Ledakan Aksi Massa di Penghujung Agustus, dari Ketidakadilan Struktural, Beban Hidup, dan Tragedi Affan

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 14:50 WIB
loading...
A A A
Esensi dari demonstrasi-demonstrasi akhir Agustus 2025 adalah letupan dari kontradiksi sosial yang menumpuk, dari fasilitas elite DPR versus beban rakyat, kenaikan pajak versus PHK massal, tragedi Affan Kurniawan versus lemahnya penegakan hukum. Semua itu menghasilkan amarah kolektif yang terekspresikan dalam aksi massa. Demonstrasi dan bahkan kerusuhan adalah cermin dari lemahnya mekanisme demokrasi formal, di mana rakyat merasa tidak lagi memiliki saluran aspirasi yang sah.

Jika negara tidak segera membenahi ketidakadilan struktural, mempertegas penegakan hukum tanpa pandang bulu, dan membuka ruang dialog yang sejati, maka siklus aksi massa anarkis akan terus berulang. Sebaliknya, keberanian negara untuk hadir sebagai pelindung rakyat, bukan hanya elite, akan menjadi kunci meredam krisis legitimasi ini. Dengan demikian di balik setiap kerusuhan ada struktur yang gagal, dan di balik setiap kemarahan massa ada tuntutan akan keadilan yang tak kunjung terjawab.

Pada akhirnya, rangkaian demonstrasi di penghujung Agustus 2025 harus dibaca sebagai tanda bahaya bagi demokrasi dan keadilan sosial di Indonesia. Aksi-aksi itu bukan sekadar luapan emosi sesaat, melainkan refleksi dari krisis yang lebih dalam, yakni ketidaksetaraan yang dibiarkan, hukum yang dipersepsikan timpang, serta saluran aspirasi rakyat yang mandek.

Tragedi Affan Kurniawan menjadi simbol kolektif tentang rapuhnya perlindungan bagi mereka yang berada di lapisan paling rentan masyarakat, sekaligus menyingkap wajah negara yang absen dalam memberikan rasa aman dan keadilan. Ketika elite justru menikmati fasilitas mewah dan berjarak dari penderitaan rakyat, wajar bila politik jalanan menjadi satu-satunya ruang ekspresi yang tersisa.

Namun, ledakan amarah kolektif ini juga menyimpan pesan konstruktif, bahwa rakyat menuntut negara untuk kembali ke fungsinya yang paling hakiki, yakni hadir bagi semua, bukan hanya bagi segelintir elite. Jika pemerintah dan institusi negara berani menanggapi tuntutan dengan keadilan substantif berupa menegakkan hukum tanpa pandang bulu, membenahi kebijakan ekonomi yang menindas, dan membuka dialog yang tulus dengan masyarakat, maka siklus kekerasan dan anarkisme dapat diputus.

Tetapi jika tuntutan ini terus diabaikan, maka krisis legitimasi hanya akan semakin dalam. Sebab, setiap kerusuhan adalah cermin dari struktur sosial yang gagal, dan setiap kemarahan massa adalah jeritan panjang atas keadilan yang ditunda.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
TPF LN HAM Dalami Unsur...
TPF LN HAM Dalami Unsur Sistematis Kericuhan Unjuk Rasa Agustus 2025
Admin Instagram Bekasi...
Admin Instagram Bekasi Menggugat Divonis 7 Bulan Penjara di Kasus Demo Agustus 2025
Vonis Bebas Delpedro...
Vonis Bebas Delpedro Cs Bukanlah Garis Akhir
Delpedro Cs Divonis...
Delpedro Cs Divonis Bebas, Yusril: Saya Minta Jaksa Tak Berteori Putusan Bebas Murni untuk Alasan Ajukan Kasasi
Polisi Sebut Demo di...
Polisi Sebut Demo di Bundaran HI Tidak Sesuai Aturan, Begini Respons BEM UI
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Rekomendasi
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Berita Terkini
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Noel Divonis 4,5 Tahun...
Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara, KPK Tidak Ajukan Banding
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved