Pemimpin Strategis Bangun Kapasitas Kolektif demi Keberlangsungan Organisasi
Sabtu, 23 Agustus 2025 - 15:05 WIB
loading...
Seorang pemimpin harus berorientasi pada gambaran besar, arah yang jelas, dan kebernilaian tinggi untuk mendukung pertumbuhan serta keberlangsungan organisasi. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Seorang pemimpin harus berorientasi pada gambaran besar, arah yang jelas, dan kebernilaian tinggi untuk mendukung pertumbuhan serta keberlangsungan organisasi. Ada hal berkualitas yang diperjuangkan oleh seorang pemimpin strategis.
Hal ini disampaikan Direktur Kubik Leadership, Atok R Aryanto dalam Public Training Strategic Leadership yang diselenggarakan pada 20–21 Agustus 2025 di Jakarta. Puluhan pemimpin korporasi, mulai dari manajer hingga pemilik bisnis dari perusahaan nasional dan multinasional, mengikuti kegiatan tersebut.
"Seorang strategic leader ada hal kualitas yang harus diperjuangkan, di antaranya memiliki pandangan yang luas dan sistemik, pemimpin harus bertujuan menciptakan kebermanfaatan besar dan berorientasi membangun kapasitas kolektif," kata Atok yang dijuluki Master of Strategic Leadership dalam keterangannya dikutip, Sabtu (23/8/2025).
Ia menjelaskan, seorang strategic leader juga memiliki prinsip yang selalu dipegang teguh. "Keputusan tepat lahir dari melihat gambaran besar dan keterkaitannya, pertumbuhan bermakna, mengedepankan keberlanjutan dan dampak positif yang besar, keberlangsungan jangka panjang dibangun dari kekuatan kolektif," ujarnya.
Melengkapi sesi tersebut, Agni Shanti Mayangsari, Hearty Service Trainer Kubik Leadership, menyoroti pentingnya penerapan aksi nyata dalam kepemimpinan strategis. "Ada lima aksi kunci seorang strategic leader, salah satunya membaca dinamika untuk menginterpretasikan informasi sehingga dapat mengambil keputusan yang lebih cerdas, strategis, dan berbasis bukti," jelasnya.
Kubik Leadership juga menghadirkan Amalia Prabowo, Presiden Direktur ExportHub ID, sebagai pembicara tamu. Ia berbagi pengalaman mengenai pentingnya operational excellence.
"Keunggulan operasional bukan hanya soal efisiensi proses, tetapi lahir dari kolaborasi yang kuat, peran yang jelas, serta komitmen bersama untuk menghasilkan dampak berkelanjutan," ungkap Amalia.
Menutup rangkaian acara, Atok R. Aryanto mengajak perusahaan dan organisasi yang belum berkesempatan hadir untuk bekerja sama melalui program in-house training. "Middle management yang kuat akan menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan organisasi ke depan," tutupnya.
Hal ini disampaikan Direktur Kubik Leadership, Atok R Aryanto dalam Public Training Strategic Leadership yang diselenggarakan pada 20–21 Agustus 2025 di Jakarta. Puluhan pemimpin korporasi, mulai dari manajer hingga pemilik bisnis dari perusahaan nasional dan multinasional, mengikuti kegiatan tersebut.
"Seorang strategic leader ada hal kualitas yang harus diperjuangkan, di antaranya memiliki pandangan yang luas dan sistemik, pemimpin harus bertujuan menciptakan kebermanfaatan besar dan berorientasi membangun kapasitas kolektif," kata Atok yang dijuluki Master of Strategic Leadership dalam keterangannya dikutip, Sabtu (23/8/2025).
Ia menjelaskan, seorang strategic leader juga memiliki prinsip yang selalu dipegang teguh. "Keputusan tepat lahir dari melihat gambaran besar dan keterkaitannya, pertumbuhan bermakna, mengedepankan keberlanjutan dan dampak positif yang besar, keberlangsungan jangka panjang dibangun dari kekuatan kolektif," ujarnya.
Melengkapi sesi tersebut, Agni Shanti Mayangsari, Hearty Service Trainer Kubik Leadership, menyoroti pentingnya penerapan aksi nyata dalam kepemimpinan strategis. "Ada lima aksi kunci seorang strategic leader, salah satunya membaca dinamika untuk menginterpretasikan informasi sehingga dapat mengambil keputusan yang lebih cerdas, strategis, dan berbasis bukti," jelasnya.
Kubik Leadership juga menghadirkan Amalia Prabowo, Presiden Direktur ExportHub ID, sebagai pembicara tamu. Ia berbagi pengalaman mengenai pentingnya operational excellence.
"Keunggulan operasional bukan hanya soal efisiensi proses, tetapi lahir dari kolaborasi yang kuat, peran yang jelas, serta komitmen bersama untuk menghasilkan dampak berkelanjutan," ungkap Amalia.
Menutup rangkaian acara, Atok R. Aryanto mengajak perusahaan dan organisasi yang belum berkesempatan hadir untuk bekerja sama melalui program in-house training. "Middle management yang kuat akan menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan organisasi ke depan," tutupnya.
(abd)
Lihat Juga :