Politik Hukum Perampasan Aset

Jum'at, 12 September 2025 - 08:18 WIB
loading...
Politik Hukum Perampasan...
Romli Atmasasmita. Foto/Istimewa
A A A
Romli Atmasasmita

RUU Perampasan Aset telah disetujui dan disahkan menjadi bagian dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2025 yang merupakan imbas 17+8 Tuntutan Rakyat yang telah disampaikan sekelompok masyarakat di hadapan DPR RI. Kita patut bersyukur bahwa pemerintah dan DPR RI telah memasukkannya ke dalam Prolegnas 2025, dengan harapan terbesar dapat mengurangi korupsi di Indonesia dengan tujuan menciptakan kesejahteraan bagi 270 juta jiwa penduduk Indonesia.

Di dalam Draf RUU Perampasan Aset terdapat ketentuan baru yang berbeda secara fundamental dengan pendekatan yang lazim digunakan di dalam sistem perundang-undangan di Indonesia, yaitu pendekatan yang dikenal dalam referensi pencegahan dan pemberantasan korupsi transnasional yaitu, In Rem Forfeiture(IRF) atau Perampasan Aset atas Harta Kekayaan tanpa harus melalui putusan pengadilan pidana atau penghukuman (terhadap subjek pemiliknya) melainkan yang disasar adalah harta kekayaan yang tidak dapat dibuktikan keabsahan kepemilikan oleh setiap orang terutama pemangku jabatan negara dari tingkat pusat sampai di daerah-daerah kota/kabupaten.

Pendekatan IRF telah dipraktikkan dalam proses peradilan di Australia dan negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Pendekatan itu berhasil mencegah dan mengatasi potensi korupsi atau penumpukan harta kekayaan secara tidak sah dan bertentangan dengan kepatutan yang berlaku dalam masyarakat. Di dalam RUU Perampasan Aset telah diatur mengenai beberapa ketentuan penting selain definisi-definisi istilah-istilah kunci seperti aset, perampasan, prosedur penelusuran, pemblokiran, penyitaan, dan perampasan aset. Ada juga wewenang pengadilan dan pengajuan oleh Jaksa Pengacara Negara (JPN), dan kerja sama internasional dalam pengembalian aset lintas batas negara.

Baca Juga: DPR dan Pemerintah Sepakati RUU Perampasan Aset Rampung di 2025

Merujuk pada ketentuan yang bersifat strategis dan relatif baru dalam sistem hukum dan sistem peradilan di Indonesia, dapat dikatakan bahwa pemberlakuan UU Perampasan Aset memerlukan tenggang waktu yang cukup, khususnya untuk meluaskan pemahamannya terutama di kalangan praktisi hukum termasuk advokat, sehingga dapat dicegah kemungkinan efek samping negatif di dalam pelaksanaan UU Perampasan Aset. Apalagi, mengingat praktik peradilan pidana selama ini belum menunjukkan perubahan penting, baik dalam sikap dan perilaku aparatur hukum maupun praktisi hukum pada umumnya.

Masalah efek samping negatif ini belum tertata baik di dalam RUU Perampasan Aset, sehingga memerlukan kecermatan di dalam pembahasannya nanti di DPR RI. Ada baiknya sejak saat ini Badan Legislasi DPR RI telah mempersiapkan kajian masalah hukum yang terdapat di dalam RUU Perampasat Aset, sehingga kemungkinan alotnya diskusi dalam pembahasan RUU nanti tidak menghambat efisiensi waktu, tenaga, dan biaya yang harus dikeluarkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hasil Perampasan Aset...
Hasil Perampasan Aset Diurus Badan Khusus, Komisi III DPR: Perlu Ada Tim Pengawasan
Judul RUU Perampasan...
Judul RUU Perampasan Aset Diubah Menjadi RUU Pemulihan Aset? Ini Pandangan Pakar Hukum Pidana
Tim 9 Dinilai Jadi Harapan...
Tim 9 Dinilai Jadi Harapan Penuntasan Kasus Febrie Adriansyah
Teka-teki Silang Perkara...
Teka-teki Silang Perkara Pidana Eks Jampidsus
Nanik S Deyang Tidak...
Nanik S Deyang Tidak Hadiri Rapat Laporan Keuangan BGN di Komisi IX DPR
Pembahasan RUU Perampasan...
Pembahasan RUU Perampasan Aset Digeber, Legislator PDIP: Segera Kita Rampungkan
Tepis Hoaks Menolak,...
Tepis Hoaks Menolak, DPR Kebut RUU Aset
HUKUM MATI! DPR RI Geram,...
HUKUM MATI! DPR RI Geram, Sebut Korupsi Eks Jampidsus Sangat Memalukan
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak dari Tugu 12 Mei Reformasi Menuju Gedung DPR
Rekomendasi
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
Legenda Liverpool Kevin...
Legenda Liverpool Kevin Keegan Meninggal Dunia di Usia 75 tahun
Nico Williams Hadiahkan...
Nico Williams Hadiahkan Medali Emas Piala Dunia 2026 untuk Sang Ibunda
Berita Terkini
Heboh Kipas Angin Rp1,8...
Heboh Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes, KPK Ingatkan Pengadaan Barang Titik Rawan Korupsi
Komisi I DPR Setujui...
Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Nurul Arifin: Perkuat Pertahanan dan Tingkatkan Daya Gentar
Hasil Perampasan Aset...
Hasil Perampasan Aset Diurus Badan Khusus, Komisi III DPR: Perlu Ada Tim Pengawasan
Judul RUU Perampasan...
Judul RUU Perampasan Aset Diubah Menjadi RUU Pemulihan Aset? Ini Pandangan Pakar Hukum Pidana
96 Perwira Duduki Jabatan...
96 Perwira Duduki Jabatan Strategis di Bareskrim pada Mutasi Juni 2026, Ini Namanya
Prabowo Minta Tindakan...
Prabowo Minta Tindakan Tegas Terhadap Penyelewengan Tak Merusak Stabilitas Nasional
Infografis
Judi Politik Elon Musk:...
Judi Politik Elon Musk: Tesla Bakar Uang Rp1.100 Triliun Usai Umumkan Partai Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved