Mardiono Pastikan Dukung Program Prioritas Presiden Prabowo
Senin, 29 September 2025 - 12:35 WIB
loading...
Muhamad Mardiono memastikan akan mendukung program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Muhamad Mardiono memastikan akan mendukung program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto usai diklaim terpilih sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) secara aklamasi. Dia menyatakan juga bakal fokus pada strategi transformasi PPP menuju Pemilu Legislatif 2029.
“Bismillah kami akan fokus pada penyusunan strategi transformasi PPP menuju Pemilu 2029. Sebagai partai yang juga berjalan bersama pemerintah, PPP akan mendukung program-program prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Mardiono kepada wartawan, Minggu (28/9/2025).
Dia mengatakan, dukungan akan diberikan dalam beberapa program prioritas seperti ketahanan pangan, koperasi merah putih, sekolah rakyat, kesehatan gratis, dan makan bergizi gratis (MBG). Menghadapi situasi ekonomi, dia ingin PPP membersamai rakyat dalam mengembangkan ekonomi umat.
Baca juga: PPP Terbelah, Yusril: Pemerintah Tidak akan Mengintervensi
"Tentu program-program prioritas Presiden pro dengan rakyat, maka kami juga mendorong pengembangan ekonomi umat," kata Mardiono, Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan ini.
Diberitakan sebelumnya, Muktamar X PPP berakhir kisruh. Para kandidat yang maju yaitu Mardiono dan Agus Suparmanto telah mengklaim sebagai ketua umum terpilih PPP.
Keadaan itu menjadi keprihatinan seluruh umat Islam Indonesia. Keprihatinan juga dinyatakan para pengurus Eksponen Fusi 1973 untuk menyelamatkan partai berlambang Ka'bah itu.
Ketua Umum Parmusi Prof Husnan Bey Fananie mengatakan, kisruh yang terjadi dalam Muktamar PPP hanya dapat diselesaikan dengan mengembalikan semangat partai kepada akar sejarahnya yaitu fusi politik Islam tahun 1973 (Parmusi, NU, Perti dan SI). "Harus kembali kepada stakeholders, yaitu empat Fusi pendiri PPP," kata caketum PPP ini, Minggu (28/9/2025).
Senada dengan Husnan, Ketua Umum Perti Anwar Sanusi menyatakan, PPP lahir dari tekad besar menyatukan kekuatan politik umat Islam yang sebelumnya terpecah ke dalam empat partai yakni NU, Parmusi, PSII, dan Perti. Semangat penyatuan itu kini harus kembali menjadi pijakan, bukan justru terpecah karena ambisi individu atau kepentingan politik jangka pendek.
“PPP ini bukan milik satu orang, bukan pula milik segelintir elite. PPP lahir dari fusi tahun 1973 sebagai rumah besar umat," ungkap mantan anggota DPR tersebut.
“Bismillah kami akan fokus pada penyusunan strategi transformasi PPP menuju Pemilu 2029. Sebagai partai yang juga berjalan bersama pemerintah, PPP akan mendukung program-program prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Mardiono kepada wartawan, Minggu (28/9/2025).
Dia mengatakan, dukungan akan diberikan dalam beberapa program prioritas seperti ketahanan pangan, koperasi merah putih, sekolah rakyat, kesehatan gratis, dan makan bergizi gratis (MBG). Menghadapi situasi ekonomi, dia ingin PPP membersamai rakyat dalam mengembangkan ekonomi umat.
Baca juga: PPP Terbelah, Yusril: Pemerintah Tidak akan Mengintervensi
"Tentu program-program prioritas Presiden pro dengan rakyat, maka kami juga mendorong pengembangan ekonomi umat," kata Mardiono, Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan ini.
Diberitakan sebelumnya, Muktamar X PPP berakhir kisruh. Para kandidat yang maju yaitu Mardiono dan Agus Suparmanto telah mengklaim sebagai ketua umum terpilih PPP.
Keadaan itu menjadi keprihatinan seluruh umat Islam Indonesia. Keprihatinan juga dinyatakan para pengurus Eksponen Fusi 1973 untuk menyelamatkan partai berlambang Ka'bah itu.
Ketua Umum Parmusi Prof Husnan Bey Fananie mengatakan, kisruh yang terjadi dalam Muktamar PPP hanya dapat diselesaikan dengan mengembalikan semangat partai kepada akar sejarahnya yaitu fusi politik Islam tahun 1973 (Parmusi, NU, Perti dan SI). "Harus kembali kepada stakeholders, yaitu empat Fusi pendiri PPP," kata caketum PPP ini, Minggu (28/9/2025).
Senada dengan Husnan, Ketua Umum Perti Anwar Sanusi menyatakan, PPP lahir dari tekad besar menyatukan kekuatan politik umat Islam yang sebelumnya terpecah ke dalam empat partai yakni NU, Parmusi, PSII, dan Perti. Semangat penyatuan itu kini harus kembali menjadi pijakan, bukan justru terpecah karena ambisi individu atau kepentingan politik jangka pendek.
“PPP ini bukan milik satu orang, bukan pula milik segelintir elite. PPP lahir dari fusi tahun 1973 sebagai rumah besar umat," ungkap mantan anggota DPR tersebut.
(rca)
Lihat Juga :