Berfatwa dengan Bijak di Era Artificial Intelligence

Senin, 18 Agustus 2025 - 06:19 WIB
loading...
A A A
Sebagai contoh, syarat keadilan bagi seorang mujtahid atau mufti jelas tidak mungkin terealisasi dalam kecerdasan buatan. Oleh karena itu, keberadaan para mufti dan lembaga fatwa merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari, agar setiap fatwa dan keputusan fikih ada pihak yang bertanggung jawab, baik di hadapan manusia maupun di hadapan Allah SWT..

Mesin tidak dapat dibebani tanggung jawab. Oleh karena itu, apabila ada kehebatan mesin dalam mengeluarkan fatwa atau hukum yang disandarkan pada syariat Allah Swt., maka keabsahannya tetap harus bergantung pada seorang yang cakap untuk memikul tanggung jawab, dan orang tersebut tentu haruslah manusia.

Bahkan, seorang yang belum baligh, meskipun memiliki seluruh perangkat dan syarat ijtihad, pendapat serta fatwanya tidak dapat diterima karena ia belum menjadi mukallaf. Maka, pendapatnya sama sekali tidak dianggap, sebab ia tidak memikul beban hukum dan tanggung jawab.

Jika hal ini berlaku pada akal manusia yang belum memenuhi syarat tanggung jawab, maka hal yang sama berlaku pula bagi AI: ia tidak mungkin diberikan tanggung jawab secara independen sebagai seorang mujtahid atau mufti.

Kecerdasan buatan dapat menjadi sarana yang sangat efektif dalam membantu para peneliti dan ulama melakukan analisis fikih yang lebih akurat dan komprehensif. Ia juga dapat menyediakan wadah untuk dialog dan diskusi.

Melalui teknologi kecerdasan buatan, informasi dapat dihimpun dan dimanfaatkan untuk menganalisis teks-teks Islam serta merumuskan prinsip-prinsip syar‘i yang relevan. Dengan bantuan kecerdasan buatan, para ulama dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas terhadap hukum-hukum Islam yang terkandung di dalamnya, sekaligus menganalisis teks-teks tersebut dengan lebih cepat dan akurat.

Kesimpulannya, penggunaan kecerdasan buatan masih belum tepat untuk dijadikan sebagai sarana pemberi fatwa, sebab fatwa hanya boleh dikeluarkan oleh orang yang benar-benar memiliki kompetensi untuk mengeluarkannya.

Sangat penting bagi kaum Muslim yang terlibat dalam pengembangan maupun penggunaan kecerdasan buatan untuk mendekatinya dalam kerangka etika yang berakar pada prinsip-prinsip Islam, sehingga penggunaannya tetap terarah pada kebaikan, menghormati nilai-nilai moral, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Dengan cara ini, Islam dapat dihubungkan dengan kecerdasan buatan secara bijak, yang pada akhirnya menghasilkan kemajuan yang bermanfaat bagi individu maupun masyarakat secara keseluruhan.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AI Ubah Cara Mengelola...
AI Ubah Cara Mengelola Proyek, Kompetensi Project Manager Tetap Jadi Kunci Kepemimpinan
Airlangga Bertolak ke...
Airlangga Bertolak ke Shanghai Tanda Tangani Pendirian WAICO
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Prabowo Ingatkan Ancaman...
Prabowo Ingatkan Ancaman AI: Hati-hati, Digunakan untuk Memecah Belah
AMSI Ungkap Fenomena...
AMSI Ungkap Fenomena AI Crawler Jadi Tekanan Baru Industri Media
Polri: Waspadai Kejahatan...
Polri: Waspadai Kejahatan Digital Berbasis AI
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Perkenalkan Sally, Robot...
Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA
Rekomendasi
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
Perjalanan Kereta Lebih...
Perjalanan Kereta Lebih Tenang, Ada Perlindungan untuk Keterlambatan dan Pembatalan
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Berita Terkini
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Kasus Korupsi MBG, Kejagung...
Kasus Korupsi MBG, Kejagung Buka Kemungkinan Periksa Nanik S Deyang
Penipuan Kursus Bahasa...
Penipuan Kursus Bahasa Arab dengan Bonus Umrah Dilaporkan ke Bareskrim, Korban Rugi Ratusan Juta
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved