Reformasi Polri dan Ketegangan Senyap antara Kapolri dan Presiden
Selasa, 23 September 2025 - 07:14 WIB
loading...
A
A
A
Adanya peristiwa ini di saat Presiden sedang berada di luar negeri juga memiliki makna simbolik tersendiri. Dalam politik, waktu adalah pesan. Bisa saja ini dibaca sebagai upaya untuk memanfaatkan kevakuman simbolik di dalam negeri guna menyampaikan pesan bahwa Polri adalah institusi yang bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, tanpa perlu "disetir" dari luar.
Penutup
Reformasi Polri adalah isu strategis, bukan hanya bagi keamanan dalam negeri, tetapi juga untuk konsolidasi kekuasaan Presiden Prabowo. Jika reformasi dikuasai oleh internal Polri, maka perubahan akan cenderung bersifat kosmetik dan mempertahankan status quo. Namun, jika dikendalikan langsung oleh Presiden melalui Komite Independen, maka akan muncul potensi restrukturisasi yang lebih fundamental — dan tentu saja, menyentuh kepentingan banyak pihak di dalam institusi.
Kini, bola panas berada di tangan Presiden. Apakah ia akan mengafirmasi langkah Kapolri atau justru mempercepat pembentukan Komite Reformasi Polri untuk menunjukkan bahwa arah reformasi tetap di tangan pemimpin tertinggi negeri ini?
Satu hal yang pasti: dalam politik kekuasaan, siapa yang mengendalikan narasi — dialah yang mengendalikan arah.
Penutup
Reformasi Polri adalah isu strategis, bukan hanya bagi keamanan dalam negeri, tetapi juga untuk konsolidasi kekuasaan Presiden Prabowo. Jika reformasi dikuasai oleh internal Polri, maka perubahan akan cenderung bersifat kosmetik dan mempertahankan status quo. Namun, jika dikendalikan langsung oleh Presiden melalui Komite Independen, maka akan muncul potensi restrukturisasi yang lebih fundamental — dan tentu saja, menyentuh kepentingan banyak pihak di dalam institusi.
Kini, bola panas berada di tangan Presiden. Apakah ia akan mengafirmasi langkah Kapolri atau justru mempercepat pembentukan Komite Reformasi Polri untuk menunjukkan bahwa arah reformasi tetap di tangan pemimpin tertinggi negeri ini?
Satu hal yang pasti: dalam politik kekuasaan, siapa yang mengendalikan narasi — dialah yang mengendalikan arah.
(cip)
Lihat Juga :