Kemenag Dorong Lembaga Filantropi Bersinergi Atasi Kemiskinan Ekstrem
Minggu, 12 Oktober 2025 - 19:55 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, M. Ali Yusuf menilai, jika sebuah organisasi atau komunitas memiliki modal luar biasa karena diisi oleh anggota atau member dengan pemahaman tinggi serta jaringan anggota yang luas.
“Hal ini menjadi peluang besar sebuah komunitas untuk berkolaborasi dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) maupun lembaga filantropi lain sebagai mitra pendistribusian wakaf, infak, zakat, dan sedekah,” bilangnya.
Di sisi lain, Fitriansyah Agus Setiawan menilai potensi zakat nasional mencapai Rp327 triliun, namun baru sekitar Rp40 triliun yang terkelola. Dari jumlah tersebut, Baznas baru mengelola sekitar Rp17 triliun. Agus berharap melalui gerakan crowdfunding dan kolaborasi dengan banyak pihak , optimalisasi potensi zakat dan dana sosial umat dapat meningkat signifikan.
Pemateri lainnya, Chaedir Bamualim, mengingatkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat filantropi Islam dunia. Karena itu, menurutnya, yang terpenting bukan hanya besarnya potensi, tetapi bagaimana memastikan dampak langsung bagi masyarakat.
Dalam diskusi yang dihadiri oleh sekitar 300 peserta itu, antusiasme untuk mengembangkan potensi wakaf di Indonesia begitu besar. Karena itu, potensi wakaf yang baru terkelola sekitar Rp3,5 triliun dari Rp181 triliun yang potensial, menjadikan direktorat PAI terketuk untuk memberikan edukasi dan membangun kesadaran masyarakat atau komunitas dan organisasi.
“Hal ini menjadi peluang besar sebuah komunitas untuk berkolaborasi dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) maupun lembaga filantropi lain sebagai mitra pendistribusian wakaf, infak, zakat, dan sedekah,” bilangnya.
Di sisi lain, Fitriansyah Agus Setiawan menilai potensi zakat nasional mencapai Rp327 triliun, namun baru sekitar Rp40 triliun yang terkelola. Dari jumlah tersebut, Baznas baru mengelola sekitar Rp17 triliun. Agus berharap melalui gerakan crowdfunding dan kolaborasi dengan banyak pihak , optimalisasi potensi zakat dan dana sosial umat dapat meningkat signifikan.
Pemateri lainnya, Chaedir Bamualim, mengingatkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat filantropi Islam dunia. Karena itu, menurutnya, yang terpenting bukan hanya besarnya potensi, tetapi bagaimana memastikan dampak langsung bagi masyarakat.
Dalam diskusi yang dihadiri oleh sekitar 300 peserta itu, antusiasme untuk mengembangkan potensi wakaf di Indonesia begitu besar. Karena itu, potensi wakaf yang baru terkelola sekitar Rp3,5 triliun dari Rp181 triliun yang potensial, menjadikan direktorat PAI terketuk untuk memberikan edukasi dan membangun kesadaran masyarakat atau komunitas dan organisasi.
(cip)
Lihat Juga :