Cerita Prabowo Ada Kader Gerindra Minta Jatah Proyek Pupuk Subsidi ke Mentan
Senin, 29 September 2025 - 16:44 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto menceritakan lika-liku perjuangannya untuk menyalurkan pupuk bersubsidi pada para petani. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menceritakan lika-liku perjuangannya untuk menyalurkan pupuk bersubsidi pada para petani. Bahkan, Prabowo mengaku, ada kader Gerindra yang meminta jatag proyek menjadi distributor pupuk ke Menteri Pertanian (Mentan).
Hal itu diungkapkan Prabowo saat berpidato di acara penutupan Munas VI PKS di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2025). Prabowo menuturkan, dirinya telah memangkas 145 aturan dalam penyaluran pupuk bersubsidi ke petani.
"Sekarang pupuk sampai ke petani, tadinya ada 145 peraturan harus tanda tangan ini, tandatangan, tandatangan ini, habis itu pupuk menghilang entah kemana," tutu Prabowo.
Prabowo mengaku telah mendapat laporan akan potensi kehilangan dukungan dari 27.000 distributor bila menghapus aturan penyaluran pupuk. Namun, Prabowo tak gentar dan tetap memangkas penyaluran pupuk tersebut.
Baca juga: Prabowo: Target 82 Juta Penerima MBG Akan Terwujud Bertahap
"Saya bilang ‘berapa petani yang ada di Indonesia? Sebanyak 30 juta KK suami istri, jadi 100 juta. Jadi menang mana 27.000 atau 100 juta?' ucap Prabowo sambil tirukan percakapan.
Prabowo pun mengaku telah mengetahui latar belakang mayoritas distributor pupuk itu. Ia menyebut, para distributor pupuk biasanya masih terikat hubungan dengan kepala daerah tertentu.
"Saya sudah lama jadi orang Indonesia, saya tahu distributor itu saya tahu itu ponakan bupati, sepupunya, tim suksesnya, maaf ya, kan kita sudah lama jadi orang Indonesia," katanya.
Baca juga: 5 Perwira Tinggi Kopassus Naik Pangkat, Ini Nama-Namanya
Di sisi lain, Prabowo menuturkan ada pihak yang kecewa saat kebijakan pemangkasan 27 ribu distributor pupuk itu berlaku. Bahkan, kata dia, ada aalah satu kader Partai Gerindra yang meminta Mentan untuk mengalihkan kuota 27 ribu distributor pupuk itu ke partainya
"Saudara-saudara sekalian, waktu saya perintahkan potong mata rantai ini yang 27.000 kecewa, ada, ada, kader Gerindra yang pintar, dia datang ke Mentan, dia bilang kalau bisa yang 27.000 diganti kader Gerindra saja. Ada wartawan sih.. pokoknya saya bilang engga ada itu. engga ada yang gantikan," ujar Prabowo.
"Dari pupuk sampai ke engga ada itu hak petani, mau petani milih PKS, milih Demokrat, engga ada urusan, politik adalah politik, hak adalah hak. Politik itu di kotak suara, urusan warga negara dengan hati nurani dan Yang Maha Kuasa di atas. Engga ada urusan, namanya kader cari kesempatan, engga ada, engga ada kader Gerindra lagi datang ke menteri, macam-macam lagi," katanya.
Hal itu diungkapkan Prabowo saat berpidato di acara penutupan Munas VI PKS di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2025). Prabowo menuturkan, dirinya telah memangkas 145 aturan dalam penyaluran pupuk bersubsidi ke petani.
"Sekarang pupuk sampai ke petani, tadinya ada 145 peraturan harus tanda tangan ini, tandatangan, tandatangan ini, habis itu pupuk menghilang entah kemana," tutu Prabowo.
Prabowo mengaku telah mendapat laporan akan potensi kehilangan dukungan dari 27.000 distributor bila menghapus aturan penyaluran pupuk. Namun, Prabowo tak gentar dan tetap memangkas penyaluran pupuk tersebut.
Baca juga: Prabowo: Target 82 Juta Penerima MBG Akan Terwujud Bertahap
"Saya bilang ‘berapa petani yang ada di Indonesia? Sebanyak 30 juta KK suami istri, jadi 100 juta. Jadi menang mana 27.000 atau 100 juta?' ucap Prabowo sambil tirukan percakapan.
Prabowo pun mengaku telah mengetahui latar belakang mayoritas distributor pupuk itu. Ia menyebut, para distributor pupuk biasanya masih terikat hubungan dengan kepala daerah tertentu.
"Saya sudah lama jadi orang Indonesia, saya tahu distributor itu saya tahu itu ponakan bupati, sepupunya, tim suksesnya, maaf ya, kan kita sudah lama jadi orang Indonesia," katanya.
Baca juga: 5 Perwira Tinggi Kopassus Naik Pangkat, Ini Nama-Namanya
Di sisi lain, Prabowo menuturkan ada pihak yang kecewa saat kebijakan pemangkasan 27 ribu distributor pupuk itu berlaku. Bahkan, kata dia, ada aalah satu kader Partai Gerindra yang meminta Mentan untuk mengalihkan kuota 27 ribu distributor pupuk itu ke partainya
"Saudara-saudara sekalian, waktu saya perintahkan potong mata rantai ini yang 27.000 kecewa, ada, ada, kader Gerindra yang pintar, dia datang ke Mentan, dia bilang kalau bisa yang 27.000 diganti kader Gerindra saja. Ada wartawan sih.. pokoknya saya bilang engga ada itu. engga ada yang gantikan," ujar Prabowo.
"Dari pupuk sampai ke engga ada itu hak petani, mau petani milih PKS, milih Demokrat, engga ada urusan, politik adalah politik, hak adalah hak. Politik itu di kotak suara, urusan warga negara dengan hati nurani dan Yang Maha Kuasa di atas. Engga ada urusan, namanya kader cari kesempatan, engga ada, engga ada kader Gerindra lagi datang ke menteri, macam-macam lagi," katanya.
(cip)
Lihat Juga :