Cerita Prabowo Ada Kader Gerindra Minta Jatah Proyek Pupuk Subsidi ke Mentan
Senin, 29 September 2025 - 16:44 WIB
loading...
A
A
A
"Saya sudah lama jadi orang Indonesia, saya tahu distributor itu saya tahu itu ponakan bupati, sepupunya, tim suksesnya, maaf ya, kan kita sudah lama jadi orang Indonesia," katanya.
Baca juga: 5 Perwira Tinggi Kopassus Naik Pangkat, Ini Nama-Namanya
Di sisi lain, Prabowo menuturkan ada pihak yang kecewa saat kebijakan pemangkasan 27 ribu distributor pupuk itu berlaku. Bahkan, kata dia, ada aalah satu kader Partai Gerindra yang meminta Mentan untuk mengalihkan kuota 27 ribu distributor pupuk itu ke partainya
"Saudara-saudara sekalian, waktu saya perintahkan potong mata rantai ini yang 27.000 kecewa, ada, ada, kader Gerindra yang pintar, dia datang ke Mentan, dia bilang kalau bisa yang 27.000 diganti kader Gerindra saja. Ada wartawan sih.. pokoknya saya bilang engga ada itu. engga ada yang gantikan," ujar Prabowo.
"Dari pupuk sampai ke engga ada itu hak petani, mau petani milih PKS, milih Demokrat, engga ada urusan, politik adalah politik, hak adalah hak. Politik itu di kotak suara, urusan warga negara dengan hati nurani dan Yang Maha Kuasa di atas. Engga ada urusan, namanya kader cari kesempatan, engga ada, engga ada kader Gerindra lagi datang ke menteri, macam-macam lagi," katanya.
Baca juga: 5 Perwira Tinggi Kopassus Naik Pangkat, Ini Nama-Namanya
Di sisi lain, Prabowo menuturkan ada pihak yang kecewa saat kebijakan pemangkasan 27 ribu distributor pupuk itu berlaku. Bahkan, kata dia, ada aalah satu kader Partai Gerindra yang meminta Mentan untuk mengalihkan kuota 27 ribu distributor pupuk itu ke partainya
"Saudara-saudara sekalian, waktu saya perintahkan potong mata rantai ini yang 27.000 kecewa, ada, ada, kader Gerindra yang pintar, dia datang ke Mentan, dia bilang kalau bisa yang 27.000 diganti kader Gerindra saja. Ada wartawan sih.. pokoknya saya bilang engga ada itu. engga ada yang gantikan," ujar Prabowo.
"Dari pupuk sampai ke engga ada itu hak petani, mau petani milih PKS, milih Demokrat, engga ada urusan, politik adalah politik, hak adalah hak. Politik itu di kotak suara, urusan warga negara dengan hati nurani dan Yang Maha Kuasa di atas. Engga ada urusan, namanya kader cari kesempatan, engga ada, engga ada kader Gerindra lagi datang ke menteri, macam-macam lagi," katanya.
(cip)
Lihat Juga :