RSM Indonesia Sebut Pentingnya Membangun Ketahanan Siber di Era Digital
Selasa, 17 Juni 2025 - 15:08 WIB
loading...
A
A
A
“Ketahanan siber bukan tentang punya sistem paling canggih, tapi tentang bagaimana teknologi, proses, dan manusia disatukan dalam pendekatan yang menyeluruh dan berkelanjutan,” tambah Angela.
Framework seperti NIST CSF 2.0 memberi arah yang jelas dari memahami posisi saat ini, hingga menyusun rencana konkret untuk terus berkembang.
Webinar juga menyoroti bahwa industri keuangan masih menjadi target utama pelaku ancaman (threat actors), dan pola serangan kini semakin canggih dengan penggunaan deepfake dan otomatisasi. Berdasarkan data peta ancaman siber global (live threat map), lebih dari dua juta serangan siber terjadi setiap harinya.
Melalui pemanfaatan NIST CSF 2.0, RSM Indonesia mendorong pelaku usaha dan institusi untuk mengambil langkah nyata dalam meningkatkan ketahanan digital—sebagai bagian dari membangun kepercayaan pemangku kepentingan dan memastikan keberlanjutan bisnis di tengah disrupsi teknologi yang semakin kompleks.
Framework seperti NIST CSF 2.0 memberi arah yang jelas dari memahami posisi saat ini, hingga menyusun rencana konkret untuk terus berkembang.
Webinar juga menyoroti bahwa industri keuangan masih menjadi target utama pelaku ancaman (threat actors), dan pola serangan kini semakin canggih dengan penggunaan deepfake dan otomatisasi. Berdasarkan data peta ancaman siber global (live threat map), lebih dari dua juta serangan siber terjadi setiap harinya.
Melalui pemanfaatan NIST CSF 2.0, RSM Indonesia mendorong pelaku usaha dan institusi untuk mengambil langkah nyata dalam meningkatkan ketahanan digital—sebagai bagian dari membangun kepercayaan pemangku kepentingan dan memastikan keberlanjutan bisnis di tengah disrupsi teknologi yang semakin kompleks.
(cip)
Lihat Juga :