Anatomi Kepalsuan Akademik

Minggu, 06 Juli 2025 - 10:09 WIB
loading...
A A A
Bagaimana mungkin kita berharap lahirnya kebijakan publik yang adil, inovasi teknologi yang etis, atau nalar publik yang sehat, jika akarnya—yakni dunia akademik—telah dipenuhi distorsi dan ilusi?

Sementara itu, negara-negara lain menjadikan integritas sebagai inti reformasi pendidikan tinggi. Di Finlandia dan Norwegia, mahasiswa doktoral diwajibkan mengikuti modul intensif tentang etika riset. Di Jerman, kegagalan menjaga integritas akademik bisa berujung pada pencabutan gelar dan pemecatan jabatan, bahkan untuk profesor senior.

Di Indonesia, pelanggaran sering kali ditanggapi dengan cara minimalis. Budaya diam, ketakutan, dan kepatuhan membabi buta terhadap angka membuat kebohongan menjadi norma baru. Untuk keluar dari krisis ini, kita butuh perubahan dari dalam dan dari atas. Indikator evaluasi kampus harus direformasi: dari kuantitas menuju kualitas. Komite etik riset harus independen dan diberi otoritas yang jelas.

Pendidikan integritas ilmiah perlu ditanamkan sejak awal perkuliahan, bukan hanya dalam seminar kewajiban menjelang skripsi. Lebih jauh lagi, kita perlu menghidupkan kembali budaya intelektual: keberanian untuk berbeda pendapat, kesabaran dalam berpikir, dan penghargaan terhadap proses, bukan sekadar hasil.

Anatomi kepalsuan akademik yang terpotret dalam data RI² bukan sekadar cermin dari kegagalan institusional. Ia adalah tanda bahwa kita sedang mengabaikan sesuatu yang sangat mendasar: bahwa ilmu tidak bisa tumbuh dalam kebohongan. Dan ketika ilmu kehilangan integritasnya, maka yang tumbuh bukan kemajuan, melainkan kekosongan yang dibungkus rapi oleh angka dan sertifikat.

Bangsa yang ingin maju tidak cukup hanya dengan meningkatkan jumlah profesor atau publikasi. Ia harus membangun kultur akademik yang jujur, tahan uji, dan berani menolak kepalsuan. Sebab, sebagaimana kata Albert Einstein, “Ilmu tanpa nurani adalah kehancuran jiwa.”
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sinergi dengan 138 Kampus...
Sinergi dengan 138 Kampus dalam Pendidikan Advokat, Peradi Profesional Raih Rekor MURI
Bangun Pendidikan Hukum,...
Bangun Pendidikan Hukum, Peradi Profesional Gandeng 112 PTN dan PTS se- Indonesia
PKS Minta Fenomena Calon...
PKS Minta Fenomena Calon Mahasiswa Tidak Daftar Ulang di PTN Jadi Evaluasi SPMB 2026
Kabar 60 Ribu Calon...
Kabar 60 Ribu Calon Mahasiswa PTN Tidak Daftar Ulang, Puan Desak Pemerintah Lakukan Evaluasi
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Indonesia Kompeten 2045,...
Indonesia Kompeten 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi
ABP PTSI Gelar Munas...
ABP PTSI Gelar Munas VI, Bahas Strategi Penguatan Tata Kelola Perguruan Tinggi Swasta
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Jejaring Internasional Lewat AHEIC Global Publication Connect 2026 di Universitas Kuningan
Ingin Kuliah AI? Ini...
Ingin Kuliah AI? Ini 20 Universitas di Indonesia yang Membuka Jurusan Kecerdasan Buatan
Rekomendasi
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Polda Sumut Sinergi Percepat Normalisasi Distribusi BBM
FKGI Dukung Arah Kebijakan...
FKGI Dukung Arah Kebijakan Kemenhut, Infrastruktur Diminta Lindungi Koridor Gajah
Berita Terkini
Komisi IX DPR Cecar...
Komisi IX DPR Cecar BGN usai Pamer Dapat WTP dari BPK: Jangan-jangan Dibikin-bikin
ICW Soroti Mutasi ASN...
ICW Soroti Mutasi ASN Kementerian PU, Diduga Hanya Jadi Alat Balas Dendam
Febrie Adriansyah Dicecar...
Febrie Adriansyah Dicecar 18 Pertanyaan, Hotman: Sebatas Kasus PT Asabri
Prabowo: Anggaran Pertahanan...
Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri jika Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Usai Diperiksa Kejagung...
Usai Diperiksa Kejagung sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved