Penegakan Hukum dan Pembangunan Ekonomi

Senin, 25 Agustus 2025 - 06:55 WIB
loading...
Penegakan Hukum dan...
Candra Fajri Ananda, Wakil Ketua Badan Supervisi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Foto/Ist
A A A
Candra Fajri Ananda
Wakil Ketua Badan Supervisi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

PADA perspektif teori ekonomi kelembagaan (institutional economics), hukum dipandang sebagai kerangka fundamental yang memungkinkan aktivitas ekonomi berjalan secara teratur. North (1990) menegaskan bahwa institusi, termasuk hukum, berperan sebagai “aturan main” (rules of the game) yang mengatur interaksi antar pelaku ekonomi.

Tanpa kepastian hukum, mekanisme pasar tidak dapat berfungsi secara efisien karena biaya transaksi meningkat akibat ketidakpastian dan potensi oportunisme. Sehingga, hukum bukan sekadar perangkat normatif, melainkan prasyarat utama bagi terciptanya stabilitas, efisiensi, dan keberlanjutan dalam aktivitas ekonomi.

Selain itu, hukum pun tak hanya bersifat formal, tetapi juga merepresentasikan kerangka yang berisi norma, kesepakatan, dan etika yang disepakati masyarakat. Kerangka ini memberi legitimasi sekaligus batasan dalam aktivitas ekonomi agar berjalan sesuai prinsip keadilan dan keteraturan. Rousseau (1762) melalui teori kontrak sosial menjelaskan bahwa hukum lahir dari kesepakatan kolektif untuk menciptakan keteraturan bersama.

Artinya, hukum tidak semata-mata instrumen pengendali, tetapi juga refleksi atas nilai sosial dan etika yang menopang perilaku ekonomi.

Norma dan etika yang terinstitusionalisasi dalam hukum memiliki peran fundamental dalam menopang pembangunan ekonomi, karena keduanya menjadi dasar legitimasi yang mengarahkan perilaku ekonomi menuju keteraturan dan keadilan.

Hukum yang berlandaskan etika tidak hanya memberikan kepastian kontrak dan perlindungan hak kepemilikan, tetapi juga membangun rasa saling percaya antar pelaku ekonomi, yang pada gilirannya menurunkan biaya transaksi serta meminimalisasi risiko praktik oportunistik. Keberadaan sistem hukum yang adil dan konsisten menciptakan iklim usaha yang sehat, mendorong masuknya investasi, serta memperkuat stabilitas pasar.

Oleh sebab itu, hukum yang merefleksikan norma dan etika masyarakat tidak sekadar berfungsi sebagai instrumen regulatif, tetapi juga sebagai pilar institusional yang memungkinkan tercapainya pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama.

Ekonomi dalam Kerangka Aturan


Aktivitas ekonomi modern tidak dapat dilepaskan dari keterlibatan tiga aktor utama, yaitu masyarakat, industri, dan pemerintah, yang masing-masing memiliki fungsi berbeda namun saling melengkapi dalam menjaga keberlangsungan sistem ekonomi.

Masyarakat berperan sebagai konsumen sekaligus produsen yang menjalankan kegiatan ekonomi sehari-hari, industri menjadi motor penggerak melalui proses produksi dan distribusi, sementara pemerintah berperan sebagai pengatur dan penyeimbang kepentingan seluruh pihak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Refleksi 109 Tahun,...
Refleksi 109 Tahun, Generasi Muda Diminta Telaah Gagasan Prof. Soemitro Djojohadikusumo
Dilema Bank Indonesia:...
Dilema Bank Indonesia: Menjaga Rupiah demi Menjaga Masa Depan Ekonomi
Polri Tetapkan 13 Tersangka...
Polri Tetapkan 13 Tersangka Sepanjang 2026 Terkait Haji Ilegal
Kader Partai Berkarya...
Kader Partai Berkarya Diminta Mendukung Agenda Pembangunan Nasional
ICW Pertanyakan Komitmen...
ICW Pertanyakan Komitmen Pemerintah Tegakkan Hukum terhadap Peredaran Rokok Ilegal
Prabowo Sentil Eksportir...
Prabowo Sentil Eksportir Sawit hingga Batu Bara yang Simpan Uang di Luar Negeri
Polda Metro Jaya Tak...
Polda Metro Jaya Tak Bawa Seluruh Bukti di Sidang Praperadilan, TAUD: Hambat Penegakan Hukum
Doktor Hukum Trisakti...
Doktor Hukum Trisakti Soroti Minimnya Kepastian Hukum dalam Kepailitan BUMN
Komdigi Dorong Sinkronisasi...
Komdigi Dorong Sinkronisasi Penegakan Hukum Ruang Digital
Rekomendasi
Anneth Delliecia Antusias...
Anneth Delliecia Antusias Meriahkan Konser Tehillim - The Heart of Worship
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
Berita Terkini
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved