3 Calon Ketua Umum PPP: Mantan Mendag Era Jokowi hingga Eks Dubes
Kamis, 25 September 2025 - 20:15 WIB
loading...
Muhamad Mardiono, Agus Suparmanto, dan Husnan Bey Fananie. Foto/Dok SindoNews dan Instagram
A
A
A
JAKARTA - Tiga tokoh dipastikan bakal bertarung di Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ) sebagai calon ketua umum partai berlambang ka’bah tersebut. Adapun Muktamar X dijadwalkan digelar pada 27-29 September 2025 di Jakarta.
"Sekarang ini untuk kandidat sudah mengerucut ke tiga orang," kata Juru Bicara (Jubir) DPP PPP Usman M Tokan kepada wartawan, Kamis (25/9/2025).
Dia menyebut ketiga sosok kandidat caketum. Pertama, Plt Ketua Umum Muhamad Mardiono yang akan maju kembali untuk mencalonkan menjadi orang nomor satu di partai berlambang Ka'bah tersebut.
Baca juga: PPP Kaltim dan 10 DPC Bulat Dukung Agus Suparmanto di Muktamar X
"Pertama Bapak Mardiono yang sudah siap karena didukung oleh 33 wilayah. Sehingga beliau berkesempatan bisa menang, bahkan mungkin bisa jadi aklamasi,” ujarnya.
Kedua, mantan Menteri Perdagangan (Mendag) era Presiden Joko Widodo (Jokowi) Agus Suparmanto. Dia disebut menjadi kandidat paling potensial bersaing melawan Mardiono.
"Pak Agus Suparmanto juga kandidat yang dianggap berpotensi jadi pesaing. Beliau didukung oleh Gus Rommy. Gus Rommy ini kan kita dengar berita dari mana-mana, beliau sempat ke Amran, lalu terakhir ke Agus Suparmanto. Jadi boleh dibilang beliau hari ini yang memotori dukungan,” tuturnya.
Sosok ketiga yakni mantan Dubes RI untuk Azerbaijan Husnan Bey Fananie. Husnan dinilai cukup intens mendeklarasikan diri untuk maju sebagai kandidat ketua umum. Bahkan, dia disebut sudah menyiapkan tim hukum untuk mengawal pelaksanaan muktamar.
“Dia lebih kepada deklarasi saja, deklarasi maju yang muncul ke permukaan. Malah katanya sudah menyiapkan tim hukum untuk mengevaluasi muktamar. Sebagian besar menyatakan ya silakan saja,” ucapnya.
Usman berharap dinamika menjelang muktamar tidak menimbulkan keributan di internal partai. Dia menegaskan bahwa PPP sebagai partai Islam sebaiknya menjunjung musyawarah mufakat dalam memilih pemimpin baru.
“Belum muktamar sudah ada keributan. Keributan ini terakhir dari internal kita sendiri. Harapannya tidak ada lagi pertentangan, karena dalam Islam, apalagi PPP, partai Islam, itu melakukan musyawarah mufakat seperti zaman Nabi dan sahabat-sahabat Nabi,” pungkasnya.
"Sekarang ini untuk kandidat sudah mengerucut ke tiga orang," kata Juru Bicara (Jubir) DPP PPP Usman M Tokan kepada wartawan, Kamis (25/9/2025).
Dia menyebut ketiga sosok kandidat caketum. Pertama, Plt Ketua Umum Muhamad Mardiono yang akan maju kembali untuk mencalonkan menjadi orang nomor satu di partai berlambang Ka'bah tersebut.
Baca juga: PPP Kaltim dan 10 DPC Bulat Dukung Agus Suparmanto di Muktamar X
"Pertama Bapak Mardiono yang sudah siap karena didukung oleh 33 wilayah. Sehingga beliau berkesempatan bisa menang, bahkan mungkin bisa jadi aklamasi,” ujarnya.
Kedua, mantan Menteri Perdagangan (Mendag) era Presiden Joko Widodo (Jokowi) Agus Suparmanto. Dia disebut menjadi kandidat paling potensial bersaing melawan Mardiono.
"Pak Agus Suparmanto juga kandidat yang dianggap berpotensi jadi pesaing. Beliau didukung oleh Gus Rommy. Gus Rommy ini kan kita dengar berita dari mana-mana, beliau sempat ke Amran, lalu terakhir ke Agus Suparmanto. Jadi boleh dibilang beliau hari ini yang memotori dukungan,” tuturnya.
Sosok ketiga yakni mantan Dubes RI untuk Azerbaijan Husnan Bey Fananie. Husnan dinilai cukup intens mendeklarasikan diri untuk maju sebagai kandidat ketua umum. Bahkan, dia disebut sudah menyiapkan tim hukum untuk mengawal pelaksanaan muktamar.
“Dia lebih kepada deklarasi saja, deklarasi maju yang muncul ke permukaan. Malah katanya sudah menyiapkan tim hukum untuk mengevaluasi muktamar. Sebagian besar menyatakan ya silakan saja,” ucapnya.
Usman berharap dinamika menjelang muktamar tidak menimbulkan keributan di internal partai. Dia menegaskan bahwa PPP sebagai partai Islam sebaiknya menjunjung musyawarah mufakat dalam memilih pemimpin baru.
“Belum muktamar sudah ada keributan. Keributan ini terakhir dari internal kita sendiri. Harapannya tidak ada lagi pertentangan, karena dalam Islam, apalagi PPP, partai Islam, itu melakukan musyawarah mufakat seperti zaman Nabi dan sahabat-sahabat Nabi,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :