Jihad Literasi dan Teknologi, Senjata Gen Z Melawan Radikalisme
Kamis, 18 September 2025 - 22:04 WIB
loading...
A
A
A
"Jangan sampai mereka yang moderat enggan bersuara di media sosial. Jika dibiarkan, narasi kekerasan bisa lebih dominan dibandingkan narasi perdamaian," katanya.
Untuk membangun daya tahan Gen Z terhadap propaganda ekstremisme, Zuly menyerukan kolaborasi lintas sektor – pemerintah, masyarakat sipil, organisasi keagamaan, dan komunitas – agar anak muda tidak mudah tereksploitasi atau mengidolakan tokoh menyimpang.
Penulis buku Citizen Conservatism and Post Islamism: Political Contestation in Indonesia Post New Order ini menegaskan, masa depan Indonesia yang damai ada di tangan generasi muda. Karena itu, negara harus proaktif memitigasi ideologi transnasional yang berpotensi merusak moral bangsa.
"Pemerintah bisa memblokir akun-akun provokatif yang menyebarkan kebencian dan perpecahan. Dalam perang melawan radikalisme di dunia maya, literasi dan teknologi adalah senjata utama Gen Z," katanya.
Untuk membangun daya tahan Gen Z terhadap propaganda ekstremisme, Zuly menyerukan kolaborasi lintas sektor – pemerintah, masyarakat sipil, organisasi keagamaan, dan komunitas – agar anak muda tidak mudah tereksploitasi atau mengidolakan tokoh menyimpang.
Penulis buku Citizen Conservatism and Post Islamism: Political Contestation in Indonesia Post New Order ini menegaskan, masa depan Indonesia yang damai ada di tangan generasi muda. Karena itu, negara harus proaktif memitigasi ideologi transnasional yang berpotensi merusak moral bangsa.
"Pemerintah bisa memblokir akun-akun provokatif yang menyebarkan kebencian dan perpecahan. Dalam perang melawan radikalisme di dunia maya, literasi dan teknologi adalah senjata utama Gen Z," katanya.
(abd)
Lihat Juga :