Prabowo Dianggap Pantas Jadi Pemimpin Alternatif Dunia
Kamis, 25 September 2025 - 13:18 WIB
loading...
A
A
A
Dosen Hubungan Internasional di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta itu juga memuji keberanian Prabowo mengajak para pemimpin dunia untuk mengakhiri “doktrin Thucydides”. Thucydides adalah sejarawan Yunani kuno yang hidup pada abad ke-5 SM.
Penulis sejarah perang Peloponnesia itu mengatakan bahwa negara kuat dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan, sementara negara lemah akan menderita di bawah penindasan negara kuat. Doktrin ini begitu berpengaruh dan memberikan semacam pembenaran atas penjajahan dan penindasan bangsa-bangsa Eropa terhadap bangsa lain di muka bumi sejak ratusan tahun lalu.
Terkait dengan upaya mendukung kemerdekaan Palestina, menurut Teguh, Prabowo juga memperlihatkan bahwa dirinya dan Indonesia tidak omon-omon dan menjadikan penderitaan Palestina akibat penindasan Israel sebagai poster politik semata.
“Saya kira setelah Indonesia menyampaikan kesediaan mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke Palestina, ada baiknya negara-negara Eropa dan sekutu Israel yang telah mengubah pandangan mereka mengenai kemerdekaan Palestina juga ikut mengirimkan pasukan penjaga perdamaian,” pungkas Teguh yang pernah menjadi Wakil Rektor Universitas Bung Karno (UBK) ini.
Penulis sejarah perang Peloponnesia itu mengatakan bahwa negara kuat dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan, sementara negara lemah akan menderita di bawah penindasan negara kuat. Doktrin ini begitu berpengaruh dan memberikan semacam pembenaran atas penjajahan dan penindasan bangsa-bangsa Eropa terhadap bangsa lain di muka bumi sejak ratusan tahun lalu.
Terkait dengan upaya mendukung kemerdekaan Palestina, menurut Teguh, Prabowo juga memperlihatkan bahwa dirinya dan Indonesia tidak omon-omon dan menjadikan penderitaan Palestina akibat penindasan Israel sebagai poster politik semata.
“Saya kira setelah Indonesia menyampaikan kesediaan mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke Palestina, ada baiknya negara-negara Eropa dan sekutu Israel yang telah mengubah pandangan mereka mengenai kemerdekaan Palestina juga ikut mengirimkan pasukan penjaga perdamaian,” pungkas Teguh yang pernah menjadi Wakil Rektor Universitas Bung Karno (UBK) ini.
(rca)
Lihat Juga :