Teori Gramsci Buktikan: Google-Meta Ciptakan Hegemoni Digital

Kamis, 31 Juli 2025 - 13:59 WIB
loading...
A A A
Namun, resistensi Meta yang sempat memblokir berita di Facebook Australia menunjukkan kapasitas retaliatif hegemon digital. Gramsci memperingatkan bahwa kelas hegemonik akan menggunakan berbagai strategi dari kooptasi hingga koersi untuk mempertahankan dominasinya.

Prancis dengan Neighbouring Rights dan Kanada dengan Bill C-18 menunjukkan bahwa setiap formasi sosial mengembangkan strategi counter-hegemonik yang disesuaikan dengan konteks nasionalnya. Google membayar €500 juta di Prancis dan CA$100 juta di Kanada, membuktikan bahwa perlawanan terorganisir dapat memaksa kompromi.

Sekjen ATVSI Gilang Iskandar menilai model Australia paling relevan karena mewajibkan platform melakukan negosiasi langsung dengan media. Jika negosiasi gagal, maka negara turun tangan sebagai wasit.

Praxis Counter-Hegemonisasi: Strategi Transformatif


Gramsci menekankan bahwa counter-hegemony memerlukan praxis yaitu integrasi teori dan praktik dalam aksi transformatif. Hal ini bisa terwujud dalam beberapa strategi. Dalam jangka pendek adalah negosiasi langsung, dengan mempertemukan semua stasiun TV dengan dengan Google, Meta, TikTok untuk menuntut kompensasi yang adil. Jika negosiasi gagal, maka Badan Otorita Ketahanan Media Digital (yang akan dibentuk kemudian) bisa memutuskan besaran kompensasi.

Strategi Jangka Menengah dengan redistribusi keadilan dengan rancangan pembagian dana: 60% berdasar konten dan jangkauan, 30% untuk TV daerah dan media independen, 10% untuk program investigasi dan pelatihan wartawan.

Strategi Jangka Panjang adalah transformasi kesadaran dengan melakukan edukasi publik, membangun kesadaran pentingnya jurnalisme berkualitas dan bahaya monopoli informasi. Mengajak masyarakat mengonsumsi konten langsung dari platform resmi media dan melaporkan pelanggaran dan menyuarakan dukungan melalui media sosial.

Menuju Hegemoni Alternatif dalam Ekosistem Media Digital


Publishing Rights bukan sekadar instrumen ekonomi, tetapi proyek hegemonisasi alternatif untuk menciptakan ekosistem media yang lebih demokratis dan berkeadilan. Dalam perspektif Gramsci, ini adalah upaya membangun "senso comune" baru yang mengakui nilai produksi jurnalistik dan menolak eksploitasi konten tanpa kompensasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadapi Dominasi China...
Hadapi Dominasi China Dalam Ranah Digital, Indonesia Diimbau Waspadai Risiko Ketergantungan
Hasan Nasbi Dorong Mahasiswa...
Hasan Nasbi Dorong Mahasiswa Fisip Unpas Lebih Kritis Hadapi Disrupsi Digital
Wakapolri Ungkap Ancaman...
Wakapolri Ungkap Ancaman Kekerasan dan Teror Modern di Era Digital
Posisi Strategis Indonesia...
Posisi Strategis Indonesia Jadi Incaran Asing, Kesadaran Antispionase Perlu Diperkuat
MUI Minta Komdigi Blokir...
MUI Minta Komdigi Blokir dan Perketat Pengawasan Akses Platform Judi Online
Menkomdigi: Media Konvensional...
Menkomdigi: Media Konvensional Harus Tetap Eksis di Tengah New Media
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
BTN Dukung Transaksi...
BTN Dukung Transaksi Digital Indonesia Coffee Expo 2026 lewat Aplikasi Bale
DSI Diminta Tak Kuasai...
DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital
Rekomendasi
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
Richard Lee Resmi Dilimpahkan...
Richard Lee Resmi Dilimpahkan ke Kejati Banten, Tinggal Tunggu Jadwal Sidang Perdana
Berita Terkini
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Kasus Dadan Cs, Saut...
Kasus Dadan Cs, Saut Situmorang: Semua hingga Eselon Terkecil Harus Bertanggung Jawab
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Sahroni: Urusin HAM Saja
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Infografis
Ilmuwan Swiss Berhasil...
Ilmuwan Swiss Berhasil Ciptakan Baterai Hidup dari Jamur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved