Kekerasan Kolektif di Barak Militer

Rabu, 13 Agustus 2025 - 09:25 WIB
loading...
Kekerasan Kolektif di...
Muhammad Iqbal, Ph.D – Psikolog Assoc. Prof. Universitas Paramadina dan Alumni PPRA-54 Lemhannas RI. Foto/SindoNews
A A A
Muhammad Iqbal, Ph.D – Psikolog
Assoc. Prof. Universitas Paramadina dan Alumni PPRA-54 Lemhannas RI

KEKERASAN terhadap junior yang dilakukan oleh senior di lingkungan TNI kembali terjadi. Kali ini, korbannya adalah Prada Lucky, seorang prajurit yang baru bergabung menjadi anggota TNI dan merupakan anak dari seorang bintara.

Sebanyak 20 anggota TNI dari Teritorial Pembangunan 834 Wakanga Mere, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditetapkan sebagai tersangka, salah satunya berpangkat perwira.

Kasus ini tentu bukan yang pertama terjadi di lingkungan TNI, sehingga dapat diduga sebagai fenomena gunung es di barak militer. Barak militer adalah lingkungan yang disiplin, kemimpinan hirarki dan tempat yang identik dengan tekanan fisik dan mental

Seorang ahli psikologi Johan Galtung mendefinisikan kekerasan sebagai " any avoidable impediment to self-realization" yaitu segala sesuatu yang menyebabkan orang terhalang terhadap proses pengaktualisasikan potensi diri secara wajar

Ada beberapa teori yang dapat menjelaskan terjadinya kekerasan kolektif di barak militer:

1. Teori Perilaku Agresif

Mengacu pada Frustration–Aggression Hypothesis (Dollard et al.), agresi muncul ketika seseorang mengalami frustrasi dan melampiaskannya pada target yang dianggap lemah atau aman.

Ketika frustrasi tidak tersalurkan secara sehat, junior menjadi sasaran karena posisi mereka inferior dan tidak memiliki daya untuk melawan.

Menurut teori Dollard "Frustasi-Agresi" menunjukkan juga bahwa frustasi selalu menimbulkan agresi dan agresi terjadi semata-mata karena frustasi, oleh karena itu bila frustasi meningkat maka agresivitas juga meningkat

2. Teori Belajar Sosial (Bandura)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kunjungi Yonif TP 861,...
Kunjungi Yonif TP 861, Sjafrie Minta Prajurit TNI Jaga Hubungan Baik dengan Warga Papua
Sertijab, Kolonel Laut...
Sertijab, Kolonel Laut (PM) Khoirul Fuad Resmi Jabat Wadan Puspomal
Menhan Targetkan 2026...
Menhan Targetkan 2026 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan Ada di Seluruh Kabupaten di Jawa
Momen Prabowo Cek Cockpit...
Momen Prabowo Cek Cockpit Jet Tempur Rafale Buatan Prancis
Pengamat Militer: Pembangunan,...
Pengamat Militer: Pembangunan, Keamanan, dan Keadilan Sosial Kunci Atasi Konflik Papua
Gelar Forum Satu Data...
Gelar Forum Satu Data TNI, Pusinfolahta: Wujudkan Tata Kelola Data yang Akurat
Mama Sinta Tegaskan...
Mama Sinta Tegaskan ke Jakarta Inisiatif dan Pakai Biaya Sendiri
TNI Bantu Berantas Begal,...
TNI Bantu Berantas Begal, Pakar Hukum: Harus Berdasarkan Permintaan Kepolisian
Potret Prajurit TNI...
Potret Prajurit TNI Ajak Anak-Anak Bermain Permainan Tradisional
Rekomendasi
Ingin Menikah? Bulan...
Ingin Menikah? Bulan Zulhijjah dan Muharram Jadi Waktu yang Penuh Keberkahan
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Ini Menu Sarapan Terbaik...
Ini Menu Sarapan Terbaik sebelum Olahraga, Pisang dan Ubi Cilembu Juaranya
Berita Terkini
KPK Segel Rumah Wamen...
KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim
Dadan Hindayana Cs Tersangka...
Dadan Hindayana Cs Tersangka Korupsi, Politikus PDIP Sebut Bolak-balik Singgung Kelemahan Tata Kelola MBG
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Tersangka Kasus Pemerasan Ratusan Miliar
Silmy Karim dan 7 Orang...
Silmy Karim dan 7 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Pengurusan Dokumen Keimigrasian
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Jabatan Wamen Imipas Segera Dicopot?
Silmy Karim dan Dadan...
Silmy Karim dan Dadan Hindayana Terjerat Korupsi, Istana Hormati Proses Hukum
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved