Perspektif Jelang Muktamar X PPP, Mardiono Dinilai Pemimpin Akomodatif
Selasa, 23 September 2025 - 20:10 WIB
loading...
Ketua DPP PPP Bidang Pemenangan Pemilu Hilman Ismail Metareum melihat gaya kepemimpinan Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono adalah gaya kepemimpinan akomodatif, bahkan jauh dari gaya kepemimpinan otoriter. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Menjelang Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) , geliat semarak ajang pertemuan akbar PPP semakin menjadi perhatian kader dan simpatisan partai berlambang Kakbah. Sejumlah calon kandidat ketua umum bermunculan baik dari internal kader maupun eksternal kader PPP.
Hal ini menunjukkan semangat kader dalam rangka ingin memajukan dan membesarkan partai menuju Pemilu 2029.
Ketua DPP PPP Bidang Pemenangan Pemilu Hilman Ismail Metareum melihat gaya kepemimpinan Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono adalah gaya kepemimpinan akomodatif, bahkan jauh dari gaya kepemimpinan yang otoriter.
Baca juga: Jelang Muktamar, PPP Buka Peluang Munculnya Figur Baru
Hal ini terlihat dengan seringnya Mardiono mengunjungi kader dan pengurus partai ke tingkat cabang bahkan sampai ke tingkat anak cabang. "Pak Mar (sapaan Mardiono) tidak pernah menjaga jarak kepada siapa pun dan bahkan senantiasa menyapa kader yang berasal dari mana saja tanpa melihat jabatan di partai," ujar Ketua Umum PP GMPI periode 2010-2021 ini dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/9/2025).
Menurut dia, kepemimpinan Mardiono telah membawa stabilitas dan soliditas di tubuh partai, terutama dalam menghadapi dinamika politik yang kompleks. "Di bawah kepemimpinannya, PPP berhasil menjaga kekompakan dan fokus pada agenda strategis partai," kata Wakil Ketua Umum Serikat Tani Islam Indonesia (2024-2029) ini.
Dia berpendapat prestasi ini menunjukkan bahwa integritas dan kemampuan manajerial seorang pemimpin jauh lebih krusial dalam menakhodai sebuah organisasi politik. "Kemampuan memimpin dan membawa partai ke arah yang lebih baik adalah tolok ukur utama yang seharusnya menjadi pertimbangan," ujar Ketua Lajnah Tanfidiyah Syarikat Islam (2021-2026) ini.
Menurut Hilman, seorang pemimpin harus mampu merangkul berbagai elemen, menyusun strategi politik yang efektif, dan menjaga muruah partai. "Mardiono telah membuktikan dirinya sebagai figur yang mampu melakukan hal tersebut. Dia memiliki rekam jejak yang kuat dalam dunia politik dan pemerintahan, serta kemampuan untuk berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat, termasuk para ulama dan tokoh agama," katanya.
Karena itu, dalam menyambut muktamar mendatang, fokus seharusnya tertuju pada visi, misi, dan program kerja yang ditawarkan oleh para calon ketua umum. Menurut dia, pengalaman dan kapasitas Muhamad Mardiono dalam memimpin partai selama ini menjadi modal berharga yang patut diperhitungkan.
Kualitas kepemimpinan sejati diukur dari kemampuan membawa kemaslahatan bagi partai dan umat, bukan sekadar dari satu aspek saja. Keputusan akhir ada di tangan para peserta Muktamar, yang diharapkan dapat memilih pemimpin terbaik berdasarkan rekam jejak dan kapabilitasnya secara menyeluruh.
Di tengah dinamika politik nasional, kepemimpinan Muhamad Mardiono di PPP berhasil menunjukkan hasil yang nyata, terutama di tingkat regional. Dia mengungkapkan salah satu bukti konkretnya adalah keberhasilan partai dalam meningkatkan jumlah kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota (DPRK) di Aceh.
"Peningkatan ini tidak hanya mencerminkan soliditas internal partai, tetapi juga menunjukkan adanya kepercayaan publik yang kembali tumbuh di salah satu lumbung suara tradisional PPP," katanya.
Hilman menuturkan terbukti peningkatan perolehan kursi di tingkat provinsi dan tingkat kabupaten/kota (DPRD) jika ditotal secara keseluruhan perolehan suara PPP mencapai lebih dari 8 juta suara, tetapi sayangnya tidak berbanding lurus dengan perolehan suara pada tingkat pusat untuk DPR yang dibatasi dengan ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold.
"Peningkatan ini tidak lepas dari strategi efektif dalam mengelola dan mengonsolidasikan struktur partai dari tingkat pusat hingga daerah. Mardiono dinilai berhasil menjaga PPP tetap solid dan fokus pada tujuan utama, yaitu kembali menjadi kekuatan politik yang dominan. Kinerja ini menjadi modal penting untuk menghadapi Pemilu 2029," ujarnya.
Hal ini menunjukkan semangat kader dalam rangka ingin memajukan dan membesarkan partai menuju Pemilu 2029.
Ketua DPP PPP Bidang Pemenangan Pemilu Hilman Ismail Metareum melihat gaya kepemimpinan Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono adalah gaya kepemimpinan akomodatif, bahkan jauh dari gaya kepemimpinan yang otoriter.
Baca juga: Jelang Muktamar, PPP Buka Peluang Munculnya Figur Baru
Hal ini terlihat dengan seringnya Mardiono mengunjungi kader dan pengurus partai ke tingkat cabang bahkan sampai ke tingkat anak cabang. "Pak Mar (sapaan Mardiono) tidak pernah menjaga jarak kepada siapa pun dan bahkan senantiasa menyapa kader yang berasal dari mana saja tanpa melihat jabatan di partai," ujar Ketua Umum PP GMPI periode 2010-2021 ini dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/9/2025).
Menurut dia, kepemimpinan Mardiono telah membawa stabilitas dan soliditas di tubuh partai, terutama dalam menghadapi dinamika politik yang kompleks. "Di bawah kepemimpinannya, PPP berhasil menjaga kekompakan dan fokus pada agenda strategis partai," kata Wakil Ketua Umum Serikat Tani Islam Indonesia (2024-2029) ini.
Dia berpendapat prestasi ini menunjukkan bahwa integritas dan kemampuan manajerial seorang pemimpin jauh lebih krusial dalam menakhodai sebuah organisasi politik. "Kemampuan memimpin dan membawa partai ke arah yang lebih baik adalah tolok ukur utama yang seharusnya menjadi pertimbangan," ujar Ketua Lajnah Tanfidiyah Syarikat Islam (2021-2026) ini.
Menurut Hilman, seorang pemimpin harus mampu merangkul berbagai elemen, menyusun strategi politik yang efektif, dan menjaga muruah partai. "Mardiono telah membuktikan dirinya sebagai figur yang mampu melakukan hal tersebut. Dia memiliki rekam jejak yang kuat dalam dunia politik dan pemerintahan, serta kemampuan untuk berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat, termasuk para ulama dan tokoh agama," katanya.
Karena itu, dalam menyambut muktamar mendatang, fokus seharusnya tertuju pada visi, misi, dan program kerja yang ditawarkan oleh para calon ketua umum. Menurut dia, pengalaman dan kapasitas Muhamad Mardiono dalam memimpin partai selama ini menjadi modal berharga yang patut diperhitungkan.
Kualitas kepemimpinan sejati diukur dari kemampuan membawa kemaslahatan bagi partai dan umat, bukan sekadar dari satu aspek saja. Keputusan akhir ada di tangan para peserta Muktamar, yang diharapkan dapat memilih pemimpin terbaik berdasarkan rekam jejak dan kapabilitasnya secara menyeluruh.
Di tengah dinamika politik nasional, kepemimpinan Muhamad Mardiono di PPP berhasil menunjukkan hasil yang nyata, terutama di tingkat regional. Dia mengungkapkan salah satu bukti konkretnya adalah keberhasilan partai dalam meningkatkan jumlah kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota (DPRK) di Aceh.
"Peningkatan ini tidak hanya mencerminkan soliditas internal partai, tetapi juga menunjukkan adanya kepercayaan publik yang kembali tumbuh di salah satu lumbung suara tradisional PPP," katanya.
Hilman menuturkan terbukti peningkatan perolehan kursi di tingkat provinsi dan tingkat kabupaten/kota (DPRD) jika ditotal secara keseluruhan perolehan suara PPP mencapai lebih dari 8 juta suara, tetapi sayangnya tidak berbanding lurus dengan perolehan suara pada tingkat pusat untuk DPR yang dibatasi dengan ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold.
"Peningkatan ini tidak lepas dari strategi efektif dalam mengelola dan mengonsolidasikan struktur partai dari tingkat pusat hingga daerah. Mardiono dinilai berhasil menjaga PPP tetap solid dan fokus pada tujuan utama, yaitu kembali menjadi kekuatan politik yang dominan. Kinerja ini menjadi modal penting untuk menghadapi Pemilu 2029," ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :