Quo Vadis Masa Depan IHT di Indonesia

Senin, 07 Juli 2025 - 10:18 WIB
loading...
A A A
Polemik Rokok Legal vs Ilegal

Dalam merumuskan kebijakan cukai, pemerintah mengacu pada empat pilar utama yakni pengendalian konsumsi, keberlangsungan tenaga kerja, optimalisasi penerimaan negara, dan penanggulangan peredaran rokok ilegal. Demi mencapai tujuan pengendalian konsumsi dan peningkatan penerimaan negara, pendekatan yang digunakan masih berfokus pada mekanisme harga melalui kenaikan tarif cukai setiap tahun.

Akan tetapi, efektivitas pendekatan ini patut dipertanyakan, karena data menunjukkan bahwa prevalensi merokok pada kelompok usia ≥15 tahun cenderung stagnan dalam 15 tahun terakhir. Data BPS mencatat bahwa meskipun terjadi kenaikan tarif cukai sebesar 8,7% pada 2015, angka prevalensi perokok justru berada di angka 30,08%. Bahkan pada 2018, ketika tarif naik sebesar 10%, prevalensinya meningkat menjadi 32,2%.

Pada 2023, prevalensi perokok usia ≥15 tahun tercatat sebesar 28,62%, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar 28,26%, padahal dalam dua tahun terakhir pemerintah menerapkan kenaikan tarif cukai masing-masing sebesar 10%.

Di sisi lain, dampak negatif dari kenaikan tarif cukai juga terlihat dari meningkatnya peredaran rokok ilegal di Indonesia, terutama di segmen pasar bawah. Tatkala harga rokok segmen low terus naik akibat kebijakan tarif, konsumen cenderung beralih ke produk ilegal yang lebih murah.

Data dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menunjukkan bahwa pada tahun 2023, peredaran rokok ilegal mencapai 6,9%, meningkat dari 5,5% pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini selaras dengan kenaikan tarif cukai rata-rata sebesar 10% di tahun tersebut.

Fenomena ini menunjukkan bahwa tanpa diimbangi pengawasan yang kuat dan strategi yang lebih menyeluruh, kebijakan kenaikan cukai justru dapat mendorong pergeseran konsumsi ke pasar ilegal, yang pada akhirnya merugikan penerimaan negara serta mengganggu stabilitas industri tembakau legal.

Peningkatan peredaran rokok ilegal di Indonesia yang kian menjamur kini tak lain juga dipengaruhi oleh lemahnya pengawasan dan penegakan hukum di lapangan. Tatkala pengawasan melemah, pasar ilegal dengan cepat mengisi celah yang ditinggalkan oleh produk legal yang harganya semakin mahal akibat kenaikan cukai.

Akibatnya, rokok ilegal menjadi semakin mudah diakses oleh masyarakat dengan harga yang jauh lebih murah, yang pada gilirannya merugikan penerimaan negara serta melemahkan posisi industri legal yang patuh terhadap regulasi. Oleh sebab itu, untuk menanggulangi kondisi tersebut, pemerintah perlu menerapkan strategi yang lebih terintegrasi.

Penguatan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal harus menjadi prioritas utama, disertai dengan penyederhanaan struktur tarif cukai yang dinilai terlalu kompleks dan rawan disalahgunakan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nama Dirjen Bea Cukai...
Nama Dirjen Bea Cukai Disebut di Persidangan, Siapa Layak Jadi Penggantinya?
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Antisipasi Ancaman PHK Massal di Industri Hasil Tembakau
Periksa Pemilik Money...
Periksa Pemilik Money Changer, KPK Telusuri Penukaran Uang Tersangka Kasus Bea Cukai
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Rekomendasi
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Berita Terkini
Mutasi TNI: Marsdya...
Mutasi TNI: Marsdya M. Khairil Lubis Jabat Dansesko TNI, Marsda Muzafar Jadi Pangkogabwilhan II
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved