Intelligent Transport System untuk BRT, Mengubah Teknologi Jadi Sistem Layanan Publik

Senin, 09 Juni 2025 - 07:10 WIB
loading...
A A A
Satu kesalahan yang sering berulang adalah pembangunan ITS yang tidak mengikuti tahapan pengembangan BRT. Perangkat hadir ketika layanan sudah berjalan.

Padahal, jika ITS seperti sistem pelacakan bus atau perangkat di dalam armada dipasang sejak awal, banyak keputusan operasional bisa diambil lebih akurat. Ini soal logika manajemen proyek yang mendahulukan sistem pendukung sebelum layanan dioperasikan, sebuah prinsip dasar dalam ilmu sistem transportasi dan manajemen infrastruktur publik.

"Selain itu, kita masih sering melihat sistem baru dibangun tanpa memanfaatkan infrastruktur lama. Di banyak kota, ITS seperti ATCS atau sistem e-ticketing sudah ada. Namun alih-alih diintegrasikan, justru ditinggalkan," ungkapnya.

Padahal secara teknologi, sistem lama bisa dihubungkan dengan yang baru melalui middleware atau antarmuka terbuka. Dalam praktik ilmu IT, ini dikenal sebagai interoperabilitas, dan menjadi standar di negara-negara dengan sistem transportasi yang matang.

Masalah berikutnya muncul pada perancangan sistem backend: apakah ITS harus terpusat di tingkat nasional atau dikelola masing-masing kota? Ini bukan semata pertanyaan teknis, tapi menyangkut efisiensi anggaran, keamanan data, dan kesinambungan layanan.

Sistem terpusat menjamin keseragaman dan efisiensi pemeliharaan, tapi rentan terhadap kelambatan jika kapasitas daerah tidak dibangun. Sebaliknya, desentralisasi memberi keleluasaan lokal, tetapi rentan terhadap perpecahan sistem dan pemborosan.

Untuk itu, MTI mendorong agar pemerintah menyusun Framework ITS BRT Nasional. Ini bukan hanya soal standar teknis, tetapi juga arsitektur sistem terbuka, pembagian peran kelembagaan, dan keterkaitan langsung dengan indikator layanan. Framework ini akan menjadi panduan semua kota untuk mengembangkan ITS yang kompatibel satu sama lain, sekaligus hemat biaya.

Tak kalah penting adalah kebutuhan akan roadmap pembangunan ITS yang modular dan kontekstual. ITS tidak harus dibangun sekaligus. Kota dapat memulai dari sistem sederhana: pelacakan bus, informasi penumpang, dan tiket digital.

"Seiring kapasitas fiskal dan kelembagaan berkembang, sistem dapat ditingkatkan menjadi pusat kendali terintegrasi. Prinsip ini dikenal dalam teori sistem sebagai scalable architecture, dan terbukti efektif dalam pengembangan layanan publik di berbagai negara," paparnya.

Namun sistem yang baik tidak akan berjalan tanpa kepastian tata kelola. Banyak proyek ITS gagal bukan karena teknologinya, tapi karena tidak jelas siapa yang bertanggung jawab saat sistem rusak, lisensi kadaluarsa, atau vendor mundur.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Kecelakaan Maut Kereta...
Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, MTI Mendesak Audit Keselamatan Perkeretaapian
Antisipasi Krisis Energi,...
Antisipasi Krisis Energi, Pemerintah Diminta Benahi Transportasi Publik
Imbas Konflik Timteng,...
Imbas Konflik Timteng, DPR Dorong Penggunaan BBM Subsidi Utamakan Transportasi Publik
Banjir Pantura Rendam...
Banjir Pantura Rendam Rel KA, Komisi V DPR Ingatkan Rapuhnya Infrastruktur Transportasi
DPR Apresiasi Rencana...
DPR Apresiasi Rencana Presiden Prabowo Bangun Jalur Kereta Luar Jawa
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
KSP Dudung Cek Progres...
KSP Dudung Cek Progres MRT Jakarta Fase 2A, Siap Beroperasi 2027
Pembangunan Transportasi...
Pembangunan Transportasi Publik Mampu Sejahterakan Warga Daerah
Rekomendasi
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Berita Terkini
Diperiksa Kejagung 9...
Diperiksa Kejagung 9 Jam Lebih, Sony Sonjaya Bungkam
Dianggap Mampu, 76 Sekolah...
Dianggap Mampu, 76 Sekolah di Pulau Jawa Dicoret dari Daftar Penerima MBG
Sidang Tuntutan Dalang...
Sidang Tuntutan Dalang Pembunuhan Kacab Bank Ditunda
Ibu Hamil dan Balita...
Ibu Hamil dan Balita juga Tidak Terima MBG saat Libur Sekolah
MBG Dihentikan saat...
MBG Dihentikan saat Libur Sekolah, BGN Sebut Hemat Anggaran Rp3 Triliun
Efisiensi Anggaran,...
Efisiensi Anggaran, BGN Hentikan Sementara MBG saat Libur Sekolah 22 Juni-13 Juli 2026
Infografis
Riwayat Pendidikan Ahmad...
Riwayat Pendidikan Ahmad Sahroni, Anggota DPR yang Jadi Sorotan Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved