Soal Kebijakan PSBB, Politikus PDIP Minta Jokowi Harus Jadi Dirigen

Jum'at, 11 September 2020 - 16:12 WIB
loading...
Soal Kebijakan PSBB,...
Anggota Komisi IX DPR Muchamad Nabil Haroen. Foto/SINDOnews/Rakhmatulloh
A A A
JAKARTA - Keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang mulai pada Senin 14 September mendatang menjadi polemik. Banyak yang mendukung kebijakan tersebut, adapula yang menunjukkan ketidaksetujuan dengan PSBB jilid II ini.

Anggota Komisi IX DPR Muchamad Nabil Haroen berpendapat, PSBB yang berlaku Senin mendatang seharusnya merupakan kebijakan komprehensif. Harus terkoordinasi dengan daerah-daerah sekitarnya, yakni Bogor, Depok, Bekasi, dan kawasan Tangerang.

"Dengan demikian, kebijakan DKI Jakarta seharusnya terkoordinasi dengan Pemprov Banten dan Jawa Barat. Maka dalam konteks ini, karena DKI Jakarta secara geografis sangat unik, terkait dengan kantor pemerintagan dan sentra ekonomi maka koordinasi agar kebijakan terkoneksi dengan kawasan sekitarnya menjadi sangat penting," tutur politikus PDIP yang biasa disapa Gus Nabil dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/9/2020).(Baca juga: Kabupaten Bekasi Ogah Tiru Kebijakan Jakarta PSBB Total )

Selain itu, kata dia, pemerintah harus memastikan upaya "injak gas dan rem" dalam penanganan pandemi ini dikoordinasi oleh satu komando. Tujuannya agar kebijakan daerah dan pusat bisa saling menguatkan.

Dia menegaskan, pemerintah pusat melalui Presiden Jokowi harus menjadi dirigen dalam setiap inisiasi yang diupayakan masing-masing unit, baik dari birokrasi maupun warga.

"Sehingga inisiasi yang ada menjadi orkestrasi kebijakan dan program penanganan pandemi yang komprehensif," kata Gus Nabil.(Baca juga: Soal PSBB di DKI, Satgas: Mundur Satu Langkah untuk Melangkah ke Depan )
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KLH Bakal Pidanakan...
KLH Bakal Pidanakan Pelanggar Tata Kelola Sampah di TPST Bantargebang
13 Orang Jadi Korban...
13 Orang Jadi Korban Longsor Bantar Gebang, Menteri LH Bakal Denda dan Pidana Pengelola
Multi Pemangku Kepentingan...
Multi Pemangku Kepentingan untuk Jaga Jakarta Bersih
Curah Hujan Tinggi,...
Curah Hujan Tinggi, Prabowo Minta Operasi Modifikasi Cuaca di Jabodetabek Ditambah
IGA 2025 Resmi Dibuka,...
IGA 2025 Resmi Dibuka, Kepala BSKDN Tekankan Pentingnya Replikasi Inovasi
2,9 Juta Kendaraan Diprediksi...
2,9 Juta Kendaraan Diprediksi Keluar Jakarta saat Nataru, Korlantas: Meningkat 12,2%
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
Rekomendasi
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: ‘Anda Curang atau Bodoh’
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
Berita Terkini
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Said Iqbal Bakal Dilantik...
Said Iqbal Bakal Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Sore Ini
Korlantas Polri Tunda...
Korlantas Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Hari Ini Presiden Akan...
Hari Ini Presiden Akan Menerima Surat Kepercayaan dari Dubes Negara Sahabat
BNPP Raih Peningkatan...
BNPP Raih Peningkatan Signifikan Capaian Reformasi Birokrasi 2025 dari Kemenpan RB
Infografis
UU DKJ Diteken Jokowi,...
UU DKJ Diteken Jokowi, Jakarta Tak Lagi Jadi Ibu Kota Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved