Framing Krisis Sampah Bali dalam Media Digital: Kajian Ecomedia terhadap Narasi Pariwisata dan Lingkungan

Kamis, 19 Juni 2025 - 22:41 WIB
loading...
A A A
Sebagai bukti, Bali baru-baru ini terdaftar dalam Fodor’s No List 2025, yang merupakan daftar destinasi wisata yang dianggap tidak layak dikunjungi, karena masalah sampah plastik yang mencemari lingkungan. Bali bergabung dengan destinasi lainnya yang menghadapi tantangan serupa akibat overtourism, seperti Gunung Everest, Barcelona, Kepulauan Canary, dan Koh Samui. Faktor utama yang menghubungkan semua destinasi tersebut adalah ketidaksiapan infrastruktur lokal dalam menangani lonjakan pengunjung, khususnya dalam pengelolaan limbah dan keberlanjutan lingkungan.

Bali bahkan dijuluki sebagai "kiamat plastik" oleh Fodor’s. Sebuah kerja sama antara kalangan akademisi dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam Bali Partnership mengungkapkan bahwa setiap tahun, Bali memproduksi sekitar 1,6 juta ton sampah, dengan hampir 303.000 ton di antaranya berupa plastik. Namun, hanya 48% dari total sampah yang dikelola dengan baik, sementara hanya 7% dari sampah plastik yang berhasil didaur ulang. Setiap tahun, sekitar 33.000 ton plastik bocor ke sungai, pantai, dan laut, mengancam ekosistem pesisir yang merupakan salah satu daya tarik utama Bali (Diah, 2024).

Data BPS Provinsi Bali mencatat bahwa sebanyak 5,3 juta wisatawan mancanegara mengunjungi Bali sepanjang tahun 2023, mendekati angka sebelum pandemi. Selama tujuh bulan pertama tahun 2024, tercatat sebanyak 3,5 juta wisatawan mancanegara berkunjung, naik sebesar 22% jika dibandingkan dengan waktu yang sama di tahun lalu. Kenaikan tersebut memberi dampak besar terhadap infrastruktur dan pengelolaan lingkungan di Bali, menambah beban yang sudah cukup berat. Pantai-pantai ikonik seperti Kuta dan Seminyak kini dipenuhi dengan sampah, menggambarkan betapa sistem pengelolaan sampah lokal belum dapat menanggulangi arus besar wisatawan yang datang pasca-pandemi.

Pada 2007, World Wildlife Fund (WWF) telah mengkritik perkembangan pesat sektor pariwisata Bali yang dilakukan tanpa perencanaan yang matang atau penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan. Kritik serupa datang dari Bank Pembangunan Asia, yang menyebutkan bahwa polusi nutrisi berlebih, senyawa organik, dan logam berat dari limbah domestik, industri, pertanian, dan akuakultur adalah kontributor utama pencemaran di wilayah pesisir Indonesia, termasuk Bali.

Kondisi ini memperlihatkan urgensi reformasi dalam kebijakan pariwisata dan pengelolaan lingkungan di Bali. Tanpa perbaikan yang sistemik, Bali berisiko kehilangan daya tarik utamanya, keindahan alam yang selama ini menjadi jantung sektor pariwisatanya. Hal ini menuntut adanya kajian menyeluruh untuk menyusun langkah strategis yang efektif dalam mengatasi isu persampahan di Bali. Tidak hanya penting dalam konteks pengelolaan lingkungan, tetapi juga dalam mempertahankan daya saing dan keberlanjutan sektor pariwisata di pulau ini.

Masalah sampah plastik yang mencemari Bali telah menjadi topik penting dalam pemberitaan media digital di Indonesia, seperti SindoNews.com. Dampak dari sampah plastik ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga memberi dampak langsung terhadap pariwisata Bali. Media digital berfungsi sebagai sarana informasi yang cepat dan mudah diakses oleh publik, memungkinkan penyebaran informasi mengenai permasalahan ini dalam waktu singkat. Keberadaan internet memungkinkan pengguna untuk mencari berita, informasi, dan hiburan dengan efisien hanya melalui mesin pencari atau mengunjungi situs-situs berita.

Perkembangan teknologi media, yang dimulai dengan percetakan dan evolusi radio serta televisi, telah melahirkan media digital, yang kini semakin mendominasi cara masyarakat mengonsumsi informasi. Ini mempengaruhi banyak aspek, termasuk pola sosial, budaya, politik, dan ekonomi, baik secara individu maupun kolektif. Dalam konteks krisis sampah di Bali, media digital memainkan peran penting dalam membentuk persepsi publik serta menyoroti urgensi penyelesaian masalah ini dalam narasi yang lebih luas tentang pariwisata dan keberlanjutan lingkungan.

Sebagai bagian dari kemajuan teknologi, digitalisasi telah mendorong lahirnya internet, yang dapat dipahami sebagai jaringan internasional yang saling terhubung. Konsep ini menggambarkan suatu jaringan hubungan global. Fenomena tersebut sering kali diidentifikasi dengan istilah ‘globalisasi’, yang merujuk pada hubungan antarnegara. Internet menjadi elemen kunci dalam proses globalisasi, seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi (Arifin, 2014: 104) dalam (Indrawan et al., 2020).

Marshal McLuhan telah memprediksi kemajuan teknologi komunikasi berbasis internet sejak tahun 1964 (Logan et al., 1994) dalam (Saidaturrahmah & Kholil, 2023). Menurut Luhan, media baru akan membawa perubahan signifikan, seperti teknologi telepon seluler, pertunjukan teater daring, dan layanan streaming film yang tidak lagi bergantung pada layar bioskop tradisional (Morissan & Hamid, 2010).

Perkembangan digital saat ini turut memengaruhi citra Bali, yang semakin ramai diberitakan terkait permasalahan sampah yang belum terselesaikan. Adanya internet memungkinkan isu sampah plastik di Bali dengan mudah menjadi viral dan menjadi topik perbincangan publik. Topik sampah plastik ini menjadi hal yang menarik untuk dianalisis, mengingat kurangnya jurnal yang secara khusus membahas masalah sampah di Bali dari perspektif framing dalam media digital.

Kajian ini hadir untuk mengisi kekosongan tersebut dengan membahas bagaimana media besar di Indonesia, seperti SindoNews, mengangkat isu sampah plastik di Bali. Portal berita ini menyajikan informasi yang dapat membentuk persepsi masyarakat. Pemberitaan SindoNews.com menggunakan teknik framing untuk menonjolkan makna-makna tertentu, yang dapat memengaruhi opini publik terhadap permasalahan ini.

Untuk menelaah bagaimana media membentuk persepsi realitas dalam pemberitaan, analisis framing menjadi salah satu metode yang relevan dan efektif. Menurut Eriyanto (2011) dalam (Gogali et al., 2021), framing mengacu pada proses seleksi dan penonjolan aspek-aspek tertentu dari informasi untuk mengkaji bagaimana media merepresentasikan realitas. Metode ini bertujuan mengungkap cara media menginterpretasi dan membingkai suatu kejadian.

Dalam kajian komunikasi, framing digunakan untuk menelusuri bagaimana media membingkai fakta berdasarkan sudut pandang atau ideologi tertentu. Pendekatan ini menekankan pada strategi pemilihan, penonjolan, dan relevansi fakta dalam pemberitaan, sehingga informasi tersebut menjadi lebih bermakna, menarik, dan berkesan. Tujuannya untuk menyampaikan perspektif tertentu yang mampu menarik perhatian audiens.

Penelitian ini mengadopsi kerangka analisis framing ala Robert N. Entman yang terdiri atas empat aspek pokok, yakni menetapkan persoalan (Define Problems) serta menelusuri faktor penyebabnya (Diagnose Causes), memberikan pertimbangan moral (Make Moral Judgment), serta menyarankan langkah penanganan atau solusi (Treatment Recommendation). Sumber data penelitian diambil dari sampel pemberitaan di media online SindoNews.com selama periode 1 Januari hingga 30 Mei 2025.

Kajian ini untuk mengeksplorasi secara lebih mendalam peran dan dinamika media digital, khususnya SindoNews.com, membingkai krisis sampah di Bali dalam kaitannya dengan isu pariwisata dan lingkungan hidup.

Analisis Framing


Framing analysis merupakan suatu pendekatan teoritis yang digunakan guna mengkaji cara media membentuk perspektif atau sudut pandangnya dalam menyajikan realitas kepada khalayak, seperti peristiwa, tokoh, kelompok, atau hal lainnya, dalam sebuah pemberitaan. Pendekatan ini membantu mengungkap cara media menyusun informasi untuk membentuk persepsi tertentu di kalangan publik. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memahami bagaimana media mengonstruksi realitas. Hal tersebut berkaitan dengan strategi media dalam memberikan makna, menyusun pemahaman, serta menyajikan suatu kejadian atau kasus kepada publik.

Analisis framing tidak hanya berfokus pada apakah pemberitaan bersifat positif atau negatif, tetapi juga pada bagaimana media membangun narasi atas peristiwa tersebut. Narasi ini mencerminkan perspektif media terhadap realitas yang diberitakan, yang pada akhirnya memengaruhi hasil akhir dari konstruksi realitas yang disampaikan kepada audiens (Mubaraq, 2020: 57) dalam (Siregar et al., 2022).

Robert N. Entman dikenal sebagai salah satu pelopor dalam pengembangan konsep analisis framing dalam kajian media. Entman menyatakan framing adalah cara media memilih dan menyoroti aspek-aspek tertentu dari kenyataan untuk disampaikan kepada masyarakat. Dengan cara ini, media membentuk kerangka makna yang membuat isu tertentu tampak lebih signifikan.

Penekanan pada elemen-elemen tertentu dimaksudkan untuk membuat informasi yang disajikan terasa lebih signifikan, menggugah minat, dan mudah dipahami. Framing tidak hanya memengaruhi cara suatu peristiwa dipahami, tetapi juga bagaimana khalayak memberikan perhatian pada isu tersebut (Eriyanto, 2002: 221) dalam (Siregar et al., 2022).

Entman memandang framing sebagai sebuah metode untuk menelusuri bagaimana jurnalis membentuk sudut pandangnya dalam memilih serta menyusun isu-isu yang diangkat dalam pemberitaan. Sudut pandang tersebut berperan dalam menentukan fakta yang ditampilkan serta aspek mana yang ditonjolkan, bagian mana yang diabaikan, dan bagaimana arah pemberitaan tersebut akan dibentuk. Framing memengaruhi cara sebuah isu dipersepsikan oleh khalayak.

Dalam pandangan Entman, framing adalah proses menyusun definisi, memberikan penjelasan, melakukan evaluasi, serta menyarankan solusi terhadap suatu peristiwa dalam wacana. Tujuannya untuk menekankan sudut pandang atau cara pandang tertentu. Dalam pendekatan ini, framing terdiri dari empat elemen utama:

1. Define Problems. Elemen ini menentukan cara pandang terhadap isu tertentu, di mana isu yang sama dapat dipersepsikan secara berbeda karena perbedaan dalam pembingkaiannya. Dengan framing yang berbeda, media dapat membentuk realitas yang berbeda pula di benak khalayak.

2. Diagnose Causes. Elemen framing yang berfungsi untuk menentukan siapa atau apa yang dianggap sebagai aktor atau penyebab suatu peristiwa. Penyebab ini bisa berupa faktor tertentu (what) atau pihak tertentu (who). Gaya pengemasan suatu kejadian dapat membentuk persepsi publik mengenai pihak atau faktor yang dianggap bertanggung jawab atas persoalan yang terjadi. Framing dalam elemen ini sangat menentukan arah pemahaman publik terhadap sumber masalah.

3. Make Moral Judgment. Dalam framing berfungsi untuk memberikan landasan atau justifikasi atas interpretasi masalah yang telah dirumuskan. Setelah suatu isu diidentifikasi dan penyebabnya diketahui, diperlukan penilaian moral guna mendukung dan memperkuat sudut pandang yang diambil. Argumen ini sering kali dikaitkan dengan nilai-nilai atau konsep yang sudah dikenal dan akrab bagi khalayak, sehingga lebih mudah diterima dan dipahami oleh masyarakat.

4. Treatment Recommendation. Elemen framing yang menitikberatkan pada upaya penyelesaian masalah sebagaimana disarankan oleh media. Elemen ini mencerminkan sudut pandang atau kecenderungan jurnalis terhadap pendekatan penyelesaian suatu isu. Bentuk solusi yang ditawarkan biasanya sangat dipengaruhi oleh bagaimana suatu kejadian dipahami dan pihak mana yang dipandang sebagai penyebab utama permasalahan. Seorang jurnalis bisa saja memandang sebuah kejadian sebagai suatu persoalan spesifik, mengidentifikasi pihak yang dianggap bertanggung jawab, lalu menerapkan standar moral tertentu untuk membenarkan atau mengecam tindakan yang terjadi.

Solusi yang diajukan umumnya disusun agar selaras dengan cara pandang yang telah dibentuk sebelumnya melalui identifikasi masalah, analisis penyebab, serta pertimbangan moral yang telah dilakukan. Dengan cara ini, media memberikan arah yang jelas mengenai langkah-langkah yang dianggap perlu untuk mengatasi isu tersebut.

Metode penelitian menjadi komponen krusial dalam proses penelitian, karena berfungsi sebagai pendekatan ilmiah untuk mengumpulkan data relevan dengan tujuan dan manfaat yang ingin dicapai. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif, yang dirancang untuk memahami secara mendalam fenomena yang dialami oleh subjek penelitian. Pendekatan ini menitikberatkan pada deskripsi berbentuk narasi dan bahasa dalam konteks alami tertentu, dengan menggunakan berbagai teknik ilmiah (Moleong, 2005) dalam (Gogali et al., 2021).

Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang bertujuan menyajikan gambaran pemberitaan secara objektif dan mendalam mengenai masalah sampah plastis di Bali di media online SindoNews.com. Unit analisis yang digunakan adalah teks berita terkait sampah plastik di Bali. Sumber data diambil dari sampel pemberitaan yang dipublikasikan di portal tersebut selama periode 1 Januari hingga 30 Mei 2025.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ironi Sampah di Jantung...
Ironi Sampah di Jantung Jakarta
Menkomdigi: Media Konvensional...
Menkomdigi: Media Konvensional Harus Tetap Eksis di Tengah New Media
Prabowo Targetkan Masalah...
Prabowo Targetkan Masalah Sampah di Indonesia Tuntas 2–3 Tahun
Pemerintah Tegaskan...
Pemerintah Tegaskan Penghentian Open Dumping dan Percepatan Pemilahan Sampah
Imigrasi Perketat Pengawasan...
Imigrasi Perketat Pengawasan Aktivitas Warga Asing di Bali
Panduan Takbiran di...
Panduan Takbiran di Bali jika Idulfitri Berbarengan dengan Nyepi
Oceanman Bali 2026 Sukses...
Oceanman Bali 2026 Sukses Hadirkan Sport Tourism Kelas Dunia
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
Rekomendasi
10 Fakta Menarik Spanyol...
10 Fakta Menarik Spanyol Pecundangi Arab Saudi di Piala Dunia 2026
Profil Eloy Room, Kiper...
Profil Eloy Room, Kiper Moncer Timnas Curacao yang Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Berita Terkini
3 Lanud Naik Jadi Tipe...
3 Lanud Naik Jadi Tipe B, Ini Daftar Kolonel TNI AU yang Dilantik sebagai Danlanud
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Infografis
Hewan yang Dianggap...
Hewan yang Dianggap Sakral dalam Budaya Jawa dan Melebihi Harimau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved