Global March to Gaza Berakhr, FoP Komitmen Terus Membela Rakyat Palestina
Rabu, 18 Juni 2025 - 20:00 WIB
loading...
A
A
A
"Kehadiran kami di sini adalah pesan bahwa Asia Tenggara berdiri bersama Gaza. Kami diberi tahu bahwa kami akan disemprot, dipukuli, dan ditangkap jika melanjutkan tapi kami tetap berkomitmen," ujar anggota Dewan FoP Farwina Faroque, aktivis yang masih berada di lapangan, Rabu (18/6/2025).
Baca juga: Zaskia Adya Mecca Digerebek Intel Mesir saat Global March to Gaza, HP Diperiksa hingga Dibuntuti
FoP sejalan dengan pernyataan resmi panitia penyelenggara yang menegaskan Global March to Gaza dilakukan sepenuhnya sesuai hukum Mesir, dengan koordinasi bersama kedutaan besar dan mematuhi seluruh protokol yang ditetapkan. Meskipun belum ada keputusan resmi dari pemerintah, kenyataan di lapangan menunjukkan aksi tidak dapat dilanjutkan dengan aman tanpa membahayakan nyawa.
“Misi ini akhirnya dihentikan karena adanya pembatasan yang semakin ketat dan kondisi yang memburuk akibat keputusan pihak berwenang Mesir. Blokade jalan, penahanan berkepanjangan, dan ancaman kekerasan yang eksplisit membuat aksi menuju Rafah tidak mungkin dilanjutkan, meskipun tidak ada pelarangan resmi,” katanya.
Namun, Global March to Gaza tidak pernah terbatas pada satu perbatasan atau satu titik pemeriksaan. Ketika upaya di Mesir terhambat, kampanye ini justru memicu gelombang aksi solidaritas di seluruh dunia. Lebih dari 50 aksi solidaritas digelar secara serentak dari Meksiko hingga Siprus menggerakkan jutaan orang dalam satu tuntutan bersama cabut blokade atas Gaza dan buka jalur kemanusiaan.
Baca juga: Zaskia Adya Mecca Digerebek Intel Mesir saat Global March to Gaza, HP Diperiksa hingga Dibuntuti
FoP sejalan dengan pernyataan resmi panitia penyelenggara yang menegaskan Global March to Gaza dilakukan sepenuhnya sesuai hukum Mesir, dengan koordinasi bersama kedutaan besar dan mematuhi seluruh protokol yang ditetapkan. Meskipun belum ada keputusan resmi dari pemerintah, kenyataan di lapangan menunjukkan aksi tidak dapat dilanjutkan dengan aman tanpa membahayakan nyawa.
“Misi ini akhirnya dihentikan karena adanya pembatasan yang semakin ketat dan kondisi yang memburuk akibat keputusan pihak berwenang Mesir. Blokade jalan, penahanan berkepanjangan, dan ancaman kekerasan yang eksplisit membuat aksi menuju Rafah tidak mungkin dilanjutkan, meskipun tidak ada pelarangan resmi,” katanya.
Namun, Global March to Gaza tidak pernah terbatas pada satu perbatasan atau satu titik pemeriksaan. Ketika upaya di Mesir terhambat, kampanye ini justru memicu gelombang aksi solidaritas di seluruh dunia. Lebih dari 50 aksi solidaritas digelar secara serentak dari Meksiko hingga Siprus menggerakkan jutaan orang dalam satu tuntutan bersama cabut blokade atas Gaza dan buka jalur kemanusiaan.
Lihat Juga :