Pandemi Corona, Bagaimana Penerapan Protokol Kesehatan di Kawasan Wisata?
Minggu, 13 September 2020 - 05:41 WIB
loading...
A
A
A
Pertama saat persiapan sejak Mei, oleh karena itu telah melakukan beberapa persiapan sejak awal sehingga sewaktu-waktu pemerintah ingin membuka sektor wisata semuanya telah siap.
Kedua, adanya banyak tempat cuci tangan, di kawasan wisata. Ketiga telah dilakukan simulasi, untuk memastikan kesiapan tempat wisata dengan menerapkan SOP yang telah dibuat sebelumnya dengan kerja sama asosiasi dan juga forum komunikasi destinasi desa wisata di kabupaten/kota.
Keempat, adanya pendistribusian face shield, thermogun, dan tempat sampah tertutup. Jadi tidak hanya tempat cuci tangan, beberapa alat perlindungan diri seperti face shield yang akan melindungi pengunjung, pelaku usaha tempat wisata dengan lebih baik. Adanya pendistribusian thermogun juga untuk melakukan screening awal pengunjung wisata serta tempat sampah tertutup untuk mencegah penularan penyakit.
Kelima, pembukaan kapasitas pengunjung sekirat 50%. Ini untuk memastikan keamanan protokol kesehatan di wisatawan, dengan menerapkan pengurangan pengunjung yang hanya berkapasitas 50% dari hari biasa sebelum pandemi. Dengan kebijakan ini, diharapkan bisa dilakukan pembatasan fisik yang lebih baik dan untuk menghindarkan adanya kerumunan yang berpotensi terhadap penularan virus Corona.
Keenam, masyarakat diwajibkan registrasi online sebelum datang ke tempat wisata. Registrasi online dilakukan untuk mengurangi adanya sentuhan dengan kertas atau alat tulis yang sering dipakai bersama serta digunakan untuk mempermudah melakukan pelacakan untuk setiap pengunjung, sehingga wisata menjadi lebih aman dan terhindar dari hal yang tidak diinginkan untuk jangka panjang.
Kedua, adanya banyak tempat cuci tangan, di kawasan wisata. Ketiga telah dilakukan simulasi, untuk memastikan kesiapan tempat wisata dengan menerapkan SOP yang telah dibuat sebelumnya dengan kerja sama asosiasi dan juga forum komunikasi destinasi desa wisata di kabupaten/kota.
Keempat, adanya pendistribusian face shield, thermogun, dan tempat sampah tertutup. Jadi tidak hanya tempat cuci tangan, beberapa alat perlindungan diri seperti face shield yang akan melindungi pengunjung, pelaku usaha tempat wisata dengan lebih baik. Adanya pendistribusian thermogun juga untuk melakukan screening awal pengunjung wisata serta tempat sampah tertutup untuk mencegah penularan penyakit.
Kelima, pembukaan kapasitas pengunjung sekirat 50%. Ini untuk memastikan keamanan protokol kesehatan di wisatawan, dengan menerapkan pengurangan pengunjung yang hanya berkapasitas 50% dari hari biasa sebelum pandemi. Dengan kebijakan ini, diharapkan bisa dilakukan pembatasan fisik yang lebih baik dan untuk menghindarkan adanya kerumunan yang berpotensi terhadap penularan virus Corona.
Keenam, masyarakat diwajibkan registrasi online sebelum datang ke tempat wisata. Registrasi online dilakukan untuk mengurangi adanya sentuhan dengan kertas atau alat tulis yang sering dipakai bersama serta digunakan untuk mempermudah melakukan pelacakan untuk setiap pengunjung, sehingga wisata menjadi lebih aman dan terhindar dari hal yang tidak diinginkan untuk jangka panjang.
Lihat Juga :