Perspektif Jelang Muktamar X PPP, Mardiono Dinilai Pemimpin Akomodatif
Selasa, 23 September 2025 - 20:10 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, kepemimpinan Mardiono telah membawa stabilitas dan soliditas di tubuh partai, terutama dalam menghadapi dinamika politik yang kompleks. "Di bawah kepemimpinannya, PPP berhasil menjaga kekompakan dan fokus pada agenda strategis partai," kata Wakil Ketua Umum Serikat Tani Islam Indonesia (2024-2029) ini.
Dia berpendapat prestasi ini menunjukkan bahwa integritas dan kemampuan manajerial seorang pemimpin jauh lebih krusial dalam menakhodai sebuah organisasi politik. "Kemampuan memimpin dan membawa partai ke arah yang lebih baik adalah tolok ukur utama yang seharusnya menjadi pertimbangan," ujar Ketua Lajnah Tanfidiyah Syarikat Islam (2021-2026) ini.
Menurut Hilman, seorang pemimpin harus mampu merangkul berbagai elemen, menyusun strategi politik yang efektif, dan menjaga muruah partai. "Mardiono telah membuktikan dirinya sebagai figur yang mampu melakukan hal tersebut. Dia memiliki rekam jejak yang kuat dalam dunia politik dan pemerintahan, serta kemampuan untuk berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat, termasuk para ulama dan tokoh agama," katanya.
Karena itu, dalam menyambut muktamar mendatang, fokus seharusnya tertuju pada visi, misi, dan program kerja yang ditawarkan oleh para calon ketua umum. Menurut dia, pengalaman dan kapasitas Muhamad Mardiono dalam memimpin partai selama ini menjadi modal berharga yang patut diperhitungkan.
Kualitas kepemimpinan sejati diukur dari kemampuan membawa kemaslahatan bagi partai dan umat, bukan sekadar dari satu aspek saja. Keputusan akhir ada di tangan para peserta Muktamar, yang diharapkan dapat memilih pemimpin terbaik berdasarkan rekam jejak dan kapabilitasnya secara menyeluruh.
Dia berpendapat prestasi ini menunjukkan bahwa integritas dan kemampuan manajerial seorang pemimpin jauh lebih krusial dalam menakhodai sebuah organisasi politik. "Kemampuan memimpin dan membawa partai ke arah yang lebih baik adalah tolok ukur utama yang seharusnya menjadi pertimbangan," ujar Ketua Lajnah Tanfidiyah Syarikat Islam (2021-2026) ini.
Menurut Hilman, seorang pemimpin harus mampu merangkul berbagai elemen, menyusun strategi politik yang efektif, dan menjaga muruah partai. "Mardiono telah membuktikan dirinya sebagai figur yang mampu melakukan hal tersebut. Dia memiliki rekam jejak yang kuat dalam dunia politik dan pemerintahan, serta kemampuan untuk berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat, termasuk para ulama dan tokoh agama," katanya.
Karena itu, dalam menyambut muktamar mendatang, fokus seharusnya tertuju pada visi, misi, dan program kerja yang ditawarkan oleh para calon ketua umum. Menurut dia, pengalaman dan kapasitas Muhamad Mardiono dalam memimpin partai selama ini menjadi modal berharga yang patut diperhitungkan.
Kualitas kepemimpinan sejati diukur dari kemampuan membawa kemaslahatan bagi partai dan umat, bukan sekadar dari satu aspek saja. Keputusan akhir ada di tangan para peserta Muktamar, yang diharapkan dapat memilih pemimpin terbaik berdasarkan rekam jejak dan kapabilitasnya secara menyeluruh.
Lihat Juga :