Mardiono Dinilai Telah Buktikan Layak Melanjutkan Kepemimpinan PPP
Senin, 28 Juli 2025 - 17:50 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengatakan, Mardiono menerima estafet kepemimpinan bukan dalam situasi normal. Dia mengungkapkan Mardiono hadir ketika partai menghadapi ketidakstabilan struktural dan kepercayaan publik yang mulai menurun.
“Tidak banyak yang bersedia mengambil risiko memimpin partai di saat badai. Tapi beliau hadir — bukan dengan retorika, melainkan dengan langkah konkret,” tuturnya.
Dia menambahkan, Mardiono tidak mencalonkan diri dalam pemilu. Sebaliknya, lanjut dia, Mardiono mengabdikan sepenuhnya untuk membenahi organisasi, menyatukan fraksi-fraksi internal, dan mengorbankan dana pribadinya untuk memastikan saksi dan logistik partai tetap berjalan di lapangan.
“Ini adalah bentuk pengabdian yang jarang terlihat dalam politik praktis hari ini. Gagalnya PPP masuk ke parlemen tentu harus dievaluasi. Tetapi menyederhanakan penyebabnya menjadi kesalahan satu orang justru mengabaikan kompleksitas politik modern,” kata dia.
Dia mengatakan, pemilu adalah hasil dari banyak variabel: kekuatan caleg di daerah, efektivitas kampanye, dinamika pilpres, hingga perubahan perilaku pemilih. “Dalam kerangka itu, menyalahkan Pak Mardiono secara tunggal adalah bentuk ketidakadilan naratif. Padahal, beliau adalah figur yang justru menjaga PPP dari kehancuran yang lebih besar,” ucapnya.
Dia mengakui PPP membutuhkan pemulihan, bukan perpecahan baru. Dia melanjutkan, proses regenerasi boleh berjalan, tapi tidak dengan cara mendelegitimasi mereka yang sudah bekerja keras.
“Tidak banyak yang bersedia mengambil risiko memimpin partai di saat badai. Tapi beliau hadir — bukan dengan retorika, melainkan dengan langkah konkret,” tuturnya.
Dia menambahkan, Mardiono tidak mencalonkan diri dalam pemilu. Sebaliknya, lanjut dia, Mardiono mengabdikan sepenuhnya untuk membenahi organisasi, menyatukan fraksi-fraksi internal, dan mengorbankan dana pribadinya untuk memastikan saksi dan logistik partai tetap berjalan di lapangan.
“Ini adalah bentuk pengabdian yang jarang terlihat dalam politik praktis hari ini. Gagalnya PPP masuk ke parlemen tentu harus dievaluasi. Tetapi menyederhanakan penyebabnya menjadi kesalahan satu orang justru mengabaikan kompleksitas politik modern,” kata dia.
Dia mengatakan, pemilu adalah hasil dari banyak variabel: kekuatan caleg di daerah, efektivitas kampanye, dinamika pilpres, hingga perubahan perilaku pemilih. “Dalam kerangka itu, menyalahkan Pak Mardiono secara tunggal adalah bentuk ketidakadilan naratif. Padahal, beliau adalah figur yang justru menjaga PPP dari kehancuran yang lebih besar,” ucapnya.
Dia mengakui PPP membutuhkan pemulihan, bukan perpecahan baru. Dia melanjutkan, proses regenerasi boleh berjalan, tapi tidak dengan cara mendelegitimasi mereka yang sudah bekerja keras.
Lihat Juga :