Anggota Komisi VII DPR Desak Kaji Ulang Pemindahan Ibu Kota Negara ke IKN
Sabtu, 09 Agustus 2025 - 15:57 WIB
loading...
A
A
A
Anggota Dewan Pakar Gerindra ini menyebut, dalam satu hari hanya bisa maksimum empat rate PP dalam 24 jam karena perjalanan sekitar 2 jam berarti daya tampung penumpang hanya 360.000 penumpang dalam 1 hari.
“Padahal kita butuh untuk menampung 2 juta orang. Terus, mau ditampung di mana lagi?” tanya BHS
Apalagi, lanjut Anggota DPR-RI pemilik suara terbanyak di Dapil Jatim 1 Surabaya-Sidoarjo, kapasitas bandara Sultan Aji Balikpapan sangat terbatas di mana bandara ini hanya mampu menampung 30 parking stand pesawat dengan kapasitas maksimum tidak lebih dari 45.000 per hari dan Bandara IKN hanya bisa menampung 600 penumpang per hari karena kapasitasnya sangat kecil maka tidak mungkin bisa menampung keinginan publik dengan menggunakan transportasi udara apalagi transportasi laut sangat terbatas dan membutuhkan waktu berhari hari dalam sekali pelayaran.
“Belum lagi wilayah Sumatera, Sulawesi, Bali dan NTT yang akan menuju ke IKN mau ditampung dimana dan menggunakan transportasi apa, ini yang harus dikaji mendalam. Jangan sampai, rakyat Indonesia dipersulit dengan adanya kebijakan pembangunan IKN dari pemerintahan periode yang lalu dan hal ini tentunya akan menjadi beban yang sangat memberatkan seluruh Rakyat Indonesia yang katanya saat ini sedang diupayakan untuk di naikkan kesejahteraan hidupnya,” katanya.
Dia berharap pemerintah segera mengevaluasi dan mengkaji secara cermat dan segera memutuskan langkah terbaik untuk hal ini agar rakyat tidak dikorbankan demi untuk kepentingan pembangunan IKN sebagai Ibu Kota Negara dan pusat pemerintahan yang bisa menyulitkan dan menyengsarakan rakyat.
“Padahal kita butuh untuk menampung 2 juta orang. Terus, mau ditampung di mana lagi?” tanya BHS
Apalagi, lanjut Anggota DPR-RI pemilik suara terbanyak di Dapil Jatim 1 Surabaya-Sidoarjo, kapasitas bandara Sultan Aji Balikpapan sangat terbatas di mana bandara ini hanya mampu menampung 30 parking stand pesawat dengan kapasitas maksimum tidak lebih dari 45.000 per hari dan Bandara IKN hanya bisa menampung 600 penumpang per hari karena kapasitasnya sangat kecil maka tidak mungkin bisa menampung keinginan publik dengan menggunakan transportasi udara apalagi transportasi laut sangat terbatas dan membutuhkan waktu berhari hari dalam sekali pelayaran.
“Belum lagi wilayah Sumatera, Sulawesi, Bali dan NTT yang akan menuju ke IKN mau ditampung dimana dan menggunakan transportasi apa, ini yang harus dikaji mendalam. Jangan sampai, rakyat Indonesia dipersulit dengan adanya kebijakan pembangunan IKN dari pemerintahan periode yang lalu dan hal ini tentunya akan menjadi beban yang sangat memberatkan seluruh Rakyat Indonesia yang katanya saat ini sedang diupayakan untuk di naikkan kesejahteraan hidupnya,” katanya.
Dia berharap pemerintah segera mengevaluasi dan mengkaji secara cermat dan segera memutuskan langkah terbaik untuk hal ini agar rakyat tidak dikorbankan demi untuk kepentingan pembangunan IKN sebagai Ibu Kota Negara dan pusat pemerintahan yang bisa menyulitkan dan menyengsarakan rakyat.
(shf)
Lihat Juga :