Jihad Literasi dan Teknologi, Senjata Gen Z Melawan Radikalisme

Kamis, 18 September 2025 - 22:04 WIB
loading...
Jihad Literasi dan Teknologi,...
Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Zuly Qodir. FOTO/IST
A A A
YOGYAKARTA - Generasi Z yang lahir pada rentang 1997–2012 dikenal kritis, melek teknologi, dan mudah beradaptasi dengan perubahan zaman. Namun di balik keunggulan tersebut, mereka juga rapuh terhadap tekanan dan provokasi, yang jika tidak dikelola dengan baik, maka dapat menjadi sasaran empuk narasi eksploitatif termasuk anarkisme, ekstremisme dan radikalisme.

Sosiolog sekaligus Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Zuly Qodir menegaskan bahwa kerentanan ini bukan kelemahan mutlak, melainkan bentuk empati mendalam terhadap ketidakadilan. Energi besar Gen Z, kata dia, perlu diarahkan ke saluran yang tepat agar tidak jatuh ke tangan kelompok yang menyebarkan ideologi destruktif.

"Generasi Z memang rapuh dalam menghadapi tantangan serius, tetapi mereka memiliki daya jelajah luar biasa. Di sinilah peran pendamping menjadi penting," kata Zuly dalam diskusi di Yogyakarta, Selasa (16/9/2025).

Menurutnya, keterbatasan orang tua mendampingi anak membuat Gen Z kerap mencari sosok lain yang dianggap sebagai teladan, baik teman sebaya maupun figur publik. Jika pendamping ini tepat, generasi muda bisa berkembang positif. Namun bila salah, mereka bisa terjerumus dalam arus radikalisme.

Zuly menekankan bahwa tantangan bangsa saat ini bukan lagi perang fisik, melainkan pertarungan asimetris di ruang digital, di mana kelompok ekstremis sangat militan dan terorganisir dalam menyebarkan propaganda kekerasan. Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk berjihad melalui literasi, penguasaan teknologi, dan penyebaran informasi yang meneguhkan moderasi beragama serta semangat kebangsaan.

"Jangan sampai mereka yang moderat enggan bersuara di media sosial. Jika dibiarkan, narasi kekerasan bisa lebih dominan dibandingkan narasi perdamaian," katanya.

Untuk membangun daya tahan Gen Z terhadap propaganda ekstremisme, Zuly menyerukan kolaborasi lintas sektor – pemerintah, masyarakat sipil, organisasi keagamaan, dan komunitas – agar anak muda tidak mudah tereksploitasi atau mengidolakan tokoh menyimpang.

Penulis buku Citizen Conservatism and Post Islamism: Political Contestation in Indonesia Post New Order ini menegaskan, masa depan Indonesia yang damai ada di tangan generasi muda. Karena itu, negara harus proaktif memitigasi ideologi transnasional yang berpotensi merusak moral bangsa.

"Pemerintah bisa memblokir akun-akun provokatif yang menyebarkan kebencian dan perpecahan. Dalam perang melawan radikalisme di dunia maya, literasi dan teknologi adalah senjata utama Gen Z," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Emas 2045...
Indonesia Emas 2045 Taruhannya: Ketika Pundak Gen Z Rapuh Tanpa Jangkar Moral
Bahas RUU Polri, Pemerintah...
Bahas RUU Polri, Pemerintah Perkuat Pengawasan Internal dengan Pemanfaatan Teknologi
Densus Ungkap 247 Anak...
Densus Ungkap 247 Anak Terpapar Radikalisme dan Kekerasan Sepanjang 2026
Ekonomi Digital dan...
Ekonomi Digital dan Pendidikan: Peluang Besar atau Ancaman Baru?
Kolaborasi PKSS dan...
Kolaborasi PKSS dan Kemnaker Perluas Kesempatan Kerja bagi Gen Z
Sinergi Sekolah-Densus...
Sinergi Sekolah-Densus 88: Perkuat Guru sebagai Lini Terdepan Pelindung Remaja dari Radikalisme
Gagas Forum Dialog,...
Gagas Forum Dialog, AHY Ajak Profesor dan Gen Z Rumuskan Masa Depan Indonesia
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Tren Wewangian Gen Z:...
Tren Wewangian Gen Z: Ekspresi Diri Melalui Pilihan Aroma Harian
Rekomendasi
MNC University Bersama...
MNC University Bersama MNC Peduli Salurkan 2 Ton Beras untuk Warga Kelurahan Kebon Sirih
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Berita Terkini
Sinergi BPJS dan Kejaksaan...
Sinergi BPJS dan Kejaksaan Agung, Jaga Keberlangsungan JKN
Uya Kuya Jadi Ketua...
Uya Kuya Jadi Ketua DPW DKI Jakarta Gantikan Eko Patrio, PAN Ungkap Alasannya
Pekan Raya Jakarta 2026...
Pekan Raya Jakarta 2026 Belum Humanis bagi Pengunjungnya
Ahmad Ali Beberkan Alasan...
Ahmad Ali Beberkan Alasan Jokowi Turun Langsung Keliling Daerah
Lima Korban SPPI dan...
Lima Korban SPPI dan Momentum Membenahi Program Bela Negara bagi Sipil
Pilihan Praperadilan...
Pilihan Praperadilan untuk Roy Suryo dan Sidang untuk dr Tifa dalam Polemik Ijazah Jokowi
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved