Reshuffle Kabinet Bukan Hanya Rotasi Politisi, Pakar Ungkap 3 Kriteria Penting
Kamis, 09 Oktober 2025 - 06:23 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pakar Sebut Indonesia Butuh Bangun Daya Tangkal Asimetris Hadapi Persaingan Global
"Makanya harus di security clearance ulang siapa pun yang masuk ke situ nantinya. Nah karena kalau sampai ada ketidakefektifan di dalam kabinet, itu nanti kebijakan pemerintah itu stagnan dan akhirnya membuang waktu dan kehilangan momentum," sambungnya.
Dia menjelaskan jika dalam sistem presidensial, perombakan kabinet sepenuhnya merupakan hak presiden. Maka dari itu, Presiden Prabowo Subianto memiliki kebebasan penuh dalam menentukan menterinya.
“Presiden memilih kabinet itu dengan freedom of action 100 persen, palingan 99%. Freedom of action. Jadi keputusan untuk memilih, karena itu adalah wajah presiden. Jadi kalau ada yang salah dengan kabinet, yang kena presiden, yang bagus kabinet, yang bagus presiden,” pungkasnya.
"Makanya harus di security clearance ulang siapa pun yang masuk ke situ nantinya. Nah karena kalau sampai ada ketidakefektifan di dalam kabinet, itu nanti kebijakan pemerintah itu stagnan dan akhirnya membuang waktu dan kehilangan momentum," sambungnya.
Dia menjelaskan jika dalam sistem presidensial, perombakan kabinet sepenuhnya merupakan hak presiden. Maka dari itu, Presiden Prabowo Subianto memiliki kebebasan penuh dalam menentukan menterinya.
“Presiden memilih kabinet itu dengan freedom of action 100 persen, palingan 99%. Freedom of action. Jadi keputusan untuk memilih, karena itu adalah wajah presiden. Jadi kalau ada yang salah dengan kabinet, yang kena presiden, yang bagus kabinet, yang bagus presiden,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :