Ketua PrabowoNomic: Program Makan Gizi Gratis Harus Terus Berjalan
Selasa, 30 September 2025 - 22:35 WIB
loading...
Ketua PrabowoNomic, Tommy Nicson menegaskan, program makan gizi gratis harus dilanjutkan karena merupakan keberpihakan pemerintah terhadap kesehatan dan masa depan generasi muda. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Program Makan Gizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama satu tahun dinilai memberikan manfaat besar bagi siswa-siswi di berbagai sekolah. Meski sempat berjalan tanpa kendala, belakangan muncul kasus keracunan makanan di salah satu sekolah penerima program tersebut.
Insiden ini kemudian memicu desakan dari sejumlah pihak agar program makan gizi gratis dihentikan. Menanggapi hal tersebut, Lembaga Kajian Strategik PrabowoNomic menegaskan bahwa pihaknya menolak jika program dihentikan hanya karena satu kasus.
Baca juga: Prabowo: Target 82 Juta Penerima MBG Akan Terwujud Bertahap
Ketua PrabowoNomic, Tommy Nicson menegaskan, program makan gizi gratis merupakan salah satu bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap kesehatan dan masa depan generasi muda.
“Program ini sangat bermanfaat untuk anak-anak bangsa. Kalau ada masalah, solusinya bukan menghentikan program, tetapi memperbaiki sistemnya,” tegas Tommy, Selasa (30/9/2025).
Tommy meminta agar pihak penyelenggara makan gizi gratis di lokasi sekolah yang mengalami kasus keracunan segera diperiksa secara menyeluruh. Bila terbukti lalai, tim penyedia makan gizi gratis di sekolah tersebut harus diganti sepenuhnya demi menjaga kualitas dan keamanan makanan bagi siswa.
Baca juga: Prabowo Sebut Penyimpangan atau Kekurangan MBG 0,00017 Persen
“Saya mendukung penuh evaluasi dan pengawasan ketat. Jika ada kelalaian, tim di lokasi itu harus diganti. Jangan sampai kejadian serupa terulang, karena program ini menyangkut kesehatan dan masa depan anak-anak,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah, untuk bersama-sama melakukan pengawasan agar program ini terus berjalan dengan baik sesuai tujuan awal, mencerdaskan dan menyehatkan generasi muda melalui asupan gizi yang layak.
Insiden ini kemudian memicu desakan dari sejumlah pihak agar program makan gizi gratis dihentikan. Menanggapi hal tersebut, Lembaga Kajian Strategik PrabowoNomic menegaskan bahwa pihaknya menolak jika program dihentikan hanya karena satu kasus.
Baca juga: Prabowo: Target 82 Juta Penerima MBG Akan Terwujud Bertahap
Ketua PrabowoNomic, Tommy Nicson menegaskan, program makan gizi gratis merupakan salah satu bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap kesehatan dan masa depan generasi muda.
“Program ini sangat bermanfaat untuk anak-anak bangsa. Kalau ada masalah, solusinya bukan menghentikan program, tetapi memperbaiki sistemnya,” tegas Tommy, Selasa (30/9/2025).
Tommy meminta agar pihak penyelenggara makan gizi gratis di lokasi sekolah yang mengalami kasus keracunan segera diperiksa secara menyeluruh. Bila terbukti lalai, tim penyedia makan gizi gratis di sekolah tersebut harus diganti sepenuhnya demi menjaga kualitas dan keamanan makanan bagi siswa.
Baca juga: Prabowo Sebut Penyimpangan atau Kekurangan MBG 0,00017 Persen
“Saya mendukung penuh evaluasi dan pengawasan ketat. Jika ada kelalaian, tim di lokasi itu harus diganti. Jangan sampai kejadian serupa terulang, karena program ini menyangkut kesehatan dan masa depan anak-anak,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah, untuk bersama-sama melakukan pengawasan agar program ini terus berjalan dengan baik sesuai tujuan awal, mencerdaskan dan menyehatkan generasi muda melalui asupan gizi yang layak.
(shf)
Lihat Juga :