Pengamat Intelijen Sebut Pandemi Corona Ancaman Nirmiliter

Senin, 04 Mei 2020 - 12:40 WIB
loading...
Pengamat Intelijen Sebut...
Pengamat intelijen dan pertahanan Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengatakan, wabah Covid-19 atau virus Corona, merupakan ancaman nirmiliter. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Pengamat intelijen dan pertahanan Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengatakan, wabah Covid-19 atau virus Corona, merupakan ancaman nirmiliter. Menurutnya, ancaman nirmiliter berbeda dengan ancaman militer dan ancaman nonmiliter.

"Ketiganya kini dikenal sebagai ancaman hybrida dan telah merubah perspektif ancaman di masa mendatang. Senjata biologi dan pertahanan negara anti senjata biologi merupakan ilmu pengetahuan yang harus dikuasai TNI," kata perempuan yang biasa disapa Nuning ini, Senin (4/5/2020).

(Baca juga: Kemhan Terapkan Strategi Perang Semesta Tangani Wabah Corona)

Perempuan kelahiran Jakarta, 30 Agustus 1964 ini menjelaskan, pada masa depan ancaman Nuklir, Biologi dan Kimia (Nubika), harus masuk dalam kewaspadaan. Para Prajurit TNI kini dituntut memiliki kemampuan tempur konvensional dan kemampuan tempur kontemporer.

"Tuntutan kemampuan di masa depan tersebut harus menjadi agenda pimpinan TNI yang baru. Pada waktu dekat ini beberapa Laksamana calon Kasal dan Marsekal calon Kasau juga dituntut memiliki kemampuan intelektual yang tinggi," ucapnya.

Selain itu kata Nuning, latar belakang penugasan operasional juga harus dilengkapi dengan pengalaman pendidikan tinggi. "Para Laksamana dan Marsekal sebagian sudah dikenal publik sebagai intelektual TNI, merupakan hasil proses seleksi dari Mabes TNI mengajukan para Calon Kasal dan Calon Kasau yang memiliki kriteria sebagai Scholar Warrior," ujarnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat, Usman Hamid: Ruang Kelas Harus Bebas dari Intervensi Militer
750 Yonif Teritorial...
750 Yonif Teritorial Pembangunan, Strategi TNI Menghadapi Ancaman Baru
President Club Bersama...
President Club Bersama PSAPI dan Yayasan Pustaka Obor Indonesia Gelar Peluncuran Buku Karya Chappy Hakim
Mahfud MD Sebut Militeristik...
Mahfud MD Sebut Militeristik Tak Cocok di Polri, Pakar: Perlu untuk Lindungi Rakyat
Menlu Sugiono Sebut...
Menlu Sugiono Sebut Pembahasan Overflight Access AS Masih Panjang
Selamat Ginting: Kalau...
Selamat Ginting: Kalau Situasinya Mengharuskan, Komcad Jadi Wajib Militer Saja
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
Jadi Anak Presiden dan...
Jadi Anak Presiden dan Jabat Panglima Militer, Jenderal Ini Seenaknya Menutup Media
Rekomendasi
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
Solusi Tagihan dan Konsumsi...
Solusi Tagihan dan Konsumsi Token Listrik Makin Berasa, Ini Cara Cepat Lebih Hemat dari ShopeePay
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jermah Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Berita Terkini
Paripurna DPR Setujui...
Paripurna DPR Setujui Wahidah Suaib Jadi Anggota Ombudsman Pengganti Hery Susanto
Alasan KPK Kembalikan...
Alasan KPK Kembalikan Mobil Noel Ebenezer
Bos Blueray John Field...
Bos Blueray John Field Yakin Uang Suap Tersalurkan ke Dirjen Bea Cukai, Uangnya Tidak Pernah Kembali
Dasco Sebut RUU Perampasan...
Dasco Sebut RUU Perampasan Aset dan RUU Ketenagakerjaan Tetap Dibahas pada Masa Reses
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
KPK Panggil Bupati Penajam...
KPK Panggil Bupati Penajam Paser Utara terkait Kasus Gratifikasi di Kukar
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved