Kesaksian Eks Dokter Jaga IGD RSCM Ani Hasibuan saat Tragedi 1998: Narasi Pemerkosaan Massal Tak Sesuai Fakta Medis
Selasa, 08 Juli 2025 - 11:28 WIB
loading...
A
A
A
Ani yang saat itu berusia 24 tahun juga menjadi saksi mata bagaimana aparat TNI, khususnya dari Korps Marinir membantu meredam emosi massa yang nyaris membakar showroom kendaraan di kawasan Salemba.
“Saya ingat betul mobil-mobil di showroom itu sudah diseret keluar. Tapi, tiba-tiba datang sekelompok tentara dengan baret ungu, belakangan saya tahu mereka Marinir yang kemudian mengajak warga bernyanyi bersama. Ajaibnya, massa menjadi tenang dan batal membakar mobil,” kenangnya.
Ani juga menyebut nama Mayjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin yang ketika itu muncul dari kendaraan lapis baja di sekitar FKUI Salemba dan memimpin pengamanan Ibu Kota.
“Saya ingat beliau menyebut namanya melalui pengeras suara. Suaranya tegas tapi menenangkan. Beliau dan pasukannya membuat kami bisa kembali merasa aman,” katanya.
Menyikapi narasi kerusuhan yang diklaim ditujukan kepada kelompok etnis tertentu, menurut Ani, tidak melihat bukti langsung soal itu.
“Saya ingat betul mobil-mobil di showroom itu sudah diseret keluar. Tapi, tiba-tiba datang sekelompok tentara dengan baret ungu, belakangan saya tahu mereka Marinir yang kemudian mengajak warga bernyanyi bersama. Ajaibnya, massa menjadi tenang dan batal membakar mobil,” kenangnya.
Ani juga menyebut nama Mayjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin yang ketika itu muncul dari kendaraan lapis baja di sekitar FKUI Salemba dan memimpin pengamanan Ibu Kota.
“Saya ingat beliau menyebut namanya melalui pengeras suara. Suaranya tegas tapi menenangkan. Beliau dan pasukannya membuat kami bisa kembali merasa aman,” katanya.
Menyikapi narasi kerusuhan yang diklaim ditujukan kepada kelompok etnis tertentu, menurut Ani, tidak melihat bukti langsung soal itu.
Lihat Juga :