Potong Gaji Pejabat Publik: Belajar dari Muhammadiyah

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 08:04 WIB
loading...
Potong Gaji Pejabat...
Prof Dr Bambang Setiaji, Ketua Diktilitbang PP Muhammadiyah. Foto/Dok. SindoNews
A A A
Prof Dr Bambang Setiaji
Ketua Diktilitbang PP Muhammadiyah

MINGGU lalu kami menulis kenapa kelesuan ekonomi rakyat tidak terbaca? BPS mengeluarkan pertumbuhan 5,2% dan DPR meningkatkan pendapatan melalui berbabagai tunjangan. Pajak pajak dari rakyat terutama PBB di berbagai daerah naik berlipat lipat dan sudah memicu kemarahan sebelumnya di Pati dan berbagai daerah.

Hari hari ini protes ke DPR sangat besar. Tewasnya almarhum Affan Kurniawan menambah sakit rakyat yang sering nasibnya diabaikan dalam berhubungan dengan elite ekonomi, politik, dan aparat. Kepolisian adalah salah satu lembaga yang sering berhadapan dengan rakyat di fihak elite ekonomi dan politik.

Untuk menghadapi kemarahan rakyat ini sebaiknya presiden mengumumkan keberfihakan dan empati kepada rakyat. Salah satunya dengan mengumumkan pemotongan gaji. Menjadi pejabat publik adalah masa pengabdian bukan masa mencari kekayaan.

Praktik Baik Pemotongan Gaji
Ada praktik baik para pelayan publik di negara ini, sebutkan Muhammadiyah yang disebut di berbagai media salah satu lembaga paling kaya. Seluruh pejabat Muhammadiyah tidak digaji.

Saat menjadi dosen atau dokter, pemimpin rumah sakit atau perguruan tinggi di Muhammadiyah mereka digaji, akan tetapi saat terpilih memipin organisasi, mereka tidak digaji lagi. Dengan demikian menjadi pejabat hendaknya disetting untuk benar benar mengabdi kepada umat, masyarakat, bangsa, dan negara.

Data berikut praktik baik pemotongan gaji sebagai bentuk empati kepada kesulitan ekonomi rakyat. 1. Selandia Baru (2020) PM dan menteri potong gaji 20% (solidaritas pandemi). 2. Singapura (2020) presiden, menteri, anggota parlemen potong 1–3 bulan gaji (pandemi). 3. India (2020) Anggota parlemen dan menteri potong 30% (pandemi).

4. Jepang (2011) Anggota parlemen potong gaji 6 bulan (bencana tsunami dan gempa). 5. Irlandia (2009) PM dan menteri potong gaji 15–20% (krisis finansial global). 6. Portugal (2010) Pejabat senior potong 5% (defisit fiskal/Eurozone crisis).

7. Spanyol (2010-2012) pegawai dan pejabat publik potong 5% + hapus bonus (krisis Eurozone). 8. Meksiko (2018) presiden dan pejabat tinggi potong besar (60% untuk presiden) sebagai simbol austerity dan anti-korupsi. 9. Kenya (2013) presiden dan anggota parlemen dipotong gaji (respon kemarahan publik atas beban negara).

Belajar dari Muhammadiyah yang bukan saja dipotong, begitu mengemban tugas mengemudi organisasi tidak lagi diberi tunjangan jabatan sebagaimana saat memimpin amal usaha (kampus, atau RS). Apa yang dipelajari yaitu bagaimana menanamkan heroisme melayani dan memajukan bangsa.

Hanya orang orang yang sudah selesai sebaiknya berada pada posisi itu. Jika masih muda memang mereka mereka yang terpanggil untuk mengabdi kepada ba gsa dan negara. Heroisme ini harus terwujud dalam sistem yang nyata dan terbaca oleh rakyat.

Jadi belalajar dari Muhammadiyah adalah bagaimana memandang jabatan publik. Jika belajar dari Muhammadiyah terlalu heroik maka belajarlah dari berbagai negara sebagaimana data di atas. Semoga kemarahan rakyat mereda.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkes Ungkap Ada Gap...
Menkes Ungkap Ada Gap Tinggi Penghasilan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, di Mahakam Ulu Rp80 Juta
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Badan Gizi Nasional...
Badan Gizi Nasional dan Reduksi Orkestrasi Pemenuhan Gizi
Ungkap Penyebab Gaji...
Ungkap Penyebab Gaji Guru Tidak Naik, Prabowo: Uangnya Nggak Ada
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Gaji ke-13 Sudah Cair...
Gaji ke-13 Sudah Cair ke 5,5 Juta Penerima, Pemerintah Kucurkan Rp24,05 Triliun
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez, Ronaldo Terkaya! 
Rekomendasi
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
8 Bank Bangkrut Sepanjang...
8 Bank Bangkrut Sepanjang Januari-Juni 2026, Ini Daftarnya
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan...
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan Produk Turunan Kakao EastFood Indonesia 2026
Berita Terkini
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved