PPP Terbelah, Sejarah yang Terulang Kembali
Selasa, 30 September 2025 - 11:06 WIB
loading...
A
A
A
Upaya penggulingan SDA pun direspons dengan pemecatan terhadap sejumlah elite PPP. Mereka yang dipecat SDA ketika itu adalah Ketua Badan Pemenangan Pemilu PPP Suharso Monoarfa, Ketua DPW Jawa Barat Rahmat Yasin (RY), Ketua DPW Sulawesi Selatan Amir Uskara, Ketua DPW Sumatera Utara Fadly Nursa, Ketua DPW Jawa Timur Musyaffa Noe, serta Sekretaris DPW Kalimantan Tengah Awaluddin.
Konflik tersebut melahirkan dua kubu, SDA versus Muhammad Romahurmuziy (Rommy). SDA mendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa untuk Pilpres 2014. Sedangkan Rommy Cs dukung Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK).
Baca juga: Mardiono Vs Agus Suparmanto Saling Klaim, PPP Perlu Gelar Muktamar Ulang
SDA mendeklarasikan dukungan untuk Prabowo setelah bertemu Prabowo dan elite Partai Gerindra di Kantor DPP PPP, Jakarta, Jumat, 18 April 2014. Adapun sejumlah elite PPP yang berada di SDA antara lain Djan Faridz, Fernita Darwis, dan Epyardi.
Sedangkan kubu Rommy antara lain Emron Pangkapi, Suharso Monoarfa, Lukman Hakim Saifuddin, Reni Marlinawati, Joko Purwanto, Dini Mentari, Emalena Muslim, Aunur, Rusli Effendi, Yusroni Yazid, Hizbiyah Rohim, Siti Maryam, Siti Nurmala, dan Mahmud Yunus.
Dua kubu PPP yang berkonflik menghasilkan dua keputusan dari dua muktamar yang berbeda, yakni kubu Ketua Umum hasil Muktamar VIII Surabaya Rommy dan kubu Ketua Umum Djan Faridz hasil Muktamar VIII Jakarta.
Kemudian, Suryadharma yang ketika itu menjabat Menteri Agama (Menag) tersandung kasus korupsi. Dia ditahan di Rumah Tahanan Guntur Jakarta terkait korupsi penyelenggaraan haji usai menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat, 10 April 2015.
Setelah itu, salah satu elite PPP di kubu Rommy, Rachmat Yasin yang ketika itu menjabat Bupati Bogor ditangkap KPK dalam kasus suap terkait izin rancangan umum tata ruang di kawasan Bogor-Puncak-Cianjur.
Konflik tersebut melahirkan dua kubu, SDA versus Muhammad Romahurmuziy (Rommy). SDA mendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa untuk Pilpres 2014. Sedangkan Rommy Cs dukung Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK).
Baca juga: Mardiono Vs Agus Suparmanto Saling Klaim, PPP Perlu Gelar Muktamar Ulang
SDA mendeklarasikan dukungan untuk Prabowo setelah bertemu Prabowo dan elite Partai Gerindra di Kantor DPP PPP, Jakarta, Jumat, 18 April 2014. Adapun sejumlah elite PPP yang berada di SDA antara lain Djan Faridz, Fernita Darwis, dan Epyardi.
Sedangkan kubu Rommy antara lain Emron Pangkapi, Suharso Monoarfa, Lukman Hakim Saifuddin, Reni Marlinawati, Joko Purwanto, Dini Mentari, Emalena Muslim, Aunur, Rusli Effendi, Yusroni Yazid, Hizbiyah Rohim, Siti Maryam, Siti Nurmala, dan Mahmud Yunus.
Dua kubu PPP yang berkonflik menghasilkan dua keputusan dari dua muktamar yang berbeda, yakni kubu Ketua Umum hasil Muktamar VIII Surabaya Rommy dan kubu Ketua Umum Djan Faridz hasil Muktamar VIII Jakarta.
Kemudian, Suryadharma yang ketika itu menjabat Menteri Agama (Menag) tersandung kasus korupsi. Dia ditahan di Rumah Tahanan Guntur Jakarta terkait korupsi penyelenggaraan haji usai menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat, 10 April 2015.
Setelah itu, salah satu elite PPP di kubu Rommy, Rachmat Yasin yang ketika itu menjabat Bupati Bogor ditangkap KPK dalam kasus suap terkait izin rancangan umum tata ruang di kawasan Bogor-Puncak-Cianjur.
Lihat Juga :