Selat Hormuz dan Pandora Geostrategis di Teluk Persia

Senin, 23 Juni 2025 - 20:27 WIB
loading...
Selat Hormuz dan Pandora...
Sampe L. Purba, Alumni Doktoral Universitas Pertahanan – Bidang Geostrategi Energi. Foto/SindoNews
A A A
Sampe L. Purba
Alumni Doktoral Universitas Pertahanan – Bidang Geostrategi Energi

DI tengah eskalasi konflik Iran–Israel yang terbaru, dunia kembali menoleh pada simpul vital bernama Selat Hormuz. Dalam teater geopolitik 2025, kawasan ini menjadi arena terbuka setelah serangan presisi militer Amerika Serikat terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran—Fordow, Natanz, dan Isfahan. Apa yang semula tampak sebagai respons taktis kini menjelma menjadi babak baru kontestasi kekuatan global. Selat Hormuz bukan lagi sekadar jalur maritim; ia adalah titik pertemuan antara strategi energi, supremasi militer, dan redefinisi kemitraan dunia.

Geografi Strategis dan Ketentuan Hukum Laut

Secara letak, Selat Hormuz merupakan muara dari Persian Gulf Sea—sebuah perairan tertutup yang dikelilingi oleh negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Kuwait, Qatar, UEA, Bahrain, dan Irak. Keseluruhan ekspor energi mereka, termasuk minyak dan gas, hanya memiliki satu pintu keluar: Selat Hormuz.

Selat ini membentang sekitar 154 km, dengan lebar tersempit sekitar 33 km, diapit oleh Iran dan Oman. Zona teritorial 12 mil laut dari masing-masing sisi menyebabkan tumpang tindih yurisdiksi dan minimnya ruang laut bebas (high seas). Berdasarkan UNCLOS 1982 Pasal 38 dan 44, Hormuz dikategorikan sebagai selat internasional yang tunduk pada prinsip transit passage—yang tidak bisa dibatasi bahkan dalam masa konflik bersenjata.

Ketergantungan Ekonomi dan Energi Global

Setiap hari, ±20,5 juta barel minyak melewati Hormuz—sekitar 30% dari perdagangan minyak laut dunia. Qatar menyalurkan 100% ekspor LNG-nya melalui jalur ini, menjadikannya ±20% dari pasar LNG global. Negara-negara seperti Arab Saudi, Irak, dan UEA juga sangat menggantungkan dirinya pada selat ini untuk ekspor energi mereka.

Sebanyak 84% pengiriman energi dari Hormuz menuju Asia, khususnya China, India, Jepang, dan Korea Selatan. Fakta ini menjadikan Selat Hormuz bukan hanya urat nadi Timur Tengah, tetapi denyut jantung sistem energi global.

Chokepoint Global dan Operasi Maritim
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
Rekomendasi
Messi Gagal Penalti,...
Messi Gagal Penalti, Argentina Kena Mental dan Tertinggal 0-1 dari Mesir
PBB Menyerukan Penguatan...
PBB Menyerukan Penguatan Tata Kelola Kecerdasan Buatan
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
Berita Terkini
Momen Prabowo Beri Angklung...
Momen Prabowo Beri Angklung ke Presiden Narendra Modi Jadi Bukti Simbol Persahabatan
Prabowo Minta Dibentuk...
Prabowo Minta Dibentuk Satgas Akademisi, Begini Reaksi Mendiktisaintek
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Pegawai Kemenham ke Natalius Pigai
Polisi Tetapkan 32 Tersangka...
Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Dugaan Haji Ilegal, Kerugian Rp116 Miliar
Inovasi AI Sampah Semarang...
Inovasi AI Sampah Semarang Raih Guangzhou Award 2026
Reaksi Praperadilan...
Reaksi Praperadilan Roy Suryo, Ade Darmawan: Jangan Senang Dulu, Pokok Perkara Tidak Gugur
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved