Penegakan Hukum dan Pembangunan Ekonomi

Senin, 25 Agustus 2025 - 06:55 WIB
loading...
A A A
Prinsip check and balances menegaskan pentingnya lembaga legislatif sebagai pengawas agar kekuasaan eksekutif tidak berjalan secara absolut dan kebijakan publik tetap berpihak pada kepentingan rakyat. Melalui fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran, parlemen dapat mengarahkan pemerintah dalam menetapkan skala prioritas pembangunan sesuai aspirasi masyarakat.

Artinya, keberadaan lembaga perwakilan tidak hanya menjadi sarana demokrasi, tetapi juga instrumen penting dalam menjaga akuntabilitas publik dan legitimasi kebijakan.

Pasalnya, meskipun mekanisme kelembagaan telah dibangun, efektivitas pembangunan ekonomi tetap bergantung pada kepatuhan masing-masing aktor dalam menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya. Apabila salah satu pelaku, baik pemerintah, industri, maupun masyarakat, melakukan fraud, korupsi, atau bentuk penyimpangan lainnya, maka sistem ekonomi akan mengalami distorsi.

Penyalahgunaan kewenangan, manipulasi pasar, atau pengabaian kewajiban sosial dapat menimbulkan ketidakadilan, mengurangi kepercayaan publik, serta menghambat pencapaian tujuan pembangunan. Kondisi ini menunjukkan bahwa keberlangsungan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh regulasi formal, tetapi juga oleh integritas moral dan kepatuhan hukum setiap pelaku ekonomi.

Jika fungsi dasar para pelaku ekonomi tidak dijalankan sebagaimana mestinya, maka pencapaian tujuan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat akan sulit diwujudkan. Pembangunan yang ideal menuntut adanya sinergi antara pemerintah sebagai regulator dan fasilitator, parlemen sebagai pengawas sekaligus penyambung aspirasi rakyat, industri sebagai motor pertumbuhan, serta masyarakat sebagai penerima manfaat sekaligus partisipan aktif.

Teori good governance menekankan bahwa keterlibatan seluruh aktor secara transparan, akuntabel, dan partisipatif merupakan syarat utama bagi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Kegagalan salah satu pihak dalam menjalankan perannya tidak hanya mengurangi efektivitas kebijakan, tetapi juga berpotensi memperdalam ketimpangan.

Oleh karenanya, keterpaduan fungsi kelembagaan dan komitmen etis seluruh aktor menjadi fondasi penting bagi terwujudnya pembangunan ekonomi yang berkeadilan. Bagi Indonesia, keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, parlemen, industri, dan masyarakat dalam kerangka pemerintahan demokratis dan desentralisasi.

Tantangan seperti korupsi, lemahnya penegakan hukum, dan ketimpangan sosial-ekonomi menunjukkan perlunya penguatan fungsi kelembagaan dan komitmen etis setiap aktor. Sebab itu, penguatan fungsi parlemen sebagai lembaga pengawas, konsistensi pemerintah dalam menegakkan hukum, kepatuhan industri terhadap regulasi, serta partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan untuk menjamin keberlangsungan pembangunan yang inklusif.

Integrasi nilai akuntabilitas, transparansi, dan keadilan ke dalam kerangka hukum pun menjadi syarat mutlak agar pembangunan nasional tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu mewujudkan kesejahteraan sosial yang merata dan berkelanjutan. Semoga.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hari Anti Narkotika...
Hari Anti Narkotika Internasional, YAKITA Dorong Sinergi Penegakan Hukum, Rehabilitasi, dan Peran Keluarga
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Bareskrim Didesak Pulihkan...
Bareskrim Didesak Pulihkan Hak Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Syariah Indonesia
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
GAPKI: Pengawasan Ekspor...
GAPKI: Pengawasan Ekspor Sawit Sudah Ketat, Kuncinya Penegakan Hukum
Peneliti MPSI: PSN Wanam...
Peneliti MPSI: PSN Wanam Jadi Penggerak Kemajuan Papua Selatan dan Ketahanan Pangan
Rekomendasi
Spanyol Gunduli Austria,...
Spanyol Gunduli Austria, Mikel Oyarzabal Cetak Brace
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
UEFA Tolak Aturan Kartu...
UEFA Tolak Aturan Kartu Merah Pemain Tutup Mulut
Berita Terkini
Deteksi Dini Kanker...
Deteksi Dini Kanker Serviks, DWP BNPP RI Gelar Pemeriksaan Pap Smear Gratis
Raih Bisnis Indonesia...
Raih Bisnis Indonesia Award 2026, Angela: MNC Digital Terus Berinovasi di Tengah Tantangan yang Ada
3 Irjen Pol Dimutasi...
3 Irjen Pol Dimutasi Kapolri pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
Projo: Praperadilan...
Projo: Praperadilan Roy Suryo Tak Akan Batalkan Pokok Perkara
MNC Digital Entertainment...
MNC Digital Entertainment Raih Penghargaan Bisnis Indonesia Awards 2026 Kategori Media dan Hiburan
Kuasa Hukum Dokter Tifa...
Kuasa Hukum Dokter Tifa Tuding Dakwaan JPU Diskriminatif dan Ada Rekayasa Prosedur
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved