Waspadai Propaganda Kelompok Garis Keras di Tengah Konflik Global

Rabu, 18 Juni 2025 - 22:49 WIB
loading...
A A A
Sebagai mantan simpatisan Jamaah Islamiyah yang kini menjadi penulis dan pembicara di berbagai forum internasional, Arif menilai bahwa kelompok ekstrem sering menyederhanakan konflik menjadi wacana hitam-putih. Hal ini, menurutnya, menutup ruang dialog dan memperburuk polarisasi sosial. Ia mencontohkan narasi kelompok ISIS yang membungkus agenda politik dengan dalih penegakan syariat, serta mantan jaringan Jamaah Islamiyah yang mendorong ide “jihad global”.

"ISIS tidak benar-benar membela Islam, tapi mengejar kekuasaan dan pengaruh global. Itu bagian dari permainan geopolitik internasional," kata Arif yang juga menulis buku Internetistan: Jihad Zaman Now.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam menyalurkan simpati terhadap konflik internasional. Menurutnya, mendukung perjuangan kemanusiaan sah-sah saja, tetapi harus dilakukan melalui jalur legal dan lembaga yang terverifikasi. Jika tidak, dikhawatirkan masyarakat akan terjebak dalam pola perekrutan ekstrem, seperti fenomena hijrah ke Suriah yang terjadi beberapa tahun silam.

"Kalau konflik negara disikapi secara personal lalu mengirim kader, itu bisa berujung seperti kasus ISIS. Penting untuk menyelaraskan empati kita dengan kebijakan resmi negara," kata Arif.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Densus Ungkap 247 Anak...
Densus Ungkap 247 Anak Terpapar Radikalisme dan Kekerasan Sepanjang 2026
Sinergi Sekolah-Densus...
Sinergi Sekolah-Densus 88: Perkuat Guru sebagai Lini Terdepan Pelindung Remaja dari Radikalisme
Mengapa Iran menerapkan...
Mengapa Iran menerapkan Strategi Perang Atrisi melawan Israel-AS?
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Diprediksi Berlangsung Lama, Prabowo Bisa Maksimalkan BoP
Tangkal Ekstremisme...
Tangkal Ekstremisme Berbasis Kekerasan dengan Konsep Sekolah Ramah dan Inklusif
Pemerintah Diminta Amankan...
Pemerintah Diminta Amankan Keselamatan 58 Ribu Jemaah Umrah Terdampak Perang AS-Israel Vs Iran
Menhan Israel Ancam...
Menhan Israel Ancam Bunuh Para Pemimpin Iran Pengganti Khamenei
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rekomendasi
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
Sentul Drag Record Simpati...
Sentul Drag Record Simpati 5G Akhir Pekan Ini Hadir dengan Konsep Baru
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
Berita Terkini
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas soal Kopdes Merah Putih, Gibran Duduk di Sebelah Kirinya
Dokter Tifa Klaim Simpan...
Dokter Tifa Klaim Simpan Bukti Kejanggalan Ijazah Jokowi Meski Eksepsinya Diterima
Sudaryono Jadi Kepala...
Sudaryono Jadi Kepala BGN, Aktivis 98 Yakin Program MBG Jadi Lebih Baik
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas selama 3,5 Jam di Istana, Ini yang Dibahas
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Khozinudin Sebut Tidak Ada Kejelasan tentang Ijazah Jokowi
Kejagung: Jadi Deputi...
Kejagung: Jadi Deputi di BGN, Ketut Sumedana Tak Lagi Jabat Kajati Sumsel
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved