Resmikan Memorial Living Park di Aceh, Kementerian HAM Dorong Semangat Perdamaian
Kamis, 10 Juli 2025 - 18:18 WIB
loading...
A
A
A
"Masyarakat di sekeliling ini merasakan konflik Aceh mulai dari 1976, 1998, kemudian reformasi hingga berlanjut perdamaian. Masyarakat sekeliling ini merasakan operasi jaring merah, jaring hijau sampai darurat militer dan sipil. Harapan kami berikan kompensasi kepada mereka sesuai janji Pak Jokowi saat hadir ke Rumoh Geudong," kata Fadhlullah.
Ketua Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh Masthur Yahya menjelaskan bahwa pembangunan MLP bermula dari pengakuan pemerintah pusat atas 12 peristiwa pelanggaran HAM berat di Indonesia. Tiga di antaranya terjadi di Aceh: peristiwa Simpang KKA, Rumoh Geudong, dan Jambo Keupok.
Pemerintah memilih mekanisme penyelesaian non-yudisial, diawali dengan kick off nasional di Rumoh Geudong, Pidie. “Lokasi kick off penyelesaian non-yudisial secara nasional dipusatkan di Rumoh Geudong,” kata Masthur.
Selain pemugaran, pemerintah juga membangun mushalla serta kamar mandi untuk pengunjung yang datang berziarah atau melakukan aktivitas bernuansa kearifan lokal. “Pemerintah menamai lokasi ini dengan nama baru: MLP Pidie,” kata Masthur.
Acara peresmian ini turut menayangkan video dokumentasi proses kick off pada masa Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga pembangunan memorial selesai. Pada kesempatan itu, dilakukan penyerahan aset pengelolaan MLP dari Kementerian PUPR kepada Pemerintah Kabupaten Pidie.
Ketua Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh Masthur Yahya menjelaskan bahwa pembangunan MLP bermula dari pengakuan pemerintah pusat atas 12 peristiwa pelanggaran HAM berat di Indonesia. Tiga di antaranya terjadi di Aceh: peristiwa Simpang KKA, Rumoh Geudong, dan Jambo Keupok.
Pemerintah memilih mekanisme penyelesaian non-yudisial, diawali dengan kick off nasional di Rumoh Geudong, Pidie. “Lokasi kick off penyelesaian non-yudisial secara nasional dipusatkan di Rumoh Geudong,” kata Masthur.
Selain pemugaran, pemerintah juga membangun mushalla serta kamar mandi untuk pengunjung yang datang berziarah atau melakukan aktivitas bernuansa kearifan lokal. “Pemerintah menamai lokasi ini dengan nama baru: MLP Pidie,” kata Masthur.
Acara peresmian ini turut menayangkan video dokumentasi proses kick off pada masa Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga pembangunan memorial selesai. Pada kesempatan itu, dilakukan penyerahan aset pengelolaan MLP dari Kementerian PUPR kepada Pemerintah Kabupaten Pidie.
(rca)
Lihat Juga :