Menggesa Transformasi SDM Indonesia

Selasa, 10 Juni 2025 - 10:55 WIB
loading...
Menggesa Transformasi...
Dr. Jazuli Juwaini, MA Ketua Umum IKADIM, Anggota DPR, dan Dosen Pascasarjana Ilmu Manajemen. Foto/Istimewa
A A A
Dr. Jazuli Juwaini, MA
Ketua Umum IKADIM, Anggota DPR, dan Dosen Pascasarjana Ilmu Manajemen.

PADA akhir Mei 2025, Ikatan Doktor Ilmu Manajemen (IKADIM) menggelar diskusi dan peluncuran buku yang berjudul "Transformasi Manajemen SDM di Era Digital: Inovasi, Teknologi, dan Strategi Masa Depan" di Jakarta. Buku yang ditulis oleh 32 Profesor dan Doktor Ilmu Manajemen ini sejatinya berangkat dari kegelisahan sekaligus harapan terhadap kondisi dan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam menghadapi era teknologi dan bonus demografi.

Sebagai perkumpulan ilmuwan dan praktisi manajeman SDM, IKADIM merasa terpanggil untuk melakukan aksi nyata dengan satu kesadaran bahwa transformasi SDM digital memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak. Maka lahirlah buku setebal 600 halaman lebih—yang tidak hanya menyajikan teori, tetapi juga praktik dan model implementasi yang dapat dijadikan rujukan strategis oleh pemerintah pusat dan daerah, organisasi sosial, dunia usaha, hingga lembaga pendidikan.

Disrupsi Teknologi dan Ragam Penyikapannya


Dunia tengah bergerak memasuki era teknologi yang revolusioner. Perkembangan pesat dalam kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), big data, dan otomasi telah mendesrupsi hampir seluruh sendi kehidupan manusia. Transformasi ini bukan hanya mempercepat proses produksi, informasi, dan komunikasi, tetapi juga mendefinisikan ulang hubungan antara manusia dan teknologi itu sendiri.

Pada kenyataannya, disrupsi teknologi ini tidak datang dengan kesiapan yang merata di berbagai belahan dunia. Banyak negara, terutama negara berkembang, justru terjebak dalam posisi sebagai pasar (konsumen) teknologi, bukan penemu dan pencipta (inovator) terknologi. Hal ini diperparah dengan kondisi lemahnya keterampilan SDM di negara-negara berkembang dalam beradaptasi dengan teknologi.

Alhasil ketidaksiapan dalam menghadapi arus teknologi ini mengakibatkan ketergantungan yang tinggi negara berkembang terhadap negara maju di satu sisi dan munculnya berbagai masalah sosial ekonomi di sisi yang lain. Sebaliknya, kita mendapati negara-negara yang memiliki visi dan strategi yang jelas mampu menjadikan kemajuan teknologi sebagai peluang.

Jepang misalnya, alih-alih hanya mengikuti jejak paradigma Industri 4.0 yang berbasis pada efisiensi dan otomatisasi, mereka mengembangkan paradigma sendiri yaitu Society 5.0 yang menekankan pada harmoni antara manusia dan teknologi. Konsep Society 5.0 mengedepankan pemanfaatan teknologi digital untuk menyelesaikan tantangan sosial dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ini merupakan contoh bagaimana sebuah bangsa dapat menundukkan teknologi pada kebutuhan manusia, bukan sebaliknya.

Perbedaan pendekatan ini mencerminkan bagaimana kesiapan dan visi suatu negara dalam menyikapi transformasi teknologi sangat menentukan peran yang akan mereka mainkan—apakah sebagai pelaku utama atau hanya sebagai pasar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Program MBG Harus Dilanjutkan,...
Program MBG Harus Dilanjutkan, Pengamat: Prabowo Ingin Wujudkan Indonesia Emas 2045
KPK Cecar Anggota DPR...
KPK Cecar Anggota DPR Nabil Husein soal Aliran Uang Produksi Batu Bara
DPR: Swasembada Migas...
DPR: Swasembada Migas Sama Pentingnya dengan Swasembada Pangan
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
DPR Desak Negara Tindak...
DPR Desak Negara Tindak Keras Tanpa Kompromi Judi Online dan Teror Pinjol
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Gus Falah: Ancaman Serius terhadap Supremasi Hukum
Pangkas Ratusan Entitas...
Pangkas Ratusan Entitas BUMN, Terobosan Rosan Roeslani Tuai Dukungan Akademisi
Rekomendasi
Arus Peti Kemas Bandar...
Arus Peti Kemas Bandar Lampung Sepanjang 2026 Alami Peningkatan Signifikan
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Berita Terkini
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved