Kabut Asap dan Covid-19 Tingkatkan Risiko Kematian, Greenpeace Singgung RUU Cipta Kerja
Jum'at, 11 September 2020 - 00:38 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, ia menilai para pemegang kekuasaan terdahulu sampai sekarang telah sangat meremehkan skala dampak karhutla terhadap kesehatan manusia. (Baca juga: Kebakaran Lahan di Rembang Meluas, Asap Mengganggu Warga)
“Setelah musim kebakaran yang menghancurkan pada 2015, angka resmi untuk jumlah korban tewas mencapai 24 nyawa. Sebaliknya, ahli epidemiologi memperkirakan puluhan ribu orang mengalami kematian dini,” tukasnya.
Berdasarkan dua studi yang dilakukan para peneliti dari Universitas Harvard di Amerika Serikat dan peneliti dari Universitas Birmingham (Inggris) dan Universitas Bern (Belanda), ditemukan bahwa sedikit peningkatan polusi udara saja sudah cukup untuk menaikkan tingkat kematian akibat Covid-19.
Studi dari tahun-tahun sebelumnya juga menunjukkan bahwa asap kebakaran hutan telah membahayakan kesehatan anak-anak di Indonesia. Bahkan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan bahwa buruknya kesehatan adalah penyebab tingginya kematian anak yang terinfeksi Covid-19.
Saat ini enam provinsi di Sumatera dan Kalimantan telah berstatus siaga darurat karhutla. Wabah Covid-19 dan karhutla berpotensi membawa penduduk di wilayah darurat tersebut ke jurang krisis kesehatan. (Baca juga: Jakarta Rem Darurat Covid-19, BPTJ: Transportasi Publik Tetap Berjalan Terbatas)
“Setelah musim kebakaran yang menghancurkan pada 2015, angka resmi untuk jumlah korban tewas mencapai 24 nyawa. Sebaliknya, ahli epidemiologi memperkirakan puluhan ribu orang mengalami kematian dini,” tukasnya.
Berdasarkan dua studi yang dilakukan para peneliti dari Universitas Harvard di Amerika Serikat dan peneliti dari Universitas Birmingham (Inggris) dan Universitas Bern (Belanda), ditemukan bahwa sedikit peningkatan polusi udara saja sudah cukup untuk menaikkan tingkat kematian akibat Covid-19.
Studi dari tahun-tahun sebelumnya juga menunjukkan bahwa asap kebakaran hutan telah membahayakan kesehatan anak-anak di Indonesia. Bahkan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan bahwa buruknya kesehatan adalah penyebab tingginya kematian anak yang terinfeksi Covid-19.
Saat ini enam provinsi di Sumatera dan Kalimantan telah berstatus siaga darurat karhutla. Wabah Covid-19 dan karhutla berpotensi membawa penduduk di wilayah darurat tersebut ke jurang krisis kesehatan. (Baca juga: Jakarta Rem Darurat Covid-19, BPTJ: Transportasi Publik Tetap Berjalan Terbatas)
Lihat Juga :