3 Calon Ketua Umum PPP: Mantan Mendag Era Jokowi hingga Eks Dubes
Kamis, 25 September 2025 - 20:15 WIB
loading...
A
A
A
"Pak Agus Suparmanto juga kandidat yang dianggap berpotensi jadi pesaing. Beliau didukung oleh Gus Rommy. Gus Rommy ini kan kita dengar berita dari mana-mana, beliau sempat ke Amran, lalu terakhir ke Agus Suparmanto. Jadi boleh dibilang beliau hari ini yang memotori dukungan,” tuturnya.
Sosok ketiga yakni mantan Dubes RI untuk Azerbaijan Husnan Bey Fananie. Husnan dinilai cukup intens mendeklarasikan diri untuk maju sebagai kandidat ketua umum. Bahkan, dia disebut sudah menyiapkan tim hukum untuk mengawal pelaksanaan muktamar.
“Dia lebih kepada deklarasi saja, deklarasi maju yang muncul ke permukaan. Malah katanya sudah menyiapkan tim hukum untuk mengevaluasi muktamar. Sebagian besar menyatakan ya silakan saja,” ucapnya.
Usman berharap dinamika menjelang muktamar tidak menimbulkan keributan di internal partai. Dia menegaskan bahwa PPP sebagai partai Islam sebaiknya menjunjung musyawarah mufakat dalam memilih pemimpin baru.
“Belum muktamar sudah ada keributan. Keributan ini terakhir dari internal kita sendiri. Harapannya tidak ada lagi pertentangan, karena dalam Islam, apalagi PPP, partai Islam, itu melakukan musyawarah mufakat seperti zaman Nabi dan sahabat-sahabat Nabi,” pungkasnya.
Sosok ketiga yakni mantan Dubes RI untuk Azerbaijan Husnan Bey Fananie. Husnan dinilai cukup intens mendeklarasikan diri untuk maju sebagai kandidat ketua umum. Bahkan, dia disebut sudah menyiapkan tim hukum untuk mengawal pelaksanaan muktamar.
“Dia lebih kepada deklarasi saja, deklarasi maju yang muncul ke permukaan. Malah katanya sudah menyiapkan tim hukum untuk mengevaluasi muktamar. Sebagian besar menyatakan ya silakan saja,” ucapnya.
Usman berharap dinamika menjelang muktamar tidak menimbulkan keributan di internal partai. Dia menegaskan bahwa PPP sebagai partai Islam sebaiknya menjunjung musyawarah mufakat dalam memilih pemimpin baru.
“Belum muktamar sudah ada keributan. Keributan ini terakhir dari internal kita sendiri. Harapannya tidak ada lagi pertentangan, karena dalam Islam, apalagi PPP, partai Islam, itu melakukan musyawarah mufakat seperti zaman Nabi dan sahabat-sahabat Nabi,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :