dunia.

Negara mana yang sampai detik ini tentaranya membunuh manusia? Silahkan dipikirkan sendiri tanpa menyebut karena, pemahaman ini melekat pada pengertian kecanduan yang akan melekat pada hubungan manusia dengan perang, meskipun lebih tepat dikatakan benalu. Bagaimana bentuk dan permulaan perang, akan lebih menakutkan dari binatang harimau buas yang telah menempelkan taringnya pada leher mangsanya yang siap untuk berusaha saling membunuh.

Indonesia, dengan segala keragaman dan sejarahnya, tidak bisa dipisahkan dari pengalaman konflik. Dari pertempuran melawan penjajah hingga konflik internal. Setiap generasi seolah terjebak dalam siklus kekerasan yang terus berulang, menciptakan trauma kolektif yang sulit dihapuskan dan menyisakan luka yang dalam dalam jiwa masyarakat.

Ketika seseorang memperoleh kekuasaan, perilakunya sering berubah drastis. Rasa empati dan kepedulian terhadap orang lain cenderung menghilang, digantikan oleh ambisi dan ketamakan. Kekuasaan, yang seharusnya digunakan untuk kebaikan bersama, sering disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Ini menciptakan ketidakadilan yang memicu ketegangan sosial dan, pada akhirnya, konflik yang berkepanjangan.

Ketidakpuasan sosial menjadi salah satu pemicu utama perang disamping penjelasan yang lain tulisan diatas. Ketika kelompok masyarakat merasa terpinggirkan dan hak-hak mereka diabaikan, mereka akan berjuang untuk mendapatkan perhatian dan keadilan. Upaya untuk mengubah keadaan sering kali berujung pada kekerasan, yang bukan hanya merugikan pihak-pihak yang terlibat, tetapi juga mengancam stabilitas dan kedamaian masyarakat secara keseluruhan.

Naluri manusia untuk berkuasa dan berperang adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah peradaban. Kecanduan perang dan ambisi kekuasaan menciptakan siklus yang sulit diputus. Untuk menciptakan dunia yang lebih baik, kita perlu memahami dan mengelola naluri ini dengan bijak, berfokus pada dialog, keadilan, dan perdamaian sebagai jalan menuju harmoni, dimana Way of Life bangsa Pancasila?.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo: Perang di Mana-mana,...
Prabowo: Perang di Mana-mana, Kita Tidak Terlibat tapi Waspada
Kejagung: Ada Keterlibatan...
Kejagung: Ada Keterlibatan Penyelenggara Negara di Kasus Korupsi Tambang Bauksit Kalbar
Kejati DKI Jakarta Tahan...
Kejati DKI Jakarta Tahan Mantan Dirjen SDA dan 2 Pejabat Kementerian PU
Prabowo Cerita Kepala...
Prabowo Cerita Kepala BPKP Gemetar Lapor Orang Terdekat Presiden Menyeleweng
Prabowo Heran Pejabat...
Prabowo Heran Pejabat Makin Tinggi Pangkat Makin Enggak Jelas
MUI Minta Polemik Pernyataan...
MUI Minta Polemik Pernyataan JK Dihentikan demi Menjaga Kerukunan Bangsa
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian AS dan Iran Tak Mungkin Terjadi, Teheran Akan Memiliki Senjata Nuklir
IRGC: Serangan Balasan...
IRGC: Serangan Balasan ke Kuwait dan Bahrain Harus Jadi Pelajaran bagi AS
Iran Klaim Belum Gunakan...
Iran Klaim Belum Gunakan Semua Senjata Andalannya
Rekomendasi
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
Audi Nuvolari Supercar...
Audi Nuvolari Supercar Hybrid V8 dengan 987 HP, Penerus Spiritual R8
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
Berita Terkini
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved