Intelligent Transport System untuk BRT, Mengubah Teknologi Jadi Sistem Layanan Publik

Senin, 09 Juni 2025 - 07:10 WIB
loading...
A A A
Oleh karena itu, kejelasan pemilik aset, penanggung jawab data, serta mekanisme koordinasi antarlembaga mutlak dibutuhkan. Semua harus dituangkan dalam perjanjian kerja sama (PKS), bukan hanya dicatat dalam dokumen tender.

Dari sisi keberlanjutan, pemerintah juga harus belajar dari pengalaman negara lain. Banyak ITS di India, Filipina, dan Afrika Selatan yang berhenti berfungsi setelah proyek donor berakhir. Karena itu, biaya operasional dan pemeliharaan (O&M) ITS harus sudah masuk dalam dokumen perencanaan daerah—RKPD, Renstra, bahkan APBD.

Di sinilah peran pemerintah pusat dalam merancang skema insentif dan pendanaan jangka panjang.

Tak kalah strategis adalah penyusunan standarisasi teknis nasional yang mendukung pengembangan industri lokal. Standar ini harus memastikan bahwa ITS dapat dikembangkan oleh mitra dalam negeri, tanpa ketergantungan pada satu vendor atau sistem proprietary.

Open standard dan interoperabilitas adalah prinsip dasar yang telah diterapkan oleh negara seperti Singapura, melalui Transport Standards Committee mereka. Indonesia dapat belajar langsung, bahkan membangun kemitraan teknis lintas negara untuk mempercepat adopsi praktik baik.

"Jika semua ini terwujud, maka ITS tidak akan berhenti sebagai sistem perangkat keras dan lunak. Ia akan menjadi sistem layanan publik, sebuah teknologi yang tak kasat mata, tapi terasa nyata bagi pengguna. Penumpang merasakan layanan yang teratur," sebut Muhammad Lutfi Bakrie.

Pemerintah dapat mengatur subsidi dengan lebih tepat. Operator mendapat data untuk meningkatkan efisiensi. Dan yang terpenting: kota dapat mengelola transportasi publik dengan biaya yang lebih rendah dan hasil yang lebih tinggi.

ITS bukan proyek teknologi. Ia adalah bagian dari strategi membangun kota yang lebih adil dan efisien. Maka, pengembangannya tidak bisa diserahkan pada vendor semata. Harus ada visi kebijakan, kepemimpinan kelembagaan, dan kerangka sistemik yang mengubah teknologi menjadi manfaat nyata.

"Masyarakat Transportasi Indonesia percaya, Indonesia memiliki peluang besar untuk membangun sistem ITS yang tidak hanya canggih, tapi juga berdaulat, hemat subsidi, dan berpihak pada layanan publik. Yang kita butuhkan bukan lebih banyak alat, tetapi lebih banyak arah," tegasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Kecelakaan Maut Kereta...
Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, MTI Mendesak Audit Keselamatan Perkeretaapian
Antisipasi Krisis Energi,...
Antisipasi Krisis Energi, Pemerintah Diminta Benahi Transportasi Publik
Imbas Konflik Timteng,...
Imbas Konflik Timteng, DPR Dorong Penggunaan BBM Subsidi Utamakan Transportasi Publik
Banjir Pantura Rendam...
Banjir Pantura Rendam Rel KA, Komisi V DPR Ingatkan Rapuhnya Infrastruktur Transportasi
DPR Apresiasi Rencana...
DPR Apresiasi Rencana Presiden Prabowo Bangun Jalur Kereta Luar Jawa
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
KSP Dudung Cek Progres...
KSP Dudung Cek Progres MRT Jakarta Fase 2A, Siap Beroperasi 2027
Pembangunan Transportasi...
Pembangunan Transportasi Publik Mampu Sejahterakan Warga Daerah
Rekomendasi
Drama di Akhir Laga,...
Drama di Akhir Laga, Ghana Tekuk Panama 1-0
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Main Sinetron Stripping,...
Main Sinetron Stripping, Gisel Sempet Galau Pikirkan Gempi
Berita Terkini
KPK Buka Peluang Periksa...
KPK Buka Peluang Periksa Pihak BPK, Dalami Peran Eks Staf Ahli Bobby Adhityo Rizaldi
Kisah Kasus Nadiem Dalam...
Kisah Kasus Nadiem Dalam Perkara Korupsi
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya...
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Hari Ini
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Mutasi TNI: Marsdya...
Mutasi TNI: Marsdya M. Khairil Lubis Jabat Dansesko TNI, Marsda Muzafar Jadi Pangkogabwilhan II
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved