Motor Ducati Noel Ebenezer yang Disita KPK Bodong, Dibeli secara Off the Road
Jum'at, 22 Agustus 2025 - 19:40 WIB
loading...
Beberapa motor yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel. Foto/Isra Triansyah
A
A
A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) menyita satu motor dari Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel. Belakangan diketahui motor tersebut merek Ducati Scrambler .
Ketua KPK Setyo Budiyanto menyatakan, kendaraan tersebut belum memiliki surat-surat yang sah alias 'bodong'.
"Kalau nggak salah Bravo ya, B 2445 warna biru Ducati. Nah tapi itu sebenarnya pelat itu adalah pelat yang, jadi papernya belum ada, dibeli secara off the road," kata Setyo di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (22/8/2025).
Baca juga: OTT Noel Ebenezer, KPK Sita Puluhan Mobil hingga Motor Ducati
"Kalau nggak salah bulan April sudah dibeli, tapi sampai dengan sekarang belum dilakukan proses pengurusan untuk BPKB maupun STNK," sambungnya.
Setyo menduga, hal itu dilakukan guna menyamarkan kepemilikan motor tersebut. "Ini setidaknya juga mengindikasikan supaya tidak diketahui dulu kemudian dipasang pelat yang kosong gitu ya," ujarnya.
Lebih lanjut, Setyo menyatakan pihaknya masih mendalami perihal pemberi motor yang dimaksud. "Enggak tahu dapatnya dari mana, nanti akan didalami," ucapnya.
Ketua KPK Setyo Budiyanto menyatakan, kendaraan tersebut belum memiliki surat-surat yang sah alias 'bodong'.
"Kalau nggak salah Bravo ya, B 2445 warna biru Ducati. Nah tapi itu sebenarnya pelat itu adalah pelat yang, jadi papernya belum ada, dibeli secara off the road," kata Setyo di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (22/8/2025).
Baca juga: OTT Noel Ebenezer, KPK Sita Puluhan Mobil hingga Motor Ducati
"Kalau nggak salah bulan April sudah dibeli, tapi sampai dengan sekarang belum dilakukan proses pengurusan untuk BPKB maupun STNK," sambungnya.
Setyo menduga, hal itu dilakukan guna menyamarkan kepemilikan motor tersebut. "Ini setidaknya juga mengindikasikan supaya tidak diketahui dulu kemudian dipasang pelat yang kosong gitu ya," ujarnya.
Lebih lanjut, Setyo menyatakan pihaknya masih mendalami perihal pemberi motor yang dimaksud. "Enggak tahu dapatnya dari mana, nanti akan didalami," ucapnya.
(rca)
Lihat Juga :